Bangkitkan Reputasi, Melalui Karya Ilmiyah, HMJ PAI Selenggarakan Workshop Kepenulisan Artikel

Himpunan Mahasiswa Jurusan Pendidikan Agama Islam (HMJ PAI) Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan (FTIK) Selenggarakan Acara Workshop Kepenulisan Artikel pada Jumat (22/05) di Gedung Teater IsDB FTIK Lt.3 Kampus 3 Universitas Islam Negeri Walisongo Semarang.

Acara ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan menulis artikel yang baik dan sesuai kaidah. Kegiatan ini terbuka untuk umum dan dihadiri oleh Ketua Jurusan PAI, Wakil Dekan III FTIK, narasumber, moderator, pengurus HMJ PAI, serta peserta dari delegasi kelas dan ormawa.

Kegiatan diawali dengan pembukaan oleh pembawa acara, dilanjutkan pembacaan doa dan rangkaian sambutan. Acara kemudian memasuki sesi inti berupa workshop kepenulisan artikel ilmiah yang membahas kaidah penulisan, struktur artikel, hingga tata cara submit artikel.

Ketua Pelaksana, Widya Cantika Putri menyampaikan bahwa workshop kepenulisan artikel ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan literasi peserta melalui penyusunan artikel ilmiah yang disertai penyampaian materi dan sesi praktik.

“Workshop kepenulisan artikel ini bertujuan meningkatkan pengetahuan dan keterampilan literasi melalui penyusunan artikel ilmiah. Dalam workshop ini akan ada penyampaian teori dari narasumber serta sesi praktik agar peserta dapat memahami materi lebih mendalam,” ungkapnya.

Ketua HMJ PAI, Muhammad Aidil Maghfur menyampaikan bahwa menulis artikel sangat penting bagi mahasiswa, baik yang belum lulus maupun yang sudah lulus, dan dengan menerbitkan artikel, mahasiswa bisa lulus tanpa skripsi.

“Menulis artikel sangat penting bagi mahasiswa, baik yang belum lulus maupun yang sudah lulus, dan dengan menerbitkan artikel, mahasiswa diperbolehkan lulus tanpa mengerjakan skripsi,” jelasnya.

Ketua Jurusan PAI, Ibu Hj. Zulaikhah, M.Ag., M.Pd., menyampaikan bahwa workshop tersebut sangat bermanfaat bagi mahasiswa, terutama dalam mendukung penyelesaian tugas akhir non skripsi melalui penulisan artikel ilmiah.

“Ini sangat menguntungkan bagi mahasiswa karena tugas akhir tidak hanya dalam bentuk skripsi, tetapi ada juga tugas akhir non skripsi, salah satunya menulis artikel. Manfaatkan acara ini sebaik-baiknya agar ada hasilnya, karena nantinya narasumber akan memberikan teknik-teknik yang efektif dalam menulis,” tuturnya.

Sambutan berikutnya disampaikan oleh Wakil Dekan III FTIK, Bapak Dr. Drs. H. Karnadi, M.Pd., yang menekankan pentingnya proses belajar dan ketekunan dalam menulis artikel ilmiah meskipun menghadapi berbagai tantangan.

“Hampir semua orang bisa menulis, tetapi menulis artikel tidak semua orang bisa karena itu harus dipelajari. Dalam prosesnya, Anda akan mengalami jalan yang berliku, mulai dari submit hingga ditolak, tetapi jangan putus asa dan harus terus mencoba lagi. Karena resepnya orang menulis artikel adalah mencoba, gagal lebih baik daripada gagal mencoba,” pesannya.

Usai rangkaian sambutan, acara kemudian memasuki sesi inti berupa Workshop Kepenulisan Artikel dengan menghadirkan Nazih Sadatul Kahfi, M.Pd. selaku narasumber. Workshop tersebut dipandu oleh Yusron Nur Hadi, S.Pd., selaku moderator.

Nazih Sadatul Kahfi, M.Pd. selaku narasumber, pada awal pemaparannya menyampaikan bahwa menulis merupakan cara meninggalkan jejak sejarah dan karya yang akan terus dikenang. Ia juga menekankan pentingnya ide dalam sebuah tulisan.

“Ketika kita menulis, berarti kita sedang menuliskan sejarah dan meninggalkan jejak agar karya kita tetap dikenang meskipun kita sudah tidak ada. Ulama terdahulu dikenal bukan karena nama besarnya, tetapi karena karya dan peninggalan ilmiahnya. Yang paling penting adalah bagaimana ide dituangkan dalam tulisan, karena ide itulah yang mahal, bukan sekadar cara menulisnya,” jelasnya.

Setelah sesi pemaparan materi dan praktik selesai, acara dilanjutkan dengan sesi tanya jawab, dokumentasi, serta penyerahan kenang-kenangan kepada narasumber dan moderator sebelum akhirnya acara ditutup oleh pembawa acara.

Penulis: Alan Tsalits Kholifatustsani

Menuju Keunggulan melalui Integrasi Keilmuan, HMJ PAI Selenggarakan Olimpiade Cendekiawan Muslim Season 2

Himpunan Mahasiswa Jurusan Pendidikan Agama Islam (HMJ PAI) Selenggarakan Olimpiade Cendekiawan Muslim Season 2 pada Rabu (13/5/26) di Teater IsDB FTIK Universitas Islam Negeri Walisongo Semarang.

Acara ini mengangkat tema “Cendekiawan Muslim Menuju Keunggulan Peradaban melalui Integrasi Keilmuan” yang dihadiri oleh Ketua Jurusan, Jajaran Dosen, dan para peserta lomba OCM Tingkat Nasional SMP/MTs Sederajat dan SMA/MA Sederajat, serta dihadiri Para Juri Olimpiade.

Ketua panitia, Rasid Pranama Putra mengucapkan selamat datang dan terima kasih kepada seluruh pihak, serta berharap para peserta mampu mengikuti lomba sampai akhir, karena menang atau kalah itu bukan hal utama, tetapi keberanian adalah kemenangan sejati

“Saya ucapkan selamat datang kepada para peserta di kampus ini, dan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah berkenan mengsukseskan acara ini, serta saya berharap kepada para peserta lomba agar mampu mengikuti lomba sampai akhir, karena menang atau kalah itu bukan hal utama, tetapi keberanian adalah kemenangan sejati,” ungkapnya. 

Ketua Umum HMJ PAI, Muhammad Aidil Maghfur memberikan pesan kepada para peserta lomba untuk menjaga suportifitas dan berharap apa yang dipersiapkan menjadi hasil seperti yang diiinginkan.

“Saya berpesan kepada para peserta lomba untuk menjaga supotifitas, dan berharap apa yang kalian persiapkan menjadi hasil seperti yang kalian inginkan,” jelasnya.

Acara dilanjutkan dengan pembacaan peraturan lomba oleh panitia yang bertugas, lalu para peserta diberikan waktu jeda, kemudian perlombaan dimulai dari jenjang SMP/MTs Sederajat.

Sesi pertama, semua peserta lomba mengerjakan soal tertulis dalam waktu yang ditentukan, kemudian dikumpulkan ke panitia.

Sesi kedua, semua peserta lomba mengerjakan soal benar atau salah dengan ketentuan yang diberikan panitia.

Sesi ketiga, semua peserta mengerjakan soal jawaban singkat dengan rincian 15 soal sesuai ketentuan yang diberikan panitia.

Sesi terakhir, semua peserta lomba mengerjakan soal dengan jawaban rebutan sesuai dengan ketentuan yang diberikan panitia. 

Selanjutnya menuju babak final yang diikuti oleh 5 peserta, dan pemenangnya untuk jenjang SMP/MTs Sederajat adalah Batrisya Raihanah Prabowo dari SMP Islam Hidayatullah Banyumanik Semarang.

Selanjutnya perlombaan untuk jenjang SMA/MA Sederajat dengan rincian sesi soal seperti jenjang SMP/MTs Sederajat, dan pemenang lomba untuk jenjang SMA/MA Sederajat adalah Fattya Rahmaniya dari MA Darul Huda Ponorogo.

Acara dilanjutkan dengan pemberian penghargaan lomba, lalu ditutup dengan pembacaan doa.

Penulis: Wildan Muhlisin 

HMJ PAI FTIK UIN Walisongo Gelar Seminar Beasiswa Indonesia Bangkit untuk Bekali Strategi Lolos Seleksi

Himpunan Mahasiswa Jurusan Pendidikan Agama Islam (HMJ PAI) Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan (FTIK) menyelenggarakan Seminar Beasiswa Indonesia Bangkit (BIB) dengan tema “Roadmap Lolos Beasiswa: Mempersiapkan Diri Sejak Dini” pada Rabu (13/5) bertempat di Gedung Teater IsDB FTIK Lantai 3 Kampus 3 Universitas Islam Negeri Walisongo Semarang.

Acara ini diselenggarakan untuk memberikan wawasan seputar program Beasiswa Indonesia Bangkit serta membantu peserta memahami strategi dan persiapan dalam menghadapi proses seleksi beasiswa. Kegiatan ini terbuka untuk umum dan dihadiri oleh Sekretaris Jurusan PAI, narasumber, moderator, pengurus HMJ PAI, serta peserta dari kalangan pelajar dan mahasiswa.

Kegiatan diawali dengan pembukaan oleh pembawa acara, dilanjutkan dengan pembacaan doa, menyanyikan lagu Indonesia Raya, serta rangkaian sambutan sebelum memasuki acara inti.

Shindy Nur Rohmah, selaku ketua pelaksana, menyampaikan bahwa Seminar Beasiswa Indonesia Bangkit diselenggarakan sebagai wadah untuk memberikan wawasan dan motivasi kepada peserta terkait peluang beasiswa serta persiapan dalam mengikuti proses seleksi.

“Tujuan dari seminar ini adalah untuk memberikan informasi, wawasan, serta motivasi kepada peserta mengenai peluang Beasiswa Indonesia Bangkit. Kegiatan ini juga diharapkan dapat membantu peserta memahami proses persiapan pendaftaran serta mendorong peserta untuk meningkatkan kualitas diri agar dapat meraih kesempatan dan masa depan yang lebih baik,” ujarnya.

Aidil Maghfur, selaku Ketua HMJ PAI, menyampaikan pentingnya memahami alur dan persiapan dalam mengikuti program Beasiswa Indonesia Bangkit. Ia menyebut seminar ini sebagai kesempatan untuk memperoleh informasi terkait proses pendaftaran beasiswa.

“Pada seminar kali ini, narasumber akan memaparkan tips dan trik dalam mengikuti serta mempersiapkan pendaftaran Beasiswa Indonesia Bangkit agar peluang lolos seleksi dapat lebih maksimal. Selain itu, narasumber juga merupakan Pengurus Nasional Cakrawala Indonesia Bangkit (CIB) sehingga peserta diharapkan dapat memperoleh informasi dan gambaran yang lebih mendalam terkait proses seleksi beasiswa,” ungkapnya.

Bapak Moh. Syakur, M.S.I selaku Sekretaris Jurusan Pendidikan Agama Islam, menyampaikan bahwa memperoleh beasiswa memerlukan strategi dan kesiapan yang matang, tidak hanya bergantung pada kemampuan akademik.

“Untuk bisa lolos beasiswa tentu tidak mudah karena diperlukan strategi dan persiapan yang baik. Banyak pelajar maupun mahasiswa yang memiliki kemampuan akademik tinggi, tetapi belum tentu mendapatkan kesempatan beasiswa. Beasiswa bukan hanya sarana untuk melanjutkan pendidikan, tetapi juga menjadi motivasi dan bentuk kesiapan diri untuk memberikan kontribusi dalam pendidikan dan syiar Islam,” tuturnya.

Setelah rangkaian sambutan, acara dilanjutkan dengan sesi inti berupa Seminar Beasiswa Indonesia Bangkit yang menghadirkan Widodo Febri Utomo, M.Pd. selaku Pengurus Nasional Cakrawala Indonesia Bangkit (CIB) sebagai narasumber dan dipandu oleh Rizka Febri Melindasari, S.Pd. selaku moderator.

Widodo Febri Utomo, M.Pd. selaku narasumber memaparkan materi mengenai alur dan proses seleksi Beasiswa Indonesia Bangkit, mulai dari jalur pendaftaran hingga tahapan seleksi wawancara. Peserta juga diajak memahami strategi menghadapi seleksi melalui pembahasan beberapa contoh soal akademik.

“Seleksi Beasiswa Indonesia Bangkit bukan hanya tentang melengkapi persyaratan administrasi, tetapi juga bagaimana mempersiapkan diri dalam menghadapi setiap tahapan seleksi. Mulai dari penugasan, tes akademik, hingga wawancara, semuanya memerlukan strategi dan kesiapan yang matang agar peluang lolos bisa lebih besar,” jelasnya.

Usai seminar Beasiswa Indonesia Bangkit, acara dilanjutkan dengan sesi tanya jawab, dokumentasi, dan foto bersama. Kegiatan kemudian ditutup dengan penyerahan cendera mata kepada narasumber dan moderator serta pengumuman juara dan penyerahan hadiah kepada para pelajar peserta Olimpiade Cendekiawan Muslim (OCM).

Penulis : Alan Tsalits Kholifatustsani

HMJ PAI FTIK UIN Walisongo Gelar Seminar Beasiswa Indonesia Bangkit untuk Bekali Strategi Lolos Seleksi

Himpunan Mahasiswa Jurusan Pendidikan Agama Islam (HMJ PAI) Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan (FTIK) menyelenggarakan Seminar Beasiswa Indonesia Bangkit (BIB) dengan tema “Roadmap Lolos Beasiswa: Mempersiapkan Diri Sejak Dini” pada Rabu (13/5) bertempat di Gedung Teater IsDB FTIK Lantai 3 Kampus 3 Universitas Islam Negeri Walisongo Semarang.

Acara ini diselenggarakan untuk memberikan wawasan seputar program Beasiswa Indonesia Bangkit serta membantu peserta memahami strategi dan persiapan dalam menghadapi proses seleksi beasiswa. Kegiatan ini terbuka untuk umum dan dihadiri oleh Sekretaris Jurusan PAI, narasumber, moderator, pengurus HMJ PAI, serta peserta dari kalangan pelajar dan mahasiswa.

Kegiatan diawali dengan pembukaan oleh pembawa acara, dilanjutkan dengan pembacaan doa, menyanyikan lagu Indonesia Raya, serta rangkaian sambutan sebelum memasuki acara inti.

Shindy Nur Rohmah, selaku ketua pelaksana, menyampaikan bahwa Seminar Beasiswa Indonesia Bangkit diselenggarakan sebagai wadah untuk memberikan wawasan dan motivasi kepada peserta terkait peluang beasiswa serta persiapan dalam mengikuti proses seleksi.

“Tujuan dari seminar ini adalah untuk memberikan informasi, wawasan, serta motivasi kepada peserta mengenai peluang Beasiswa Indonesia Bangkit. Kegiatan ini juga diharapkan dapat membantu peserta memahami proses persiapan pendaftaran serta mendorong peserta untuk meningkatkan kualitas diri agar dapat meraih kesempatan dan masa depan yang lebih baik,” ujarnya.

Aidil Maghfur, selaku Ketua HMJ PAI, menyampaikan pentingnya memahami alur dan persiapan dalam mengikuti program Beasiswa Indonesia Bangkit. Ia menyebut seminar ini sebagai kesempatan untuk memperoleh informasi terkait proses pendaftaran beasiswa.

“Pada seminar kali ini, narasumber akan memaparkan tips dan trik dalam mengikuti serta mempersiapkan pendaftaran Beasiswa Indonesia Bangkit agar peluang lolos seleksi dapat lebih maksimal. Selain itu, narasumber juga merupakan Pengurus Nasional Cakrawala Indonesia Bangkit (CIB) sehingga peserta diharapkan dapat memperoleh informasi dan gambaran yang lebih mendalam terkait proses seleksi beasiswa,” ungkapnya.

Bapak Moh. Syakur, M.S.I selaku Sekretaris Jurusan Pendidikan Agama Islam, menyampaikan bahwa memperoleh beasiswa memerlukan strategi dan kesiapan yang matang, tidak hanya bergantung pada kemampuan akademik.

“Untuk bisa lolos beasiswa tentu tidak mudah karena diperlukan strategi dan persiapan yang baik. Banyak pelajar maupun mahasiswa yang memiliki kemampuan akademik tinggi, tetapi belum tentu mendapatkan kesempatan beasiswa. Beasiswa bukan hanya sarana untuk melanjutkan pendidikan, tetapi juga menjadi motivasi dan bentuk kesiapan diri untuk memberikan kontribusi dalam pendidikan dan syiar Islam,” tuturnya.

Setelah rangkaian sambutan, acara dilanjutkan dengan sesi inti berupa Seminar Beasiswa Indonesia Bangkit yang menghadirkan Widodo Febri Utomo, M.Pd. selaku Pengurus Nasional Cakrawala Indonesia Bangkit (CIB) sebagai narasumber dan dipandu oleh Rizka Febri Melindasari, S.Pd. selaku moderator.

Widodo Febri Utomo, M.Pd. selaku narasumber memaparkan materi mengenai alur dan proses seleksi Beasiswa Indonesia Bangkit, mulai dari jalur pendaftaran hingga tahapan seleksi wawancara. Peserta juga diajak memahami strategi menghadapi seleksi melalui pembahasan beberapa contoh soal akademik.

“Seleksi Beasiswa Indonesia Bangkit bukan hanya tentang melengkapi persyaratan administrasi, tetapi juga bagaimana mempersiapkan diri dalam menghadapi setiap tahapan seleksi. Mulai dari penugasan, tes akademik, hingga wawancara, semuanya memerlukan strategi dan kesiapan yang matang agar peluang lolos bisa lebih besar,” jelasnya.

Usai seminar Beasiswa Indonesia Bangkit, acara dilanjutkan dengan sesi tanya jawab, dokumentasi, dan foto bersama. Kegiatan kemudian ditutup dengan penyerahan cendera mata kepada narasumber dan moderator serta pengumuman juara dan penyerahan hadiah kepada para pelajar peserta Olimpiade Cendekiawan Muslim (OCM).

Penulis : Alan Tsalits Kholifatustsani