Matangkan Kurikulum MBKM, Jurusan PAI FITK UIN Walisongo Selenggarakan Workshop

Dok. PAI UIN Walisongo

Program Merdeka Belajar – Kampus Merdeka (MBKM) telah resmi digulirkan oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan pada tahun 2020 melalui permendikbud No 3 Tahun 2020. Kementerian Agama merespon kebijakan tersebut dengan menerbitkan Keputusan Direktur Jenderal Pendidikan Islam No 7290 Tahun 2020 Tentang Panduan Implementasi Merdeka Belajar-Kampus Merdeka Dalam Kurikulum Program Studi Pada Perguruan Tinggi.

Program MBKM ini memiliki tujuaan diantaranya adalah untuk membekali mahasiswa dengan berbagai keahlian. Dengan memiliki berbagai keahlian diharapkan mahasiswa semakin lebih siap memasuki dunia kerja yang semakin kompetitif di era disruptif. Kebijakan MBKM ini memberikan keleluasaan bagi mahasiswa untuk belajar tidak hanya pada satu prodi yang ia ambil, tetapi bisa juga belajar di prodi lain baik dalam satu universitas atau lintas universitas.

Guna menyiapkan implementasi MBKM ini, Jurusan Pendidikan Agama Islam (PAI) Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan (FITK) UIN Walisongo menyelengggarakan workshop penguatan kurikulum MBKM pada Kamis sampai Jumat ( 23-24/9) di Ungaran Kab. Semarang. Kegiatan yang diikuti dosen PAI, alumni dan stakeholder lainnya menghadirkan Prof. Dr. Sutrisno, M.Ag. sebagai narasumber.

Prof. Sutrisno menegaskan bahwa untuk menjalankan program MBKM perlu persiapan yang sinergis antara prodi, fakultas dan universitas. Oleh karena itu semua komponen di pertguruan tinggi harus duduk bersama untuk merumuskan kebijakan yang lebih bersifat operasional dalam bentuk pedoman teknis maupun SOP. Kegiatan workshop yang dilakukan oleh jurusan PAI ini adalah langkah yang tepat untuk mematangkan kurikulum sebagai pijakan implemetasi MBKM di tingkat jurusan/prodi, tandasnya.

Tumbuhkan Kreativitas Menulis Ilmiah, HMJ PAI Adakan Bincang Kepenulisan Esai

Dok. KOMINFO

Semarang-HMJ PAI menggelar kegiatan “Bincang Kepenulisan Esai” secara daring melalui platform Zoom Meeting pada Sabtu (12/09). Selain berlangsung melalui Zoom Meeting, acara bincang kepenulisan disiarkan secara langsung melalui kanal YouTube HMJ PAI. Tema yang diangkat dalam acara tersebut adalah “Optimalisasi Kreativitas dan Penajaman Ide Karya Tulis Ilmiah Mahasiswa melalui Pelatihan Esai”.

Acara Bincang Kepenulisan Esai digelar sebagai bentuk usaha nyata HMJ PAI memfasilitasi seluruh mahasiswa PAI untuk mampu mengembangkan potensi mahasiswa khususnya melalui kepenulisan esai. Acara tersebut diikuti oleh sebanyak 130 orang peserta yang berasal dari mahasiswa PAI dan kalangan umum.

Pada acara tersebut, Nasikhin memberikan pelbagai pembahasan mengenai esai yang mengarah pada metode penyusunan teks esai. Dalam menyusun esai, terdapat beberapa langkah yang ditempuh untuk menyusun sebuah susunan esai yang lengkap. Di antara langkahnya ialah menentukan tema yang menarik, melakukan pengumpulan bahan, membuat outline, memperhatikan pemilihan kata, memulai untuk menulis, dan memberikan judul tulisan.

“Kemudian yang perlu diperhatikan dalam kepenulisan esai adalah outlinenya. Terdapat tiga bagian penting dalam outline, pertama adalah pengantar, batang tubuh, dan simpulan,“ tutur  Nasikhin.

Dalam penjelasannya, Nasikhin juga memberikan penekanan bahwasannya untuk membangun sebuah karya tulis diperlukan sumber yang jelas dan otoritatif. Terdapat pula saran untuk menggunakan sumber referensi jurnal agar data yang digunakan lebih kuat dan menghindari berbagai referensi yang berasal dari blog dan web dengan penulis yang tidak diketahui kecakapannya. Pada bagian selanjutnya Nasikhin memberikan contoh bagaimana merancang susunan esai yang lengkap mulai tahap awal hingga tahap finishing dalam sebuah esai.

“Untuk meningkatkan kepercayaan diri dalam sebuah presentasi tentunya tidak akan terlepas pada seringnya latihan presentasi. Selain itu, presentasi dengan menggunakan bahasa asing seperti Bahasa Inggris dan Bahasa Arab akan memberikan kepercayaan. Persiapkan media presentasi sematang mungkin dan berikan hal yang berbeda dalam presentasi anda” tukasnya dalam memberikan tips pada akhir sesi tanya jawab.

Penulis : Abdul Hanif Fauzi (Kominfo HMJ PAI 2021)

Berhasil Menggandeng Wakil Rektor II UIN Walisongo, HMJ PAI Gelar Bincang Skripsi

Dok. DIKNAL HMJ PAI

Bincang Skripsi yang menjadi bagian dari Kajian Rutin Pendidikan Agama Islam (KANTIN PAI) jilid V sukses menggandeng Dr. H. Abdul Kholik, M.Ag. selaku Wakil Rektor II UIN Walisongo Semarang. KANTIN PAI V yang kembali digelar oleh Himpunan Mahasiswa Jurusan Pendidikan Agama Islam (HMJ PAI) UIN Walisongo ini mengambil tema “Tips dan Trik Menentukan Judul Skripsi”. Acara ini digelar pada Rabu (08/09) lalu melalui media Zoom Meeting dan disiarkan secara langsung pada Youtube HMJ PAI UIN Walisongo.

KANTIN PAI V kali ini dipandu oleh Silvie Nurviana dan dimoderatori oleh David Hidayat. Keduanya merupakan anggota HMJ PAI UIN Walisongo Periode 2021.

Dr. H. Abdul Kholik, M.Ag dalam kesempatan ini menyampaikan bahwa membuat skripsi terutama pada judulnya merupakan suatu fase yang penting. Lancar atau tidaknya pembuatan skripsi dapat dilihat dari judul yang dibuat.

“Membuat skripsi diawali dengan rasa ingin tahu, ketika kita mendapati sesuatu di sekitar kita maka akan terbesit sesuatu. Maka dari itu, sesungguhnya membuat skripsi tergantung dari kepekaan seseorang,” ujar beliau di awal sesi pemaparan materi.

Beliau juga menyampaikan bahwa dalam mencari judul sebaiknya menggunakan pengalaman empiris dibandingkan melalui buku di perpustakaan, sebab hal tersebut akan menimbulkan kecenderungan untuk melakukan copy-paste.

“Jika diilustrasikan maka seperti saat kita memperhatikan sesuatu maka muncul pertanyaan dan rasa penasaran untuk menjawab yang merupakan awal dari ilmu pengetahuan itu sendiri.” tambah beliau.

Dalam pemaparannya, beliau menyampaikan tahapan dalam membuat judul skripsi. Mulai dari topik, masalah penelitian, menformulasi rumusan masalah, hingga berhasil membentuk sebuah judul yang baik untuk dikembangkan. Pada sesi tanya jawab terdapat beberapa peserta yang antusias mengajukan pertanyaan, seperti salah satunya pertanyaan tentang metode pengumpulan data kualitatif dalam lingkup masyarakat Majene.

Kajian ini diakhiri dengan sesi dokumentasi yang dipandu oleh Silvie Nurviana selaku MC dalam Bincang Skripsi.

Penulis : Azka Nurfadila (Kominfo HMJ PAI 2021)