Sertifikat Akreditasi PAI dari Masa ke Masa

Silakan klik tulisan masing-masing sertifikat untuk mendownload

Sertifikat Akreditasi PAI UIN Walisongo Tahun 1998

Sertifikat Akreditasi PAI UIN Walisongo Tahun 2003-2008

Sertifikat Akreditasi PAI UIN Walisongo Tahun 2007-2012

Sertifikat Akreditasi PAI UIN Walisongo Tahun 2013-2018

Sertifikat Akreditasi PAI UIN Walisongo Tahun 2018-2023

Surat Keterangan Akreditasi PAI UIN Walisongo

Surat Keterangan Berdirinya Jurusan PAI

Sertifikat Akreditasi UIN Walisongo
Surat Keterangan Akreditasi UIN Walisongo

 

Ikut Selenggarakan Education Festival, HMJ PAI Gelar Lomba Da’i Nasional

Nurul Habibah-Peserta Lomba Dai Nasional

Lomba Da’I – Da’iyah Nasional yang digelar oleh Himpunan Mahasiswa Jurusan Pendidikan Agama Islam (HMJ PAI) dan dimulai pada Selasa (25/05) lalu. Diikuti tidak hanya dari dalam UIN Walisongo Semarang saja melainkan juga berasal dari luar UIN Walisongo, seperti dari Palembang dan Jawa Timur.

Lomba ini digelar selama kurang lebih 1 bulan 15 hari dimulai dari Selasa (25/05) sampai Minggu (11/07). Meliputi pendaftaran, Technical Meeting (TM), pengumpulan video, publikasi, penilaian dan pengumuman juara. Koordinator divisi internal HMJ PAI, M. Zaki Masyfu’in menuturkan bahwa ada perubahan jadwal pengumuman juara lomba tersebut.

“Dikarenakan ada beberapa cabang lomba Edufest yang belum selesai penjurian untuk pengumuman juara diundur Minggu (11/07), untuk berapa lamanya dari mulai pendaftaran sampai pengumuman kira-kira ya sekitar 1 bulan setengah,” tutur Zaki.

Tahapan penilaian yang dilakukan oleh Muhammad Isrofil Mumtaz, S.Pd.I dan M. Maulana Sultan Ajila, S.Pd ini meliputi penampilan (30%) berupa kesesuaian isi dengan tema, dalil, gaya dan komunikasi pada saat penyampaian materi melalui video. Like dan Viewers (20%) dari video yang sudah diunggah. Vokal (25%) berupa suara, intonasi, dan kefasihan saat penyampaian materi melalui video. Serta, adab (25%) berupa sikap saat penyampaian materi melalui video.

Peserta lomba da’i nasional sendiri mencapai 37 pendaftar, namun hanya 28 pendaftar yang mengumpulkan karya. Dari 28 peserta yang mengirimkan karya tersebut, berhasil terpilih 3 juara yakni juara pertama diraih oleh Miftahul Jannah (JQH UIN Walisongo Semarang), juara kedua diraih oleh Ayu Sadewi (Universitas Muhammadiyah Purwokerto) dan juara ketiga diraih oleh Nurul Habibah (PAI UIN Walisongo Semarang).

Nurul Habibah salah satu peserta yang berhasil meraih juara 3 ini menyampaikan bahwa ia senang sekaligus bangga dengan keprofesionalan panitia beserta dewan juri yang terbuka mengenai penilaian dalam perlombaan ini, serta tidak ditutup-tutupi.

“Ya kalo kesannya itu senang bisa ikut berpartisipasi di lomba da’I da’iyah dalam rangka Education Festival UIN Walisongo 2021, dan menurut aku sendiri, panitia lomba dai itu sangat profesional banget dan terbuka, karena hasil penilaian akhir dari dewan juri itu diinformasikan secara terbuka melalui grup resmi dari para peserta dai daiyah tersebut, dan dari situ juga, kita sebagai peserta dai daiyah tersebut itu bisa tau dimana letak kekurangan kita dalam pembawaan materi tausiyah yang kita sampaikan, dan membandingkan dengan penampilan peserta lain yang sudah jauh lebih baik untuk dapat memperbaikinya di event-event kemudian,” ucap Nurul.

Hadiri Kajian Kampus Merdeka, Ketua Jurusan PAI Siap Mendukung Mahasiswa Implementasikan Merdeka Belajar

Dok. Divisi Pendidikan dan Penalaran

Kajian Rutin Pendidikan Agama Islam (KANTIN PAI) Jilid 3 yang diadakan Himpunan Mahasiswa Jurusan Pendidikan Agama Islam (HMJ PAI) UIN Walisongo melalui Zoom pada Jumat (09/07) lalu, dihadiri oleh Ketua Jurusan Pendidikan Agama Islam, Dr. Fihris, M.Ag sebagai pemateri.

Kajian kali ini merujuk kepada salah satu kebijakan Menteri Pendidikan Nadiem Makarim, yakni Kampus Merdeka. Dalam pembukaan Muhammad Nazilir Rohmat selaku moderator dalam kajian tersebut menuturkan bahwa kajian yang diadakan dengan tema tersebut diadakan supaya mahasiswa PAI dapat peka terhadap isu terbaru.

“Kajian PAI diadakan sebagai ajang untuk silaturahmi serta menjadi wadah diskusi supaya mahasiswa bisa peka terhadap isu-isu terbaru,” tuturnya.

Berhasil menarik perhatian calon mahasiswa baru PAI 2021, kajian dengan tema Merdeka Belajar-Kampus Merdeka; Interpretasi dan Implementasi ini memberikan pemahaman tentang perkuliahan yang akan dilakukan. Kebijakan kampus merdeka di UIN Walisongo Semarang sendiri merupakan wujud pembelajaran yang otonom dan fleksibel, sehingga diharapkan tercipta kultur belajar yang inovatif, tidak mengekang, dan sesuai dengan kebutuhan mahasiswa.

“Kultur belajar tersebut dituntut dan diperlukan mengingat mahasiswa harus mampu menghadapi perubahan sosial budaya, dunia kerja, dan kemajuan teknologi yang semakin pesat. Artinya, kompetensi mahasiswa harus disiapkan sedini mungkin untuk lebih tanggap terhadap kebutuhan zaman. Dimana link and match mutlak diperlukan, tidak saja dengan dunia industri dan dunia kerja, tetapi juga dengan masa depan yang terus berubah secara cepat,” Jelas Ketua Jurusan saat menyampaikan materi.

Dalam penjelasannya, ia juga menambahkan bahwa kebijakan Merdeka Belajar-Kampus Merdeka, meliputi pembukaan program studi baru, sistem akreditasi perguruan tinggi, perguruan tinggi badan hukum, dan hak belajar tiga semester di luar program studi.

“Program kampus merdeka yang akan diambil oleh mahasiswa harus dikonsultasikan dengan jurusan, dalam hal ini ketua jurusan. Jadi, untuk mahasiswa yang ingin mengambil program kampus merdeka saya persilahkan, dan jangan lupa untuk konsultasi terlebih dahulu pada jurusan,” tambahnya di akhir kajian.