Mahasiswa Pendidikan Agama Islam (PAI) UIN Walisongo Dibekali dengan Kewirausahaan

SEMARANG – Sebanyak 25 mahasiswa Jurusan Pendidikan Agama Islam (PAI) UIN Walisongo Semarang, Jumat lalu (8/11/19) berkunjung ke Kantor Redaksi Suara Merdeka di JI Pandanaran II No10 Semarang.

Di Suara Merdeka itu, mereka tidak hanya melihat proses pencetakan koran tetapi juga bagai mana sebuah grup bisnis dijalankan.

“Meskipun para mahasiswa ini disiapkan menjadi guru di lingkungan t madrasah ibtidaiyah, tetapi mereka juga harus memiliki pengetahuan kewirausahaan. Oleh karena itu, mereka kami ajak ke sini untuk melihat bagaimana sebuah perusahaan besar dijalankan,” ujar Aris Puji Purwatiningsih, dosen yang mendampingi para mahasiswa tersebut.

Lebih lanjut, Aris yang mengampu mata kuliah Kewirausahaan itu mengatakan, ke depan bekal kewirausahaan bagi para mahasiswa itu cukup penting. Karena, jika nanti mereka tidak menjadi guru bisa terjun di bidang wirausaha dengan bekal yang cukup selama masa kuliah.

Kunjungan di Kantor Redaksi tersebut diterima Sekretaris Redaksi Eko Hari Mudjiharto. Selama kunjungan para mahasiswa menerima penjelasan mengenai perkembangan Suara Merdeka dan grup bisnisnya dari masa ke masa hingga menjadi salah satu perusahaan besar di Jawa Tengah.

Beberapa hal ditanyakan sejumlah mahasiswa selama diskusi di Kantor Redaksi.

Hal itu antara lain bagaimana Suara Merdeka menghadapi tantangan di era media online dan bagaimana menjaga hubungan baik dengan para stakeholder. Eko menga takan, Suara Merdeka tidak menjadikan media online sebagai kom petitor. Tetapi justru menjadikan mereka sebagai partner dalam bidang pemberitaan.

“Bahkan jauh sebelum bermunculan pemberitaan-pemberi taan melalui media online, Suara Merdeka perusahaan pertama di Indonesia yang mendirikan perusa haan berita online dengan nama suaramerdeka.com,” tutur Eko.

Sementara itu, mengenai hubun gan baik dengan stakeholder, dikatakan, itu yang harus dijaga baik baik. Karena Suara Merdeka hidup dari dan untuk pembaca. Kunjungan di Kantor Redaksi tersebut kemudian diakhiri dengan melihat proses editing di news room.