Benchmarking PAI UAD ke PAI UIN Walisongo: Bahas Kolaborasi Tridarma & Internasionalisasi

Kunjungan Prodi PAI UAD ke Prodi PAI UIN Walisongo menjadi ruang silaturahmi akademik sekaligus penjajakan kerja sama Tridarma Perguruan Tinggi, dengan fokus pada penguatan internasionalisasi kurikulum dan pengelolaan program akademik. Kegiatan ini dilaksanakan pada Selasa, 10 Juni 2026, bertempat di Ruang Rapat Kantor Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan (FTIK) UIN Walisongo Semarang, Lantai 2 Dekanat (Kampus 2), kawasan Ngaliyan, Semarang (Jl. Prof. Hamka).

Pertemuan diikuti oleh 23 peserta (13 tamu dan 10 tuan rumah) dan berlangsung dalam suasana hangat, terbuka, serta berorientasi pada langkah tindak lanjut yang konkret. Rangkaian acara dipandu oleh Kaprodi Pendidikan Agama Islam (PAI) FTIK UIN Walisongo, Hj. Zulaikhah, M.Ag., M.Pd., yang sekaligus memimpin jalannya diskusi.

Melalui kunjungan ini, kedua pihak menegaskan komitmen untuk menjadikan forum silaturahmi sebagai titik awal penguatan jejaring kelembagaan. Secara umum, penjajakan kerja sama diarahkan pada aktivitas yang relevan dengan kebutuhan program studi, seperti pengembangan kurikulum, pengayaan perkuliahan melalui narasumber tamu, kolaborasi riset dosen-mahasiswa, hingga rancangan program pengabdian kepada masyarakat yang dapat dikerjakan bersama.

Poin Penting

  • Forum akademik diikuti 23 peserta: 13 tamu (Prodi PAI FAI UAD) dan 10 tuan rumah (Prodi PAI FTIK UIN Walisongo) bertemu di Ruang Rapat Lantai 2 Dekanat FTIK, Kampus 2.
  • Kolaborasi tridarma jadi prioritas: kerja sama diarahkan pada bidang pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat.
  • Internasionalisasi jadi fokus utama: diskusi menyoroti tata kelola kurikulum berorientasi internasional dan praktik pendukungnya.
  • Sharing praktik akademik: pembahasan meliputi PLP/magang, KKN terintegrasi PLP, pertukaran penguji, opsi tugas akhir non-skripsi, beban SKS, dan strategi kelulusan tepat waktu.
  • International Class Program (ICP) jadi topik khusus: pengalaman pengelolaan kelas internasional dibahas sebagai bahan pembelajaran bersama.

Kegiatan diawali dengan sambutan selamat datang dari tuan rumah. Hj. Zulaikhah, M.Ag., M.Pd. menyampaikan apresiasi atas kunjungan akademik tersebut dan menegaskan kesiapan Prodi PAI FTIK UIN Walisongo untuk membuka ruang kolaborasi antarinstitusi. Dalam pengantarnya, beliau menekankan semangat penerimaan tamu dan membangun jejaring akademik, dengan menyampaikan bahwa pihaknya “membuka pintu selebar-lebarnya” untuk para tamu, seraya berharap kunjungan semacam ini menghadirkan keberkahan dan penguatan kemitraan. Secara kelembagaan, Program Studi S1 Pendidikan Agama Islam di UIN Walisongo berada di bawah FTIK dan memiliki komitmen mencetak pendidik profesional di bidang pendidikan Islam.

Komitmen Kerja Sama dari Prodi PAI FAI UAD

Sambutan dari Kaprodi PAI Fakultas Agama Islam (FAI) Universitas Ahmad Dahlan (UAD), Yazida Ichsan, menegaskan adanya keinginan untuk memperkuat kerja sama lintas kampus dalam ranah akademik. Dalam penyampaiannya, beliau menekankan fokus kerja sama pada pelaksanaan Tridarma Perguruan Tinggi—pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat—sebagai ruang kolaborasi yang dapat dirancang bersama. Arah tersebut sejalan dengan penguatan peran Prodi PAI FAI UAD dalam pengembangan pendidikan agama Islam dan aktivitas akademik-kemahasiswaan yang terdokumentasi melalui kanal resmi program studi.

Transformasi Dua Arah: Saling Belajar dan Saling Adaptasi

Dekan FTIK UIN Walisongo, Prof. Abdurrahman, dalam sambutannya menekankan gagasan transformasi dua arah. Beliau menyampaikan bahwa praktik-praktik baik yang berkembang di masing-masing program studi dapat saling dipelajari dan diadaptasi. Dalam konteks ini, Prof. Abdurrahman menegaskan semangat “bisa saling bertransformasi” yang baik dari Prodi PAI FTIK UIN Walisongo dapat diadaptasi oleh Prodi PAI FAI UAD, dan sebaliknya.

Pesan tersebut menggarisbawahi bahwa kunjungan akademik tidak berhenti pada seremonial, melainkan menjadi ruang membangun budaya mutu melalui pembelajaran antarinstitusi. Dengan kerangka itu, diskusi diarahkan pada pemetaan kebutuhan, peluang, serta bentuk kegiatan kolaboratif yang realistis untuk dijalankan.

Prodi PAI UAD ke Prodi PAI UIN Walisongo: Fokus Diskusi ICP dan Internasionalisasi Kurikulum

Salah satu agenda utama adalah sesi berbagi (sharing) terkait pengelolaan ICP/International Class Program (ICP). Wakil Dekan I, Dr. Ahmad Muthohar, menyampaikan pemaparan dan membuka ruang dialog mengenai pengalaman penguatan kelas ICP sebagai bagian dari strategi internasionalisasi, termasuk aspek-aspek tata kelola akademik yang perlu disiapkan agar program berjalan efektif.

Dalam sesi diskusi dan tanya jawab, pihak Prodi PAI FAI UAD menggali beberapa aspek pengelolaan akademik yang dinilai strategis, antara lain:

  • internasionalisasi kurikulum dan penguatan pengalaman belajar;
  • pengelolaan magang/PLP;
  • skema KKN terintegrasi PLP;
  • kemungkinan pertukaran (exchange) penguji;
  • alternatif tugas akhir non-skripsi;
  • penataan beban SKS;
  • strategi mendorong kelulusan tepat waktu.

Rangkaian topik tersebut menunjukkan bahwa forum ini bukan semata kunjungan, melainkan upaya berbagi praktik baik (benchmarking) dan menyusun pemahaman bersama mengenai tata kelola program studi yang adaptif terhadap kebutuhan zaman dan arah pengembangan kelembagaan.

Penutup: Penguatan Silaturahmi dan Arah Tindak Lanjut

Kegiatan ditutup dengan penegasan komitmen untuk menjaga komunikasi dan membuka ruang kolaborasi lanjutan. Pada pertemuan ini belum dilakukan penandatanganan MoU/PKS; namun, kedua pihak sepakat untuk melanjutkan penjajakan kerja sama melalui penyusunan rencana kerja bersama sesuai kebutuhan institusi, baik pada bidang pendidikan, penelitian, maupun pengabdian kepada masyarakat.

Sebagai penutup, kedua pihak saling bertukar cinderamata sebagai simbol apresiasi dan penguatan silaturahmi. Dokumentasi kegiatan turut melengkapi catatan kunjungan ini sebagai bagian dari ikhtiar membangun kolaborasi akademik yang berkelanjutan.