HMJ PAI Selenggarakan Workshop Insight, Bekali Mahasiswa Keterampilan Media Pembelajaran Digital

Himpunan Mahasiswa Jurusan Pendidikan Agama Islam (HMJ PAI) Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan (FTIK) menyelenggarakan WORKSHOP INSIGHT (Workshop Innovation and Smart Technology for Education) pada Selasa (28/04) bertempat di Gedung Teater Soshum Lantai 3 Kampus 3 Universitas Islam Negeri Walisongo Semarang.

Acara ini dihadiri oleh Ketua Jurusan PAI, delegasi ormawa dan kelas, serta pengurus HMJ PAI.

Alan Tsalits Kholifatustsani, selaku ketua pelaksana, dalam sambutannya menyampaikan bahwa Workshop Insight bertujuan untuk meningkatkan pemahaman mahasiswa dalam membuat media pembelajaran yang kreatif, inovatif, dan sesuai dengan perkembangan zaman.

“Tujuan diadakannya workshop ini adalah untuk meningkatkan pemahaman mengenai bagaimana cara membuat media pembelajaran yang kreatif, inovatif dan relevan di zaman sekarang, sehingga nantinya kita semua sebagai calon pendidik tentunya agar bisa menciptakan pembelajaran yang interaktif,” ungkapnya.

Sambutan berikutnya disampaikan oleh Ketua Jurusan PAI, Hj. Zulaikha, M.Ag., M.Pd., beliau menekankan pentingnya memanfaatkan teknologi secara bijak di era digital untuk mendukung kemajuan pendidikan.

“Workshop Insight ini sangat penting untuk kebutuhan kita karena kita hidup diera digital, kita tidak bisa menutup mata apalagi sama sekali tidak memanfaatkan era ini untuk kemajuan dan kemaslahatan kita sebagai pendidik,”

Memasuki acara inti, Khoirul Umam selaku moderator membuka rangkaian pelatihan Workshop dengan tema “Digital Litercy for Islamic Educators: Membangun Media Pembelajaran yang Kreatif dan Adaptif”.

Arfian Hidayat selaku pemateri mengawali pemaparan tentang pentingnya inovasi media pembelajaran di era digital, khususnya dalam pembelajaran agama.

“Kalau pembelajaran agama masih hanya mengandalkan ceramah di era digital, maka yang terjadi bukan pemahaman, tapi kejenuhan, karena itu guru harus kreatif memanfaatkan media agar belajar jadi bermakna dan menyenangkan, salah satunya dengan media pembelajaran interaktif.” Jelasnya.

Pemaparan dilanjutkan dengan praktik berbagai game edukasi seperti WaygroundWordwall, dan Zep Quiz sebagai media pembelajaran interaktif.

Dalam sesi praktik, narasumber tidak hanya memperkenalkan fitur utama setiap platform, tetapi juga mengajak peserta untuk langsung membuat dan menggunakan game edukasi. Peserta turut mencoba mengerjakan hingga menyusun kuis secara mandiri, sehingga memperoleh gambaran praktis mengenai pemanfaatan media digital interaktif untuk meningkatkan keterlibatan dan efektivitas pembelajaran.

Usai pemaparan materi, acara dilanjutkan dengan sesi tanya jawab. Pada sesi ini, beberapa peserta mengajukan pertanyaan kepada pemateri, sehingga diskusi berlangsung dengan cukup interaktif.

Setelah sesi tanya jawab berakhir, rangkaian kegiatan workshop ditutup dengan doa bersama dan sesi foto bersama.

Penulis : Tiara Okta Fitriani 

PAI UIN Walisongo Gelar Program “PAI Mengajar” di TPQ Al-Ghofur Ngaliyan

Program Studi (Prodi) Pendidikan Agama Islam (PAI) UIN Walisongo Semarang berkolaborasi dengan TPQ Al-Ghofur Ngaliyan menggelar kegiatan PAI Mengajar dengan tema “Menebar Ilmu, Menanam Iman, Membangun Generasi Qur’ani Masa Depan”.

Kegiatan ini merupakan langkah strategis dalam membangun karakter dan akhlak mulia bagi para santri TPQ Al-Ghofur, Senin (20/4).

​Kegiatan yang berlangsung selama empat hari, mulai tanggal 20 hingga 23 April ini, merupakan wujud nyata komitmen PAI UIN Walisongo dan TPQ Al-Ghofur dalam meningkatkan kualitas pendidikan Islam serta pembentukan karakter anak sejak dini.

​Ketua Pelaksana Program, Akbar Daffa, dalam sambutannya menyampaikan bahwa tujuan utama kegiatan ini adalah untuk menambah wawasan baru sekaligus menjadi bekal kebaikan bagi santri di masa depan.

“Kegiatan ini merupakan langkah kecil dari kepedulian kita dalam berbagi ilmu dan kebaikan. Melalui kebersamaan ini, semoga kita dapat menebarkan nilai-nilai positif serta memberikan manfaat bagi sesama,” tuturnya.

​Rois Ali Maksum, S.Pd.I., selaku Kepala TPQ Al-Ghofur, turut menyampaikan apresiasi dan terima kasih atas kerja sama serta dedikasi para mahasiswa.

“Semoga ilmu yang dipraktikkan nanti bisa bermanfaat bagi semuanya, agar mereka tumbuh menjadi generasi yang cinta Al-Qur’an. Semoga program PAI Mengajar ini berjalan dengan sebaik-baiknya dan penuh berkah,” ucapnya.

Dalam program ini, para relawan mahasiswa PAI terjun langsung mengajarkan berbagai materi keagamaan. Sebagai penutup rangkaian kegiatan di hari terakhir, acara diakhiri dengan pemberian hadiah (reward) bagi para santri yang aktif selama mengikuti pembelajaran.

Penulis : Lana Husnunnihayah

Kunjungi Ponpes Raudhatul Huffadz Tabanan, Prodi PAI UIN Walisongo Gali Strategi Dakwah di Bali

Program Studi Pendidikan Agama Islam (PAI) Universitas Islam Negeri (UIN) Walisongo Semarang kembali melaksanakan kegiatan Kuliah Kerja Lapangan (KKL) di Pondok Pesantren Raudhatul Huffadz, Tabanan, Bali. Acara yang berlangsung khidmat ini dibuka dengan pembacaan Ummul Kitab, Al-Fatihah.

Dalam sambutannya, Sekretaris Jurusan PAI UIN Walisongo, Dr. Aang Kunaepi, menyampaikan bahwa kunjungan ini merupakan langkah strategis bagi mahasiswa untuk mempelajari peran nyata pesantren di tengah masyarakat yang heterogen.

“Harapan kami, barangkali teman-teman mahasiswa mendapatkan sesuatu ilmu dari pesantren Raudhatul Huffadz. Kedatangan kami ke sini tentunya ingin mendapatkan wawasan mengenai peranan ponpes ini dalam menyebarkan nilai-nilai keislaman,” ungkapnya.

Menyambut hangat kedatangan rombongan, Gus Khairun Ni’am mewakili keluarga besar Pondok Pesantren Raudhatul Huffadz menyampaikan apresiasinya atas kepercayaan pihak kampus yang rutin menjalin silaturahmi. Beliau juga memaparkan bagaimana harmoni umat beragama di Bali tetap terjaga.

“Muslim di sini merupakan mayoritas penduduk kedua di Bali. Harmoni yang turun ke kita dan ajaran-ajaran yang disebarkan oleh leluhur kami ini sangat berarti dan sangat dijaga dari dulu hingga sekarang. Kami sangat berterima kasih tempat kami yang sederhana ini sering dikunjungi oleh pihak UIN,” ujar Gus Khairun Ni’am.

Acara kemudian dilanjutkan dengan sesi tanya jawab yang berlangsung interaktif. Dalam sesi tersebut, Gus Khairun Ni’am memaparkan sejarah panjang berdirinya pondok pesantren hingga memberikan tips dan trik khusus bagi mahasiswa mengenai metode menghafal Al-Qur’an dengan baik dan benar.

Kunjungan ini ditutup dengan doa bersama yang dipimpin oleh Dr. H. Mustopa, M.Ag dengan harapan agar silaturahmi dan kolaborasi akademik ini terus memberikan manfaat bagi kedua belah pihak di masa depan.

Penulis: Lana Husnunnihayah

PAI UIN Walisongo Lakukan Kunjungan ke UNUJA dalam kegiatan Visiting Lecturer & Student Mobility

Program Studi Pendidikan Agama Islam (Prodi PAI) Universitas Islam Negeri (UIN) Walisongo Semarang melaksanakan kegiatan Visiting Lecturer & Student Mobility bertajuk “Membumikan Eko Teologi di Lingkungan Kampus dan Pesantren; Menegaskan Peran Manusia sebagai Khalifah Fil Ard” di Universitas Nurul Jadid (UNUJA), Probolinggo, Jawa Timur pada Sabtu (11/4/26).

Acara ini dihadiri oleh Para dosen PAI dan FAI, serta seluruh mahasiswa PAI yang mengikuti kegiatan KKL.

Kepala Jurusan FAI UNUJA, Dr. Ahmad Munif, M.Ag. mengucapkan selamat datang serta merasa sangat terhormat atas kedatangan mahasiswa UIN Walisongo.

“Selamat datang di UNUJA, kami merasa sangat terhormat, karena seringnya yang bertamu kesini dari kampus swasta, tetapi sekarang kedatangan tamu dari kampus negeri, dan semoga setelah kunjungan ini bisa ada follow di bidang penelitian juga pengabdian di masyarakat,” tuturnya.

Selanjutnya Kepala Jurusan PAI, Prof. Dr. Fihris M.Ag. menyampaikan rasa terima kasih terhadap pihak UNUJA yang telah menerima kunjungan kami yang notabenenya rombongan besar, serta berharap kunjungan ini membawa manfaat.

“Terima kasih tiada terhingga terhadap UNUJA yang telah menerima kami, yang notabenenya rombongan besar. Saya berharap kunjungan kami akan membawa manfaat dan wacana yang fresh untuk seluruh mahasiswa,” jelasnya.

Kemudian acara ditutup dengan penyerahan cendera mata dan doa.

Penulis : Wildan Mukhlisin (Kominfo HMJ PAI UIN Walisongo Semarang)