Internasionalisasi Pendidikan! Mahasiswa PAI UIN Walisongo Adakan Program Student Mobility ke UPSI Malaysia

Program Studi Pendidikan Agama Islam (PAI) Universitas Islam Negeri (UIN) Walisongo Semarang menggelar program Student Mobility ke Universiti Pendidikan Sultan Idris (UPSI), Malaysia, Selasa (9/9/2025).

Sebanyak empat mahasiswa S1 PAI turut serta dalam program ini, didampingi Ketua Jurusan S1 PAI Dr. Hj. Fihris, M.Ag., Dekan FITK Prof. Dr. Fatah Syukur, M.Ag., Wakil Dekan I Prof. Dr. H. Mahfud Junaedi, M.Ag., serta sejumlah delegasi dari Prodi S1 PBI dan S2 PAI.

Kehadiran rombongan UIN Walisongo disambut hangat oleh pimpinan akademik dan mahasiswa UPSI. Dalam sambutannya, Dekan profesor Madya Dr. Chanjarit Kaur a/p Swaran Singh menyampaikan bahwa kegiatan ini bertujuan mempererat kerja sama kedua kampus, khususnya dalam bidang bahasa dan pendidikan, melalui penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU).

“Lawatan ini diharapkan menjadi langkah awal memperkukuh kerja sama yang dapat diimplementasikan melalui berbagai kegiatan akademik di masa depan,” ungkap Dekan profesor Madya Dr. Chanjarit Kaur a/p Swaran Singh.

doc. culture performance di UPSI

Dekan FITK UIN Walisongo, Prof. Dr. Fatah Syukur, M.Ag., juga menyampaikan apresiasinya atas penyambutan hangat dari UPSI. Ia menekankan pentingnya keberlanjutan kerja sama lintas negara, tidak hanya di bidang pendidikan tetapi juga penelitian dan pengabdian kepada masyarakat (PkM)

“Semoga kegiatan ini bisa meluas ke berbagai bidang, khususnya riset dan pengabdian. Kami sangat berterima kasih atas sambutan ramah yang diberikan sejak awal kedatangan,” ujarnya.

Setelah sesi penyambutan, rombongan melanjutkan agenda dengan mengunjungi Museum UPSI serta mengikuti sejumlah kegiatan akademik dan budaya, seperti seminar internasional, poster presentation, dan cultural performance. Rangkaian kegiatan ini diharapkan memperkaya wawasan mahasiswa sekaligus menjadi ruang tukar informasi terkait pendidikan, bahasa, dan budaya antara Indonesia dan Malaysia.

Penulis : Firda Rahma Nuzula

Mahasiswa Pendidikan Agama Islam (PAI) UIN Walisongo Semarang Tampil di Universiti Pendidikan Sultan Idris (UPSI) Malaysia dengan Presentasi Poster dan Culture Performance Tari Dolanan Jawa.

Tanjong Malim Malaysia, Mahasiswa S1 Program Studi Pendidikan Agama Islam (PAI) Universitas Islam Negeri (UIN) Walisongo Semarang berhasil mencuri perhatian dalam kegiatan akademik internasional yang diselenggarakan di Universiti Pendidikan Sultan Idris (UPSI), Malaysia. Pada hari Selasa (9/9/2025). Selain mempresentasikan poster bertema Inclusive Education, mereka juga menampilkan culture performance berupa tari dolanan anak Jawa Tengah yang sangat kental nilai budaya dan kebersamaannya.

Dalam sesi akademik, mahasiswa S1 Program Studi Pendidikan Agama Islam (PAI) menampilkan poster mengenai urgensi pendidikan inklusif dengan judul “Inclusive Education for A Brighter Tomorrow. Mereka menekankan pentingnya akses pendidikan setara bagi seluruh peserta didik, termasuk mereka yang memiliki kebutuhan khusus. Melalui presentasi ini, mahasiswa tidak hanya menampilkan gagasan kreatif dalam desain poster, tetapi juga menyampaikan solusi nyata untuk mewujudkan pendidikan yang lebih adil, ramah, dan berkelanjutan. Gagasan poster ini disambut baik oleh audiens dari kalangan mahasiswa maupun pihak UPSI.

Tak hanya berhenti di ranah akademik, acara semakin semarak ketika mahasiswa UIN mempersembahkan tari dolanan Jawa pada sesi pertunjukan budaya. Tarian yang terinspirasi dari permainan tradisional anak Jawa ini membawa suasana hangat, riang, dan penuh nilai edukatif. Melodi gamelan yang mengiringi tarian menambah nuansa autentik, sehingga penonton dapat menikmati kekayaan budaya Indonesia secara langsung. Dalam penampilan culture performance ini mahasiswa S1 Pendidikan Agama Islam (PAI) berkolaborasi dengan mahasiswa S1 Pendidikan Bahasa Inggris (PBI).

Dr. Hj. Fihris, M.Ag., dosen pendamping kegiatan, menegaskan bahwa keikutsertaan mahasiswa dalam program internasional ini bukan hanya memperluas pengalaman akademik, tetapi juga memperkuat diplomasi budaya.

“Mahasiswa tidak hanya belajar dan berbagi gagasan tentang pendidikan inklusif, tetapi juga memperkenalkan budaya lokal Indonesia ke panggung internasional. Inilah wujud nyata soft diplomacy melalui pendidikan dan kesenian,” jelasnya.

Kegiatan presentasi poster dan culture performance di UPSI ini diharapkan dapat menjadi jembatan untuk memperkuat jejaring akademik antara dua pihak Perguruan Tinggi, sekaligus menginspirasi mahasiswa untuk terus berkontribusi dalam pengembangan budaya dan pendidikan inklusif di tanah air maupun kancah internasional.

Penulis: Firda Rahmatun Nuzula (Mahasiswa PAI UIN Walisongo)