Membincang Prospek PAI, Kuswatun Kasanah : Mahasiswa PAI Tidak Harus Jadi Guru

dok. KOMINFO

Semarang, Kajian Rutin PAI (KANTIN PAI) diadakan secara virtual melalui media Zoom, Sabtu (22/05).

KANTIN PAI  yang diadakan kali ini membincang tentang “Prospek PAI di Era Kekinian” dengan tujuan memberikan pemahaman kepada mahasiswa jurusan PAI bahwa mahasiswa atau alumni PAI tidak hanya bisa bergerak di bidang keagamaan, tapi banyak di bidang lainnya. Hal ini selaras dengan yang disampaikan oleh anggota PKKP Jateng Kuswatun Kasanah “Baik mahasiswa ataupun alumni PAI tidak melulu harus menjadi guru agama, penceramah, penulis buku. Tapi, juga bisa menjadi seorang enterpreuner yang bisa diandalkan.”

 Dalam kesempatan diskusi ini Kuswatun menegaskan bahwa bakat yang ada di dalam diri harus tetap diasah, agar menjadi penunjang skill yang ada dalam diri seseorang.

 “Bakat yang ada di dalam diri kita ini harus diasah, bisa juga dengan mencari event-event perlombaan, misal kita punya bakat nulis nih ya udah cari event-event menulis. Sesuaikan event sama bakat yang kita punya. Terus gimana kalo kita kalah dalam eventnya? Nah ini, yang sering bikin semangat memudar. Tapi bukan anak PAI namanya kalo gagal terus menyerah. Jadi, jika mengalami kegagalan tidak menyerah dan pasrah.” Ujarnya.

 Kemudian di akhir sesi diskusi Kuswatun Kasanah menyampaikan pesan untuk mahasiswa PAI.

 “Jadilah PERINTIS bukan Pewaris, Jadilah PELOPOR bukan Pengekor, Jadilah TELADAN bukan telatan, Jadilah PENGAIS bukan pengemis, Jadilah PENGGERAK bukan penggertak, Jadilah LUAR BIASA bukan biasa di luar, Jadilah PEMAIN bukan permainan. Selamat  menjadi warna baru sebagai  mahasiswa di era masa kini dan menjadi wajah baru serta alumni di masa yang akan datang.” Tutupnya.

Penulis : Azka Nurfadila (Kominfo HMJ PAI 2021)