Salurkan Kebaikan, HMJ PAI Bersama Komunitas Sahabat Peduli Adakan Bakti Sosial Di Panti Asuhan Safinatun Najah2

Himpunan Mahasiswa Jurusan Pendidikan Agama Islam (HMJ PAI) Universitas Islam Negeri (UIN) Walisongo Bersama Komunitas Sahabat Peduli Mengadakan acara Bakti Sosial pada Minggu (26/10) di Panti Asuhan Safinatun Najah Mijen, Semarang.

Naufal Zakia Mochtar, selaku ketua panitia mengucapkan terima kasih serta menyampaikan harapan diadakannya bakti sosial dapat membangun tali silaturrahmi antar mahasiswa dan masyarakat

“Saya sangat berterima kasih kepada bapak kepala panti yang telah mempersilakan kami untuk mengadakan acara bakti sosial kali ini. Harapan saya dengan diadakannya acara ini dapat membangun tali silaturrahmi antar mahasiswa dan Masyarakat,” ungkapnya.

Sambutan selanjutnya oleh Ketua Umum HMJ PAI yang diwakilkan oleh Wakil Ketua Umum, Nur Fahni. Ia berpesan bahwa sebaik-baik manusia adalah manusia yang bermanfaat untuk sesama.

“Saya teringat salah satu kutipan hadis yang artinya sebaik-baik manusia ialah manusia yang bermanfaat bagi manusia yang lain. Kami sebagai mahasiswa pun memerlukan recharge setelah Ujian Tengah Semester. Kami merasa dengan bertemu adik-adk semua dapat membangkitkan energi kami,” tuturnya.

Silvi Laelaturrohmah, Ketua Komunitas Sahabat Peduli menyampaikan harapannya agar acara ini dapat menjadi bekal belajar bersama.

“Dengan diadakannya acara ini, semoga kita dapat belajar bersama. Kita ambil baiknya dan buang buruknya,” ujarnya.

Bapak Kepala Panti Asuhan, Nur Ihsan, S.Pd. memberikan sambutan penutup sekaligus do’a agar segala hajat, keinginan dan cita-cita dapat dikabulkan olehNya.

Acara dilanjut dengan membuat ice cream bersama kemudian kajian oleh Anwar, salah satu pengurus HMJ PAI periode 2025. Dalam kajiannya, ia menceritakan kisah inspiratif sahabat pada masa nabi, Sya’ban yang istiqomah sholat Subuh berjamaah semasa hidupnya. Acara diakhiri dengan penyerahan donasi dan sesi foto Bersama.

Penulis: Shofa

Upayakan Kemajuan Jurusan, HMJ PAI Adakan Forum Aspirasi

Himpunan Mahasiswa Jurusan Pendidikan Agama Islam (HMJ PAI) Selenggarakan Forum Aspirasi Mahasiswa (FASMA) PAI pada Jumat (24/10/25) di Aula Dekanat Lantai 3 UIN Walisongo Semarang.

Acara kali ini mengangkat tema “Kuatkan Aspirasi, Suarakan Perubahan Untuk Kemajuan Jurusan PAI” yang dihadiri oleh seluruh pengurus HMJ, para delegasi Mahasiswa PAI, serta Ketua Jurusan.

Acara dibuka oleh moderator yaitu Firda Rahmatun Nuzula, salah satu anggota HMJ PAI UIN Walisongo, kemudian disambung dengan kegiatan inti yaitu penyampaian aspirasi oleh para mahasiswa yang hadir.

Terkait Gedung K yang keadaannya semakin buruk bagi mahasiswa dan fasilitas yang kurang memadai itu bagaimana?,” tanya mahasiswa.

Ketua Jurusan PAI, Dr. Fihris M.Ag. menanggapi bahwa dengan kebijakan yang ada, Gedung K sedang tahap renovasi, dan jika ada fasilitas yang kurang lengkap, bisa mengajukan dengan surat permohonan.

“Dengan kebijakan yang ada, sekarang Gedung K dalam tahap renovasi, tinggal tunggu waktunya jadi saja. Jika ada fasilitas yang kurang lengkap bisa mengajukan surat permohonan perlengkapan fasilitas lewat Ketua HMJ,” jawabnya.

Toleransi terkait batas keterlambatan bagi mahasiswa jika dibutuhkan perjalanan dari kampus 2 ke kampus 3, dan jika ada dosen yang terlambat itu bagaimana?,” ucap mahasiswa.

Ketua Jurusan, Dr. Fihris M.Ag. menanggapi jika memang dibutuhkan waktu perjalanan maka perlu adanya komunikasi dengan dosen, dan dosen tersebut salah bila terlambat tanpa adanya konfirmasi.

Jika memang dibutuhkan waktu perjalanan, bisa dikomunikasikan kepada dosen terlebih dahulu, dan jika ada dosen yang terlambat tanpa mengonfirmasi, itu yang bersalah,” jawabnya.

Kemudian Dr. Fihris M.Ag. menyampaikan bahwasanya jika terdapat aspirasi dari para Mahasiswa PAI, dapat disampaikan dengan jelas dan konkrit.

Kalau ada aspirasi dari para Mahasiswa PAI, langsung sampaikan ke saya saja, tetapi harus jelas, maksudnya harus dengan bukti, bukan “katanya” , pungkasnya.

Kemudian acara ditutup dengan dokumentasi bersama.

Penulis : Wildan Muhlisin

Internasional Guest Lecturer “Global Connect : International Lecture Series”

Semarang-Program Studi Pendidikan Agama Islam (PAI) UIN Walisongo Semarang menggelar Internasional Guest Lecturer dengan tema “Global Connect : International Lecture Series” pada Selasa (14/10/2025).
Kegiatan ini dilaksanakan secara online on site di Gedung C11 Kampus 1 UIN Walisongo Semarang yang diikuti oleh mahasiswa International Class Program (ICP) Program Studi PAI dan PBI serta online via zoom yang diikuti oleh para dosen.
Tujuan acara ini digelar untuk memberikan wawasan kepada mahasiswa mengenai Language Instructional Design (Desain Instruksi dalam Pengembangan Pembelajaran Bahasa).
Tujuan diadakannya kegiatan International Guest Lecturer kali ini adalah untuk memperluas pemahaman mahasiswa fakultas ilmu tarbiyah dan keguruan terutama PAI terkait pengembangan desain pembelajaran bahasa untuk peserta didik agar lebih bervariatif dan terkonsep secara sistematis,” ujar Renza selaku ketua panitia.
Dr. Mazlin Binti Mohamed Mokhtar selaku Director International Language Academy Universiti Pendidikan Sultan Idris Malaysia turut hadir dalam acara ini sebagai narasumber. Beliau memaparkan bahwa pentingnya sistem instruksional dalam pengembangan pengajaran Bahasa karena memiliki beberapa fungsi.
“Sistem instruksional memiliki peran penting dalam pengembangan pengajaran bahasa, karena berfungsi untuk menyelaraskan pelajaran dengan kebutuhan dan tujuan peserta didik, meningkatkan keterlibatan serta interaksi, mendukung hasil yang efisien dan terukur, serta meningkatkan kualitas dan konsistensi bahan ajar,” kata Mazlin.
Mazlin Binti Mohamed Mokhtar mengemukakan beberapa model yang dapat diterapkan, dengan ADDIE Model sebagai rekomendasi utama.
Instrumen ini yang paling umum digunakan para perancang instruksional. Model ini mengajarkan Langkah-langkah seluruh proses program pelatihan dan digunakan dalam kerangka kerja untuk menciptakan ide-ide baru,” ujarnya.
Ia juga menyampaikan ADDIE Model merupakan kerangka sistematis dalam pengembangan pembelajaran yang mencakup lima tahap utama, yaitu Analysis, Design, Development, Implementation, dan Evaluation. Setiap tahap saling berkaitan untuk memastikan efektivitas dan efisiensi proses pembelajaran.


“Model ADDIE adalah kerangka sistematis yang digunakan dalam pengembangan pembelajaran dan terdiri atas lima tahap utama, yaitu Analysis (Analisis), Design (Perancangan), Development (Pengembangan), Implementation (Implementasi), dan Evaluation (Evaluasi). Kelima tahap tersebut saling terkait guna menjamin efektivitas serta efisiensi dalam proses pembelajaran,” tambahnya.

Penulis : Dwi Khoiriyatun Nikmah dan Maurenza Nafidzul Haq Al Ghiffari

Mahasiswa PAI Turut Hadir dalam Workshop Penulisan Artikel Jurnal Berbasis AI

Program Studi Pendidikan Agama Islam (PAI) ikut serta dalam kegiatan Workshop Penulisan Artikel Jurnal Berbasis AI yang diselenggarakan oleh FITK UIN Walisongo Semarang yang dilaksanakan di Gedung N4, pada Selasa (14/10/2025).

Acara ini mengundang Dr. H. Taufikin, M.S.I., C.Ed., C.SM., dari UIN Sunan Kudus sebagai Narasumber.

Kegiatan workshop ini turut dihadiri oleh para pimpinan FITK, pimpinan Prodi PAI, dan jajaran dosen FITK, serta Mahasiswa S2 dan S1 PAI.n

Workshop ini dilaksanakan bertujuan untuk memberikan kesempatan bagi dosen dan mahasiswa, agar memahami standar penulisan jurnal internasional yang berkualitas, juga mengetahui etika penggunaan AI dalam menulis suatu karya ilmiah terutama artikel jurnal.

Dr. H. Taufikin, seorang penulis jurnal yang telah menerbitkan banyak artikel berstandar SINTA maupun Scopus, memaparkan berbagai tips dan trik penggunaan AI sesuai dengan etika akademik yang berlaku sehingga dapat diimplementasikan oleh dosen dan mahasiswa.

“AI dapat digunakan sebagai alat bantu yang memudahkan kita dalam menyusun artikel dengan baik, namun tetap memperhatikan etika akademik, dengan membantu memvisualisasikan data lapangan yang telah diteliti secara terstruktur, sehingga artikel tersebut dapat memenuhi standar nasional maupun internasional”, ucapnya.

Program penulisan jurnal internasional merupakan bagian dari upaya Prodi PAI sebagai wadah belajar dan berlatih bagi dosen dan mahasiswa tentang teknik penelitian yang modern dan terintegrasi dengan teknologi informasi.

Dekan FITK, Prof. Dr. H. Fatah Syukur, M.Ag., mengungkapkan bahwa workshop ini dapat dimanfaatkan secara optimal serta dapat dijadikan sumber motivasi ataupun inspirasi untuk mahasiswa dan dosen agar selalu terus berkarya dengan menulis.

“Saya berharap workshop ini dapat dimanfaatkan secara optimal oleh mahasiswa dan dosen, sekaligus menjadi sumber motivasi dan inspirasi bagi mereka untuk terus berkarya melalui tulisan”, ungkapnya.

Penulis: Dwi Khoiriyatun Nikmah

Koneksi Menuju PAI Bersinergi, HMJ PAI Selenggarakan Benchmarking Study PAI

Himpunan Mahasiswa Jurusan Pendidikan Agama Islam (HMJ PAI) Selenggarakan Benchmarking Study PAI Bersama HMPS PAI UIN Raden Mas Said Surakarta dan HMPS PAI UIN Sunan Kudus pada Rabu (8/10/25) di Teater Planetarium Kampus 3 UIN Walisongo Semarang.

Acara kali ini mengangkat tema “Membangun Koneksi dalam Organisasi, Menuju PAI yang Lebih Bersinergi untuk Negeri” yang dihadiri oleh seluruh pengurus masing-masing lembaga.

Ketua panitia, Abdul Wahab Musthofa Ilham menyampaikan rasa terima kasih dan harapannya agar PAI dapat menjadi lebih bermanfaat untuk kedepannya.

“Saya ucapkan terima kasih setinggi tingginya kepada para koordinator serta seluruh panitia yang telah mengsukseskan acara kali ini, saya berharap PAI menjadi lebih berkah dan manfaat kedepannya,” ungkapnya.

Disusul Ketua HMJ PAI UIN Walisongo, Ahmad Shakif mengutarakan tujuan dalam momen ini adalah untuk saling bertukar pikiran.

“Selamat datang di acara Benchmarking Study PAI serta rasa hormat saya sampaikan. Momen ini tidak hanya untuk datang-salaman-pulang, akan tetapi bertujuan saling bertukar pikiran,” jelasnya.

Dilanjut Ketua HMPS PAI UIN Raden Mas Said Surakarta, Adimas Rizqon Agung Mashuri menyampaikan sebuah hadis yang mengutarakan pentingnya mengambil manfaat.

“Bahwa termasuk bagusnya iman seseorang adalah meninggalkan sesuatu yang tidak bermanfaat, maka saya berharap kita bisa mengambil manfaat hasil maqsud pada acara kali ini,” tuturnya.

Ketua HMPS PAI UIN Sunan Kudus, Zulfa Fadlu juga menyampaikan pesan dalam sambutannya agar semua dapat bersungguh-sungguh dalam melaksanakan suatu hal untuk bisa menggapai manfaat.

“Saya berpesan pada diri sendiri dan kita semua bahwa sebuah kemuliaan itu berasal dari Allah yang mana tidak akan didapatkan tanpa bersungguh-sungguh, dengan demikian perbuatan kita sekecil apapun itu pasti ada balasannya kelak, semoga yang kita perbuat mendapat ridho Nya dan bermanfaat pada kita semua” pungkasnya.

Acara dilanjut dengan pemaparan program kerja masing-masing lembaga lalu ditutup dengan doa dan foto bersama.

Penulis : Wildan Muhlisin