Kunjungan KKL Ke PT Cening Bagus Sejahtera

Pada hari Jumat, 2 Mei 2024, Program Studi Pendidikan Agama Islam (PAI) Universitas Islam Negeri (UIN) Walisongo Semarang telah melaksanakan kegiatan Kuliah Kerja Lapangan (KKL) di PT Cening Bagus Sejahtera, Bali.

Kegiatan ini dihadiri oleh para mahasiswa beserta dosen pembimbing, serta disambut hangat oleh Manajer PT Cening Bagus Sejahtera, Bapak Rahmat Ismail.

Dalam penyampaiannya, Bapak Rahmat Ismail menekankan bahwa dalam konteks apa pun, kesuksesan harus selalu dimulai dengan ridho dari orang tua.

“Dalam konteks apa pun, kesuksesan harus selalu dimulai dengan ridha dari orang tua, karena ridha Allah terletak pada ridha orang tua,” ucapnya.

Beliau juga membagikan tips penting dalam mengembangkan usahanya di bidang oleh-oleh khas Bali, salah satunya adalah pentingnya memiliki kemauan untuk terus belajar dan memperbaiki diri.

“Memiliki kemauan untuk terus belajar dan memperbaiki diri adalah hal yang sangat penting, dan kunci kesuksesan lainnya adalah kemampuan dalam mengelola manajemen usaha dengan baik,” tambahnya.

Beliau memaparkan bahwasanya kemampuan manajemen yang baik mencakup lima aspek penting.

“Kemampuan manajemen yang baik haruslah mencakup lima aspek penting. Pertama, manajemen waktu yakni menjaga hubungan baik dengan Allah (hablum minallah) dan sesama manusia (hablum minannas). Kedua, manajemen keuangan yakni mengatur pemasukan dan pengeluaran usaha dengan cermat. Ketiga, manajemen administrasi dan personalia yakni memastikan dokumen dan pengelolaan karyawan berjalan tertib. Keempat, manajemen sumber daya manusia (SDM) dan tenaga kerja yakni memaksimalkan potensi tenaga kerja sesuai kemampuan. Dan yang terakhir manajemen sarana dan prasarana yakni menjaga fasilitas penunjang agar selalu memadai dan mendukung jalannya usaha,” jelasnya.

Dengan terlaksananya kegiatan Kuliah Kerja Lapangan (KKL) ini, diharapkan hubungan antara PT Cening Bagus Sejahtera dan UIN Walisongo Semarang semakin erat sehingga membuka peluang kerja sama yang bermanfaat di masa depan bagi kedua belah pihak serta seluruh mahasiswa yang terlibat.

Penulis: Aisyah Rosy Khumairo & Shofa (Kominfo HMJ PAI UIN Walisongo Semarang)

UIN Walisongo lakukan Kunjungan ke Pondok Pesantren Raudhatul Huffadz Tabanan dalam rangka kegiatan KKL Bali

Program Studi Pendidikan Agama Islam (PAI) Universitas Islam Negri (UIN) Walisongo Semarang melaksanakan kegiatan Kuliah Kerja Lapangan ( KKL) di Pondok Pesantren RAhdhatul Huffadz, Tabanan, Bali. Pada Jum’at (02/05/2024).

Ada pula sambutan dari Ibu Ketua Program Studi Pendidikan Agama Islam Uin Walisongo Semarang, Ibu Dr. Hj. Fihris, M.Ag Mengatakan, bahwa pondok pesantren Raudhatul Huffadz merupakan pondok yang sangat hebat karena dapat berdiri sudah selama kurang lebih 45 tahun di Bali yang notabenya Islam sebagai penduduk minoritas

“Harapan saya dengan adanya kunjungan KKL UIN Walisongo ini dapat menjadikan relasi antara Ponpes Raudhatul Huffadz dan UIN Walisongo Semarang. Jika memang berkenan semoga nanti mahasiswa dapat tetap bersilaturahmi dengan cara magang atau apapun disini dan dapat menebarkan kebaikan serta Ilmunya kelak,” ucapnya.

Setelahnya sambutan dari Bapak ketua yayasan Pondok Pesantren Raudhatul Huffadz, Bapak H. Ainun Ni’am mengatakan dalam sambutannya yaitu

Umat Islam bukan menjadi minoritas di Bali tetapi umat terbesar kedua setelah penganut agama mayoritas di Bali. Umat Islam di Bali walaupun minoritas tetapi sejatinya kita bukan minoritas. Eksistensi dari minoritas nya umat Islam di Bali sebetulnya sangat dipedulikan dan dilestarikan melalui kompromi antara tokoh masyarakat dengan para tokoh/pemimpin daerah,” kata beliau.

Setelahnya sambutan dari Bapak pengasuh pondok pesantren Raudhatul Huffadz Bapak K.H Noor Hadi, Al-Hafidz memaparkan bahwasannya
Sebagai pengasuh pondok sudah seharusnya menjamin kehidupan santri, beberapa jaminan kehidupan santri yaitu, Keamanan, bagi anak pesantren kata aman itu harus terwujud, karena keamanan adalah sebuah pondasi untuk kehidupan santri, Selain keamanan kita juga harus memperhatikan tentang hafalan santri agar dapat menjadikannya bermanfaat bagi santri sendiri maupun ummat”

Kebersamaan yang tercipta dari kolaborasi adalah hal yang sangat bermanfaat bagi kedua belah pihak yang bersangkutan. Dengan belajar bersama dan memahami karakteristik dari masing-masing antara Pondok Pesantren dan Universitas pastilah kegiatan ini telah memberikan kenangan yang saling memberi manfaat di kedua belah pihak.

Setelahnya acara pembukaan kunjungan ini ditutup dengan do’a bersama yang dipimpin oleh Bapak pengasuh yayasan Pondok Pesantren Raudhatul Huffadz, Bapak H. Ainun Ni’am kemudian dilanjut kembali dengan acara inti dengan pemaparan materi dari perwakilan Ponpes Raudhatul Huffadz dan UIN Walisongo.

Penulis: Zanoba Citraningtyas (HMJ PAI UIN Walisongo Semarang)