Gandeng Vienna University, Dosen PAI Uin Walisongo Lakukan PKM Kolaborasi Internasional

Kudus – Dosen Jurusan Pendidikan Agama Islam Universitas Islam Negeri Walisongo Semarang melaksankan pengabdian masyarakat kolaborasi Internasional. Tim dosen tersebut adalah Dr. Abdul Rohman, M.Ag., Ratna Muthia, M.A dan Kasan Bisri, M.A. Pengabdian masyarakat ini terlaksana atas kerjasama dengan Prof. Ednand Aslan, Ph.D dari Vienna University (18/6/2022).

Kegiatan pengabdian dilaksanakan pada MTs NU Banat Kudus dengan mengusung tema Penguatan Pendidikan Karakter melalui Pendidikan Agama Islam. Menurut Prof. Ednand pendidikan karakter menjadi masalah urgen dalam dunia pendidikan di tengah tantangan era disrupsi dan perkembangan teknologi informasi yang tidak jarang menyebabkan rentannya kondisi psikologi pelajar. Pada kondisi semacam ini Pendidikan Agama Islam memiliki peran yang penting dalam menguatkan karakter siswa dengan menyisipkan nilai-nilai Islam melalui kurikulum dan budaya sekolah, imbuh Ednand.

Kegiatan yang dikemas dalam sarasehan ini mendapatkan sambutan positif Kepala MTs NU Banat Kudus, Nur Khusomah, M.Pd. ia menyebutkan bahwa kehadiran prof. Ednan menjadi kesempatan yang berharga bagi warga madrasah untuk berbagi pengalaman tentang pendidikan Islam di Eropa. Siswa yang mengikuti kegiatan pun sangat antusias dimana mereka aktif bertanya pada Prof. Ednan, tutur Nur Khusomah.

Di sela-sela kegiatan, Prof. Ednan dan Tim Pengabdian Masyarakat PAI menyempatkan mengunjungi kegiatan Holiday Camp MTs Banat yang bertempat di kaki Gunung Muria. Tim pengabdian masyarakat memberikan penguatan motivati belajar siswa yang mendpatakan respon positif dari para peserta.

Wujudkan Guru Profesional, PAI UIN Walisongo Adakan Peningkatan Kompetensi Baca Tulis Al-Quran (BTQ)

Jurusan Pendidikan Agama Islam (PAI) UIN Walisongo Semarang adakan Peningkatan Kompetensi BTQ yang bertempat di Pondok Pesantren Al-Quran Al-Mizan pada (8-9/06/22).

Kegiatan tersebut di instrukturi oleh KH. Nurul Huda, S.Ag. (Pengasuh PP. Al-Quran Al-Mizan), dan diikuti oleh 10 peserta pelatihan bagi Mahasiswa PAI. Dalam kegiatan tersebut diselenggarakan melalui 5 Materi yang terbagi dalam sesi yang berbeda, meliputi: pelafalan huruf, bacaan tajwid, kaidah fawatihus suwar, jenis gharib, teknik mengajarkan Alquran dengan baik serta kaidah penulisan Al-quran.

Kegiatan tersebut diadakan guna membangun kecakapan dalam melaksanakan profesi keguruan PAI agar menjadi guru yang profesional. Seorang guru harus memiliki kapasitas mumpuni sesuai bidang keahlian yang ditekuninya. Mengingat begitu pentingnya kemampuan membaca Al-Qur’an bagi Lembaga pendidikan keagamaan termasuk tingkat perguruan tinggi, maka diperlukan adanya kesadaran dari pihak instansi, untuk memberikan bimbingan khusus kepada mahasiswa agar dapat menguasai ilmu Baca Tulis Al-Qur’an (BTQ).

Untuk itu mahasiswa Pendidikan Agama Islam (PAI) UIN Walisongo diharapkan mampu memahami dan menguasai ilmu baca tulis Al-Qur’an sebagai bekal mereka untuk menjadi guru agama yang profesional. Salah satu upaya yang ditempuh oleh jurusan PAI UIN Walisongo adalah memberikan kesempatan kepada mahasiswa untuk melaksanakan kegiatan Pelatihan Peningkatan kompetensi Baca Tulis Al-Qur’an (BTQ) bagi mahasiswa. Kegiatan tersebut diharapkan mampu menciptakan para calon guru agama yang berkompeten, berkualitas, cakap, terampil,dan memahami serta menguasai bidang tersebut.

Berkontribusi dalam Education Festival, HMJ PAI Kembali Gelar Lomba Dai Nasional

Dok. HMJ PAI

Himpunan Mahasiswa Jurusan Pendidikan Agama Islam (HMJ PAI) Universitas Islam Negeri Walisongo Semarang kembali adakan Lomba Dai Daiyah Nasional. Lomba ini digelar sejak Senin (02/05) hingga Selasa (07/06) lalu. Lomba yang digelar dalam rangka Education Festival 2022 ini puncaknya diadakan secara offline di Auditorium 2 Kampus 3 UIN Walisongo Semarang.

Pada Pagelaran Budaya dan Pengumuman Kejuaraan Education Festival 2022 yang diadakan Rabu (08/06) lalu terdapat tiga finalis yang berhasil menyandang gelar juara. Ketiga finalis tersebut adalah Mahdiyah Medina Fachruddin dari UIN Sunan Ampel Surabaya, Munsyidatun Nafi’ah Alkhoiriyyah dari STAI Khozinatul Ulum Blora, dan Muhammad Rizal Pahlevy dari IAIN Syekh Nurjati Cirebon.

Koordinator divisi Internal HMJ PAI, Fathul ‘Allam menyampaikan bahwa anggotanya sempat mengalami kendala dalam menyiapkan lomba tersebut.

“Hal pertama yang saya rasakan sebagai salah satu panitia lomba ini yaitu, kaget karena perubahan tranformasi dari online saja ke online-offline, Sehingga dari kami sedikit terkendala terkait persiapan yang dibutuhkan dalam menyelenggarakan kegiatan ini. Terkait pengumuman juara, Alhamdulillah dilaksanakan dengan tepat bersama DEMA FITK UIN Walisongo Semarang”  tutur ‘Allam.

  1. Faza Nasrullah selaku Ketua Panitia Lomba Dai Nasional juga menuturkan bahwa tak hanya untuk memeriahkan Education Festival 2022 yang diselenggarakan oleh DEMA FITK UIN Walisongo. Lomba ini juga bertujuan untuk menggali bakat dan potensi para peserta lomba dalam bidang dakwah Islamiyyah serta membentuk karakter dan kepercayaan diri oleh peserta. Hal ini tentunya tertuang dalam kriteria penilaian yang dilakukan oleh juri.

Tahapan penilaian yang dilakukan oleh Syarif Hidayat, S.Pd dan Slamet Riyanto, S.Pd ini meliputi penampilan (40%) berupa kesesuaian isi dengan tema, dalil, gaya dan komunikatif pada saat penyampaian materi. Vokal (30%) berupa suara, intonasi dan kefasihan saat menyampaikan materi. Serta, Adab (30%) berupa sikap dan pakaian yang dikenakan saat penyampaian materi.

Peserta Lomba Dai Nasional sendiri mencapai 13 peserta dari berbagai daerah seperti Semarang, Blora, Purwokerto, Cirebon, Surabaya dan masih banyak lagi. Medina salah satu peserta asal Surabaya yang berhasil meraih juara 1 ini menyampaikan bahwa menjadi dai adalah cara untuk menjadi orang yang bermanfaat dengan mensyiarkan kebaikan terutama ajaran Islam. Ia juga menyiapkan materi berdasarkan referensi terpercaya serta berusaha memahami materi yang ia sampaikan.

“Saya ucapkan terimakasih kepada seluruh jajaran direksi, petinggi, staf UIN Walisongo, serta para panitia dan dewan juri yang sudah menyelenggarakan acara ini. Yang mana menurut saya acara ini sangat bermanfaat terutama bagi generasi milenial, mahasiswa,  mahasiswi,  agar mereka terus mengasah bakat mereka dan berusaha untuk menjadi orang yang bermanfaat bagi sesamanya” sambung Medina.

Bersama Prof. Dr. Ednan Aslan, M.A. Jurusan PAI Adakan Guest Lecturer

dok. PAI

Semarang – Jurusan Pendidikan Agama Islam (PAI) UIN Walisongo gelar Guest Lecturer bertajuk “Islamic Education as an Interdisciplinary Subject” pada Selasa (8/6). Kegiatan ini diselenggarakan secara offline yang diikuti oleh mahasiswa kelas internasional jurusan PAI. Kegiatan Guest Lecturer yang digelar merupakan kegiatan kedua pasca diundangnya Prof. Dr. Abdalla, Ph.D. bulan lalu.

Guest Lecturer Class diawali dengan sambutan Wakil Dekan I, Dr. Mahfud Junaedi, M.Ag. Dalam sambutannya ia menyampaikan bahwa kegiatan dosen tamu dari luar negeri akan memberikan kontribusi dalam meningkatkan atmosfer internasional di Jurusan PAI dan Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan UIN Walisongo.

“Ini adalah kesempatan baik bagi mahasiswa International Class Program (ICP) Jurusan PAI untuk mengasah kemampuan bahasa dan meningkatkan wawasan pengetahuan bersama dosen bertaraf internasional”, imbuhnya.

Hadir sebagai dosen tamu pada kegiatan ini adalah Prof. Dr. Ednan Aslan, M.A., guru besar pendidikan pada University of Vienna. Ia memaparkan bahwa sebuah disiplin keilmuan bisa dikatakan sebagai sains paling tidak harus memiliki tiga unsur, yakni subjek kajian yang spesifik, mengungkap keteraturan (discovering regularities) fenomena, dan merangkai teori (designing theories).

dok. PAI

Dalam rangka mendesain pendidikan Islam sebagai ilmu yang interdisipliner, menurut Prof. Dr. Ednan bisa dilakukan melalui beberapa strategi. Diantaranya adalah dengan pendekatan hermeunetik, riset empiris, dan kritik ideologi (ideology critique).

Penelitian hermeneutik adalah tentang interpretasi dan pembuatan akal. Relevansi praktis dari hermeneutika dapat dilihat pada kenyataan bahwa tindakan pendidikan dalam RE harus dimaknai secara cahaya teologi dan tradisi Islam. Tindakan Tuhan tidak harus didefinisikan secara statis atau budaya yang tidak berubah. Ia ingin diinterpretasikan dalam konteks sejarah yang baru.

Penelitian empiris tertarik untuk menghasilkan pernyataan berdasarkan pengalaman. Dalam agama penelitian pendidikan yang minatnya adalah untuk menambah pengetahuan teoritis. Sebuah pendekatan terhadap realitas adalah mungkin melalui pekerjaan empiris. Makna argumen teologis tidak hanya harus berspekulasi tentang, tetapi teologi harus berjuang untuk elisitasi sistematis-empirisnya. Penelitian empiris tertarik untuk menghasilkan pernyataan berdasarkan pengalaman. dalam agama penelitian pendidikan yang minatnya adalah untuk menambah pengetahuan teoritis. Sebuah pendekatan terhadap realitas adalah mungkin melalui pekerjaan empiris. Makna argumen teologis tidak hanya harus berspekulasi tentang, tetapi teologi harus berjuang untuk elisitasi sistematis-empirisnya.

Kritik ideologi memulai proses refleksi diri dengan cara kritik ideologi untuk memeriksa kesadaran yang tidak reflektif menjadi kesadaran kritis dan untuk membebaskan subjek dari ketergantungan. Bagaimana Quran disalahgunakan? Dimensi ideologi kritis dan penelitian agama-didaktik mencoba menggunakan pendekatan profetik-kritis potensi dan untuk mengantisipasi keberpihakan opsional Tuhan.

Penulis : Dr. Kasan Bisri, MA. (Sekretaris Jurusan PAI)

Menjadi Tuan Rumah, PAI UIN Walisongo Terima Kunjungan PAI UIN Salatiga

dok. Kominfo PAI

Semarang-Jurusan Pendidikan Agama Islam UIN Walisongo menerima kunjungan dosen dan mahasiswa dari Prodi Pendidikan Agama Islam UIN Salatiga. Silaturahmi dengan mengangkat tema “Membangun Relasi, Menguatkan Komunikasi guna Tingkatkan Kualitas Organisasi” ini dilaksanakan pada hari sabtu (04/06) bertempat di Aula Dekanat Lantai 3 FITK.

Ketua Jurusan PAI UIN Walisongo menyambut dan menyampaikan ucapan selamat datang pada rombongan yang berjumlah 34 orang tersebut.

“Kunjungan dari PAI UIN Salatiga menjadi langkah yang baik untuk memperkuat kerja sama dua lembaga, pada level dosen dan juga level mahasiswa”, tutur Dr. Fihris, M.Ag.

Marwanto, M.Pd. selaku dosen pendamping dari PAI UIN Salatiga juga menyampaikan terima kasih atas diterimanya rombongan.

“Tujuan silaturahmi ini adalah untuk memperkuat jalinan dua lembaga, PAI UIN Salatiga dan PAI UIN Walisongo. Dua lembaga ini memiliki sejarah panjang dan sudah seperti saudara, sehingga perlu menjalin kolaborasi di berbagai aspek. Dari kunjungan ini diharapkan bisa di tindaklanjuti dengan kegiatan yang produktif lainnya ”, ujarnya.

dok. PAI

Kegiatan ini dilanjutkan dengan penyerahan cindera mata dari dua belah pihak. Setelah itu dilanjutkan dengan diskusi santai antar himpunan mahasiswa jurusan PAI tentang program kegiatan yang bisa dikolaborasikan secara bersama.

Penulis : Dr. Kasan Bisri, MA. (Sekretaris Jurusan PAI)