Kunjungi Ponpes Raudhatul Huffadz Tabanan, Prodi PAI UIN Walisongo Gali Strategi Dakwah di Bali

Program Studi Pendidikan Agama Islam (PAI) Universitas Islam Negeri (UIN) Walisongo Semarang kembali melaksanakan kegiatan Kuliah Kerja Lapangan (KKL) di Pondok Pesantren Raudhatul Huffadz, Tabanan, Bali. Acara yang berlangsung khidmat ini dibuka dengan pembacaan Ummul Kitab, Al-Fatihah.

Dalam sambutannya, Sekretaris Jurusan PAI UIN Walisongo, Dr. Aang Kunaepi, menyampaikan bahwa kunjungan ini merupakan langkah strategis bagi mahasiswa untuk mempelajari peran nyata pesantren di tengah masyarakat yang heterogen.

“Harapan kami, barangkali teman-teman mahasiswa mendapatkan sesuatu ilmu dari pesantren Raudhatul Huffadz. Kedatangan kami ke sini tentunya ingin mendapatkan wawasan mengenai peranan ponpes ini dalam menyebarkan nilai-nilai keislaman,” ungkapnya.

Menyambut hangat kedatangan rombongan, Gus Khairun Ni’am mewakili keluarga besar Pondok Pesantren Raudhatul Huffadz menyampaikan apresiasinya atas kepercayaan pihak kampus yang rutin menjalin silaturahmi. Beliau juga memaparkan bagaimana harmoni umat beragama di Bali tetap terjaga.

“Muslim di sini merupakan mayoritas penduduk kedua di Bali. Harmoni yang turun ke kita dan ajaran-ajaran yang disebarkan oleh leluhur kami ini sangat berarti dan sangat dijaga dari dulu hingga sekarang. Kami sangat berterima kasih tempat kami yang sederhana ini sering dikunjungi oleh pihak UIN,” ujar Gus Khairun Ni’am.

Acara kemudian dilanjutkan dengan sesi tanya jawab yang berlangsung interaktif. Dalam sesi tersebut, Gus Khairun Ni’am memaparkan sejarah panjang berdirinya pondok pesantren hingga memberikan tips dan trik khusus bagi mahasiswa mengenai metode menghafal Al-Qur’an dengan baik dan benar.

Kunjungan ini ditutup dengan doa bersama yang dipimpin oleh Dr. H. Mustopa, M.Ag dengan harapan agar silaturahmi dan kolaborasi akademik ini terus memberikan manfaat bagi kedua belah pihak di masa depan.

Penulis: Lana Husnunnihayah

PAI UIN Walisongo Lakukan Kunjungan ke UNUJA dalam kegiatan Visiting Lecturer & Student Mobility

Program Studi Pendidikan Agama Islam (Prodi PAI) Universitas Islam Negeri (UIN) Walisongo Semarang melaksanakan kegiatan Visiting Lecturer & Student Mobility bertajuk “Membumikan Eko Teologi di Lingkungan Kampus dan Pesantren; Menegaskan Peran Manusia sebagai Khalifah Fil Ard” di Universitas Nurul Jadid (UNUJA), Probolinggo, Jawa Timur pada Sabtu (11/4/26).

Acara ini dihadiri oleh Para dosen PAI dan FAI, serta seluruh mahasiswa PAI yang mengikuti kegiatan KKL.

Kepala Jurusan FAI UNUJA, Dr. Ahmad Munif, M.Ag. mengucapkan selamat datang serta merasa sangat terhormat atas kedatangan mahasiswa UIN Walisongo.

“Selamat datang di UNUJA, kami merasa sangat terhormat, karena seringnya yang bertamu kesini dari kampus swasta, tetapi sekarang kedatangan tamu dari kampus negeri, dan semoga setelah kunjungan ini bisa ada follow di bidang penelitian juga pengabdian di masyarakat,” tuturnya.

Selanjutnya Kepala Jurusan PAI, Prof. Dr. Fihris M.Ag. menyampaikan rasa terima kasih terhadap pihak UNUJA yang telah menerima kunjungan kami yang notabenenya rombongan besar, serta berharap kunjungan ini membawa manfaat.

“Terima kasih tiada terhingga terhadap UNUJA yang telah menerima kami, yang notabenenya rombongan besar. Saya berharap kunjungan kami akan membawa manfaat dan wacana yang fresh untuk seluruh mahasiswa,” jelasnya.

Kemudian acara ditutup dengan penyerahan cendera mata dan doa.

Penulis : Wildan Mukhlisin (Kominfo HMJ PAI UIN Walisongo Semarang)

HMJ PAI UIN Walisongo Selenggarakan Diskusi Online, Soroti Progam Gizi hingga Kompetensi Guru untuk Pendidikan Berkualitas

Himpunan Mahasiswa Jurusan Pendidikan Agama Islam UIN Walisongo Semarang menyelengarakan diskusi online bertajuk “Pendidikan Berkualitas: Cukup dengan Gizi atau Dimulai dari Guru” Pada Sabtu (07/03).

Pertemuan virtual yang dimulai pukul 14.30 WIB dibuka oleh Akbar Dafa Al Fikri selaku pemandu jalannya acara, diskusi dipimpin oleh Muhammad Amar Akbarudin sebagai moderator dan diskusi diawali dengan pemaparan pengantar dari Fat Maulana untuk membuka arah pembahasan.

Selain pengurus HMJ PAI, forum ini juga dihadiri oleh mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia yang tergabung dalam jaringan Republik Besan dan Forsima PAI Jawa Tengah. 

Endy Prima Yusena selaku ketua pelaksana mengucapkan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah membantu hingga terselenggarakannya diskusi online. Ia juga menyampaikan bahwa kolaborasi yang terjalin menjadi bukti bahwa kerja sama dan kebersamaan dapat melahirkan kegiatan yang bermanfaat.

“Saya mengucapkan terimakasih yang sebesar-besarnya kepada seluruh pihak, yang telah mendukung terselenggarakannya kegiatan ini khususnya kepada Republik Besan dan Forsima yang telah berkolaborasi bersama, mensukseskan acara ini. Kolaborasi ini menjadi bukti bahwa melalui kerjasama dan kebersamaan kita dapat menghadirkan kegiatan yang bermanfaat serta memberikan ruang bagi mahasiswa untuk diskusi, bertukar pikiran dan menambah wawasan.”

Ketua umum HMJ PAI, Muhammad Aidil Maghfur dalam sambutannya menyampaikan bahwa diskusi online kali ini mengangkat tema yang relevan dan masih hangat diperbincangkan.

“Pada diskusi online siang hari ini kita mengangkat tema yang sangat luar biasa, yang masih hangat diperbincangkan, isu isu yang sangat hangat untuk kita diskusikan dan kita menambah wawasan baru dan ilmu baru nantinya dengan tema ini. Dengan tema Pendidikan Berkualitas: Cukup dengan Gizi atau Dimulai dari Guru.”

Muhammad Dzakil Fikri selaku perwakilan Republik Besan berharap diskusi ini tidak sekedar menjadi ruang bicara biasa, tetapi diharapkan mampu melahirkan gagasan yang bermanfaat. 

“Diskusi pada siang hari ini bukanlah diskusi yang hanya sebagai omong-omong biasa, tetapi hasil dari diskusi ini nantinya dapat kita buat dan kita rangkai menjadi suatu rekomendasi kebijakan yang mana inshaallah nantinya bisa menginspirasi.”

Dilanjutkan sambutan oleh perwakilan dari Forsima PAI Jawa Tengah, Akmal Rizka Wardana mengucapkan terimakasih kepada HMJ PAI UIN Walisongo atas ajakan kolaborasinya.

“Melihat tantangan-tantangan, apakah pendidikan akan ditunjang dengan gizi yang baik atau cukup dengan perbandingan guru yang lebih baik. Sekali lagi dari forsima sangat berterimakasih atas ajakan kolaborasi dari HMJ PAI UIN Walisongo.”

Sesi berikutnya diisi dengan pemaparan gagasan dari Fat Maulana yang membahas topik Pendidikan Berkualitas: Cukup dengan Gizi atau Dimulai dari Guru. Dalam pemaparannya, Fat Maulana menyampaikan keterkaitan antara aspek gizi dan pendidikan dalam membangun kualitas sumber daya.

“Jika kita berbicara tentang gizi, tentu akan ada 2 aspek yang perlu disebut. Pertama pendekatan kesehatan, pendidikan berkualitas dimulai dari anak yang sehat dan cukup gizi. Apakah ini statment yang dapat kita terima seutuhnya, atau dapat kita setujui? Belum tentu. Karna ada statment kedua yakni pendekatan pendidikan berkualitas dimulai dari guru yang berkompeten dan sistem pembelajaran yang baik. Artinya dua aspek ini bersinggungan secara erat dan tidak bisa dipisahkan , antara gizi dan juga pendidikan. Namun, mana yang lebih diprioritaskan sekarang?.”

Pemantik menjelaskan bahwa stunting dapat dicegah secara efektif pada masa 1000 hari pertama kehidupan atau segera setelah bayi dilahirkan. Ia memperingatkan bahwa kebutuhan gizi anak tidak terpenuhi pada periode emas tersebut, anak beresiko tinggi mengalami stunting. Oleh karena itu, ia menekankan agar pemerintah memberikan fokus utama pada pemenuhan gizi ini. 

Selain persoalan gizi, ia juga menyoroti permasalahan dalam sektor pendidikan, khususnya terkait kualitas dan distribusi guru di Indonesia. Menurutnya meskipun jumlah guru banyak, masalah utama terletak pada rendahnya kualifikasi dan kompetensi. Ia mencatat masih banyak guru yang belum memiliki sertifikasi atau keterampilan spesifik yang dibutuhkan untuk menunjang kualitas pendidikan. 

Ia menambahkan bahwa dalam teori pendidikan, guru merupakan faktor yang paling menentukan kualitas pembelajaran. Guru tidak hanya mengajar, tetapi berperan sebagai fasilitator, pembimbing serta pengembangan kemampuan kritis dan literasi siswa. Merujuk pada berbagai penelitian, ia menegaskan bahwa kualitas guru adalah faktor sekolah yang paling berpengaruh terhadap capaian pembelajaran (learning outcomes), sehingga sektor pendidikan dianggap memiliki peran krusian yang bahkan dimulai sebelum persoalan gizi. 

Di akhir pemaparannya, ia menyampaikan pesan bahwa pada dasarnya setiap program akan memberikan manfaat jika dijalankan dengan sistem dan tata kelola yang baik serta tidak merugikan pihak mana pun.

Sebagai penutup, ia mengutip sebuah pernyataan dari Malala Yousafzai serta filosofi pendidikan dari Ki Hajar Dewantara.

“Satu anak, satu guru, satu buku, dan satu pena mampu mengubah dunia, seperti filosofi Ki Hajar Dewantara pula sertiap tempat adalah sekolah dan setiap orang adalah guru, dari ruang belajar yang luas itulah kita membentuk generasi masa depan yang kita bentuk dengan 3A diasah pikirannya untuk mencerdaskan, diasihi hatinya untuk menguatkan dan diasuh kehidupannya untuk menghidupkan.”

Diskusi diakhiri dengan sesi foto bersama sebagai bentuk dokumentasi. Seluruh rangkaian acara berlangsung dengan lancar dan penuh antusias dari para peserta hingga penutup kegiatan.

Penulis : Tiara Okta Fitriani 

HMJ PAI Gelar Acara IHNA (Ihtifal Nuzulul Qur’an) dan Talk Show Qur’ani serta Buka Bersama dengan Mahasiswa PAI UIN Walisongo Semarang

Himpunan Mahasiswa Jurusan Pendidikan Agama Islam (HMJ PAI) Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan (FTIK) menyelenggarakan acara IHNA (Ihtifal Nuzulul Qur’an) dengan tema “Relevansi Nilai-Nilai Al-Qur’an dalam Kehidupan Generasi Muda” pada Sabtu (28/02) bertempat di Aula Dekanat Lantai 3 Kampus 2 Universitas Islam Negeri Walisongo Semarang.

Acara ini diselenggarakan untuk memperingati Nuzulul Qur’an dan memperkuat pengamalan nilai-nilai Al-Qur’an di bulan Ramadan. Kegiatan meliputi Sima’an Bil Ghoib, Talkshow Qur’ani, dan Buka Puasa Bersama. Acara ini dihadiri oleh peserta delegasi kelas dan pengurus HMJ PAI. 

Kegiatan diawali dengan Sima’an Bil Ghoib hingga khataman dan doa bersama, kemudian dilanjutkan salat Ashar berjamaah. Sesi talkshow dibuka oleh pembawa acara, dilanjutkan pembacaan ayat suci Al-Qur’an dan menyanyikan lagu Indonesia Raya sebelum rangkaian sambutan dan pemaparan materi.

Selia Arkhamia selaku Ketua Pelaksana menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah menyukseskan IHNA serta berharap kegiatan ini menumbuhkan kecintaan terhadap Al-Qur’an di lingkungan PAI.

“Terima kasih kepada seluruh tamu undangan, para hafiz dan hafizah, serta panitia yang telah berkontribusi dalam menyukseskan IHNA ini. Semoga kegiatan ini semakin menumbuhkan kecintaan kita terhadap Al-Qur’an dan melahirkan generasi Qur’ani yang dapat membawa kemajuan bagi Jurusan PAI,” ujarnya.

Aidil Maghfur selaku Ketua HMJ PAI juga menyampaikan apresiasi kepada peserta yang hadir serta mengingatkan pentingnya merelevansikan nilai-nilai Al-Qur’an dalam kehidupan sehari-hari.

“Kita tidak boleh terbawa arus, tetapi harus tetap berada di jalan yang benar dengan merelevansikan nilai-nilai Al-Qur’an dalam kehidupan. Ilmu yang tidak dimanfaatkan bagaikan pohon tanpa buah,” ungkapnya.

Ibu Prof. Fihris selaku Ketua Jurusan Pendidikan Agama Islam menekankan pentingnya menjaga diri dan bergaul dengan baik agar tidak terjerumus pada hal-hal negatif di lingkungan kampus serta menjadikan momentum Nuzulul Qur’an sebagai pengingat untuk memperbaiki diri dan memperkuat akhlak.

“Melalui kegiatan ini, saya mengingatkan agar kita semua mampu menjaga diri masing-masing dan tidak mudah terjerumus dalam pergaulan atau tindakan yang merugikan. Momentum Nuzulul Qur’an seharusnya mendorong kita untuk menjadi pribadi yang lebih baik dan tetap berada di jalan yang benar,” tuturnya.

Bapak Ali Imron selaku narasumber menjelaskan bahwa nilai-nilai Al-Qur’an perlu diterapkan dalam kehidupan akademik dan sosial agar mahasiswa mampu menjadi pribadi berakhlak mulia dan agen perubahan di masyarakat.

“Penerapan nilai-nilai yang ada dalam Al-Qur’an bertujuan membentuk pribadi yang berakhlak mulia, cerdas, dan berkontribusi positif. Al-Qur’an berfungsi sebagai pedoman hidup, petunjuk, sumber etika, dan landasan moral. Ketika nilai-nilai ini diterapkan, generasi muda dapat menjadi agen of change yang memberi pengaruh baik di masyarakat dan tidak terjerumus pada hal-hal negatif. Mahasiswa juga harus semangat dalam literasi dan riset penelitian,” jelasnya.

Sesi talkshow ditutup dengan doa yang dipimpin oleh Bapak Ali Imron selaku narasumber, kemudian dilanjutkan dengan penutup oleh pembawa acara. Setelah itu, kegiatan berlanjut dengan salat Magrib berjamaah dan diakhiri dengan buka puasa bersama.

Penulis: Alan Tsalits Kholifatustsani

Dobrak Stigma, Mahasiswa PAI UIN Walisongo Faldin Fahza Dilantik Jadi Komite Strategis Kadin Kota Depok

Anggapan bahwa mahasiswa Pendidikan Agama Islam (PAI) hanya berkutat di ranah religius berhasil dipatahkan oleh Faldin Fahza Alfaizi. Mahasiswa semester 8 International Class Program (ICP) PAI UIN Walisongo Semarang ini resmi dilantik sebagai Komite Tetap Komunikasi Organisasi dan Go Public Investasi Dalam Negeri dan Investasi Luar Negeri Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Kota Depok.

Prosesi pelantikan yang berlangsung khidmat tersebut dipimpin langsung oleh Walikota Depok, Supian Suri, S.E., M.M. Pencapaian ini menjadi catatan sejarah tersendiri, mengingat Faldin berhasil menembus struktur organisasi pengusaha papan atas tersebut di tengah kesibukannya menyelesaikan studi.

Mengemban Misi Investasi dan Konektivitas dalam jabatan barunya, Faldin memegang tanggung jawab strategis yang menjadi jembatan antara dunia usaha dan investasi. Berdasarkan tupoksi organisasi, Faldin akan berfokus pada pembangunan konektivitas dengan berbagai lembaga untuk pemanfaatan dana CSR serta menciptakan database potensi peluang investasi usaha di Kota Depok.

Keterlibatan Faldin di Kadin Kota Depok menjadi bukti nyata bahwa kurikulum dan pembinaan di UIN Walisongo mampu mencetak lulusan yang adaptif. Meski berlatar belakang pendidikan agama, Faldin menunjukkan ketangguhan dalam memahami dinamika investasi dan komunikasi organisasi.

Kemandirian dan disiplin yang ia bentuk selama kuliah di kelas International Class Program (ICP) menjadi modal penting dalam menjalankan peran ganda sebagai mahasiswa tingkat akhir dan fungsionaris organisasi profesional. Seperti halnya tokoh inspiratif kampus lainnya yang mampu menyeimbangkan peran akademik dan sosial, Faldin membuktikan bahwa batasan jurusan bukanlah penghalang untuk berkarya di sektor ekonomi.

Bagi Faldin, kesempatan ini adalah ladang ibadah sekaligus pembuktian kualitas diri. Ia ingin memotivasi rekan-rekannya agar tidak rendah diri dengan latar belakang program studi yang diambil.

“Jadilah insan yang selalu berikhtiar maksimal. Saya membuktikan bahwa mahasiswa Pendidikan Agama Islam UIN Walisongo Semarang dapat bersaing di dunia usaha, salah satunya dengan bergabung dan dilantik di Kamar Dagang dan Industri Kota Depok,” ungkapnya.

Pencapaian ini diharapkan dapat menjadi pemantik semangat bagi mahasiswa lain untuk terus mengeksplorasi potensi diri di luar batas-batas akademik konvensional demi memberi manfaat yang lebih luas bagi masyarakat.

Penulis: Lana Husnunnihayah

Organisasi dan Prestasi Akademik Berjalan Selaras, Nazih Sadatul Kahfi Raih Wisudawan Terbaik S2 FTIK

Prestasi membanggakan kembali diraih mahasiswa Pendidikan Agama Islam (PAI) Universitas Islam Negeri (UIN) Walisongo Semarang. Nazih Sadatul Kahfi, mahasiswa Program Studi Magister Pendidikan Agama Islam (PAI) Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan (FTIK), dinobatkan sebagai Wisudawan Terbaik Program Magister (S-2) pada prosesi wisuda yang berlangsung Sabtu, 7 Februari 2026.

Nazih menyampaikan bahwa capaian tersebut merupakan hasil dari proses panjang yang dijalani dengan penuh kesungguhan. Ia menegaskan bahwa sejak awal perkuliahan tidak pernah menjadikan predikat wisudawan terbaik sebagai target utama, melainkan fokus pada proses belajar yang optimal.

“Saat pertama kali mendengar pengumuman sebagai wisudawan terbaik, saya menyambutnya dengan sujud syukur. Perasaan saya campur aduk antara terkejut, bahagia, dan haru. Pencapaian ini merupakan buah dari komitmen dan kesungguhan dalam menjalani seluruh proses perkuliahan,” ungkapnya.

Orang pertama yang ia kabari atas capaian tersebut adalah istri dan orang tua. Menurut Nazih, dukungan keluarga menjadi fondasi penting dalam perjalanan akademiknya. Ia menyebut do’a dan dorongan moral dari keluarga sebagai penguat utama dalam menghadapi berbagai tantangan perkuliahan.

Bagi Nazih, gelar Wisudawan Terbaik tidak dimaknai sekadar sebagai capaian angka akademik. Predikat tersebut dipandang sebagai bukti atas dedikasi, kerja keras, serta proses panjang yang dijalani dengan penuh tanggung jawab.

Dalam bidang akademik, Nazih menyelesaikan tesis berjudul “Pengembangan Video Animasi 3D dengan Plotagon Story untuk Meningkatkan Keterlibatan Siswa dalam Pembelajaran PAI-BP di SMP.” Penelitian ini dilatarbelakangi oleh kebutuhan pembelajaran PAI yang lebih kontekstual dan adaptif terhadap perkembangan teknologi.

“Media pembelajaran yang inovatif diperlukan agar siswa lebih terlibat aktif, tanpa mengesampingkan nilai-nilai keislaman,”  jelasnya.

Dalam menjalani perkuliahan, Nazih menerapkan manajemen waktu yang teratur dan berorientasi pada proses. Ia mengaku lebih memilih belajar secara konsisten, meskipun pada situasi tertentu harus berhadapan dengan tenggat waktu yang ketat.

Konsep Unity of Sciences yang menjadi visi UIN Walisongo turut memengaruhi pendekatan akademiknya. Dalam penulisan tesis, Nazih memadukan ilmu pendidikan, teknologi, dan nilai-nilai agama sebagai satu kesatuan yang saling melengkapi.

Selain berprestasi secara akademik, Nazih juga aktif dalam berbagai organisasi selama menempuh studi S-2. Ia tercatat pernah menjabat sebagai Koordinator Cakrawala Indonesia Bangkit (CIB) Pascasarjana UIN Walisongo, Wakil Bendahara IKA-PMII, Koordinator Pengembangan Organisasi ISNU, serta Relawan Masjid Berdampak Kementerian Agama RI.

Menanggapi anggapan bahwa keterlibatan organisasi dapat menurunkan prestasi akademik, Nazih menilai pandangan tersebut perlu diluruskan.

“Dengan manajemen waktu yang baik, kegiatan akademik dan organisasi dapat berjalan beriringan serta saling mendukung,” tegasnya.

Tak hanya berprestasi di dalam kampus, Nazih memperluas cakrawala keilmuannya melalui program Student Mobility ke Malaysia dan Singapura, serta aktif dalam berbagai konferensi internasional.

​Di balik kesuksesan tersebut, ia harus berjuang membagi waktu antara tanggung jawab akademik, amanah sebagai Awardee LPDP-BIB, hingga dedikasinya sebagai marbot masjid. Pengalaman ini membentuk kedisiplinan dan ketahanan pribadinya dalam menjalani peran ganda.

“Prestasi tidak semata-mata diukur dari capaian akademik, tetapi dari sejauh mana ilmu yang dimiliki dapat memberi manfaat bagi masyarakat,” pungkasnya sebagai pesan penutup bagi rekan-rekan mahasiswa lainnya.

Penulis: Alan Tsalits Kholifatustsani

From Organization to Impact, DEMA FTIK Adakan Talkshow Dalam Acara Pelantikan Ormawa

Dewan Eksekutif Mahasiswa Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan (DEMA FTIK) Adakan Talkshow dalam acara Pelantikan Ormawa pada Rabu (28/01/26) di Auditorium II Kampus 3 UIN Walisongo Semarang.

Kegiatan ini diadakan dalam acara Pelantikan Ormawa yang dipandu oleh Sahrul Himawan S.Pd sebagai moderator dan Faris Balya S.Sos sebagai narasumber. Pembukaan materinya, Faris menjelaskan alasan minat organisasi bagi mahasiswa sekarang itu menurun dan cara mengatasinya.

“Output di organisasi yang tidak jelas itu menjadi salah satu alasan minat berorganisasi sekarang menurun. Oleh karena itu, organisasi masa sekarang harus dibenahi, output di organisasi harus diperjelas, lebih kreatif, dan lebih linier dengan kehidupan kita,” ungkapnya.

Selanjutnya Faris menyampaikan bahwa di organisasi dan di dunia kerja saling berkaitan, kemampuan dan skill yang telah dijalani di organisasi itu sangat berguna di dunia kerja.

“Skill mahasiswa di organisasi itu sangat berguna saat nantinya berada di dunia kerja. Sebab dalam dunia kerja, kemampuan berbicara dan kemampuan leadership adalah salah satu yang terpenting, yang mana keduanya telah dijalani saat berada di organisasi,” jelasnya.

Kemudian Faris mengatakan bahwa fenomena pengangguran lulusan akademis sangat banyak itu bukan salah negara terhadap kita, melainkan kita sendiri yang enggan menghadapi dan lari dari realita.

“Fenomena pengangguran lulusan akademis menjadi sangat banyak di negara kita itu bukan salah negara terhadap kita, melainkan kita sendiri yang enggan menghadapi dan memilih lari dari realita yang ada,” tuturnya.

Pungkasan pemaparannya, Faris memberikan pesan untuk berorganisasi secara profesional, bukan secara kekeluargaaan. Ia serta menjelaskan alasannya.

“Berorganisasilah secara profesional, bukan secara kekeluargaan. Karena dalam keluarga, mencakup kepala keluarga hingga beban keluarga. Maka dari itu, bagi masing-masing anggota organisasi diharuskan bertanggung jawab serta profesional dengan kerjanya,” pungkasnya.

Lalu dilanjutkan sesi tanya jawab dan ditutup dengan foto bersama.

Penulis: Wildan Muhlisin

Kembalikan Marwah Organisasi Tarbiyah, DEMA FTIK Selenggarakan Pelantikan ORMAWA FTIK 2026

Dewan Eksekutif Mahasiswa Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan (DEMA FTIK) Selenggarakan Pelantikan Organisasi Mahasiswa (ORMAWA) pada Rabu (28/01/26) di Auditorium II Kampus 3 UIN Walisongo Semarang. 

 Acara ini mengangkat tema “Organisasi Mahasiswa di Persimpangan Jalan: Antara Kehilangan Diskursus dan Pudarnya Minat Berorganisasi”, yang dihadiri oleh Dekan, Wakil Dekan, Jajaran Dosen FTIK, serta seluruh anggota ORMAWA FTIK yang meliputi Dewan Eksekutif Mahasiswa (DEMA), Senat Mahasiswa (SEMA), dan Himpunan Mahasiswa Jurusan (HMJ). 

Memasuki prosesi pembaiatan, Prof. Dr. Fatah Syukur M.Ag selaku Dekan FTIK telah mengukuhkan dan mengesahkan seluruh pengurus ORMAWA FTIK dengan pembacaan ikrar dan kesiapan dalam menjalankan amanah. Ketua DEMA FTIK, Gilang Dzaky Mubarak menyampaikan telah terjadi pergeseran paradigma organisasi yang dipahami sebatas pengembangan kemampuan, Ia mengajak seluruh ORMAWA FTIK untuk kembalikan marwah Fakultas Tarbiyah yang bereorentasi sebagai Fakultas Pendidikan. 

 “Organisasi mahasiswa saat ini telah terjadi pergeseran paradigma, kini berorganisasi hanya dipahami sebatas pengembangan kemampuan belaka. Oleh karena itu, saya mengajak seluruh Ormawa FTIK untuk kembalikan marwah Fakultas Tarbiyah yang beriorentasi sebagai fakultas pendidikan, intelektualitas, dan nilai-nilai keilmuan,” ungkapnya. 

 Ketua SEMA FTIK, Alauddin Nabil An-Nabhan menyampaikan tantangan organisasi mahasiswa saat ini bukan hanya program kerja, tetapi keberanian menjaga nilai, jujur saat salah, berani terbuka saat dikritik, serta berani bertindak kepada mahasiswa meski tidak membuat kita nyaman. 

 “Tantangan organisasi mahasiswa kali ini bukan hanya perihal program kerja, akan tetapi keberanian menjaga nilai, berani jujur saat salah, berani terbuka saat dikritik, dan berani bertindak sesuai hukum kepada mahasiswa meski itu tidak selalu membuat kita nyaman” ucapnya. 

Selanjutnya Dekan FTIK, Prof. Dr. Fatah Syukur, M.Ag telah mengutip hadist Nabi untuk menekankan pentingnya bagi seluruh ORMAWA yang telah dilantik senantiasa belajar kepemimpinan hingga manajemen waktu yang baik. 

“Kehidupan ini, kata Rasulullah, كُلُّكُمْ رَاعٍ وَكُلُّكُمْ مَسْئُولٌ عَنْ رَعِيَّتِهِ. Kalian semua ini adalah pemimpin di level masing-masing, dan setiap pemimpin akan dimintai pertanggungjawaban. Kata kunci seorang pemimpin adalah ketika dia bisa memengaruhi orang lain dalam hal kebaikan,” jelasnya. 

Beliau juga menegaskan bahwa kepemimpinan dalam organisasi mahasiswa tidak hanya diukur dari jabatan, tetapi dari kemampuan mengelola diri, mengambil keputusan, serta memberikan dampak positif bagi lingkungan sekitar. 

 “Kepemimpinan dalam organisasi mahasiswa tidak hanya diukur dari jabatan, namun dari kemampuan mengelola diri, mengambil keputusan, serta memberikan dampak positif bagi lingkungan sekitar,” tuturnya.

Di akhir sambutan, beliau menyampaikan pesan tentang pentingnya ideologi dan akidah sebagai fondasi utama bagi seorang aktivis.

“ Menjadi teladan ideologi dan akidah, aktivis tidak hanya pintar ngomong, aktivis jangan hanya pintar action, tetapi juga perhatikan shalatnya,” pungkasnya.

Kemudian acara ditutup dengan pembacaan doa.

Penulis: Tiara Okta Fitriani

Sekolah Tinggi Islam Kendal (STIK) Laksanakan Kunjungan Kuliah Kerja Lapangan (KKL) di Prodi PAI UIN Walisongo Semarang

Sekolah Tinggi Islam Kendal (STIK) Laksanakan Kunjungan Kuliah Kerja Lapangan (KKL) di Prodi PAI UIN Walisongo Semarang

Rabu 3/12, bertempat di Gedung Dekanat lantai 3 Universitas Islam Negeri (UIN) Walisongo Semarang, telah diadakan acara kunjungan Kuliah Kerja Lapangan (KKL) dari Sekolah Tinggi Islam Kendal (STIK) di Progam Studi Pendidikan Agama Islam UIN Walisongo Semarang. Acara ini bertujuan untuk menjalin komunikasi, berbagi pengalaman, dan dijadikan sebagai bahan laporan hasil studi untuk meningkatkan kolaborasi antar institusi pendidikan.

Acara dimulai dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya yang dipimpin oleh Pengurus Himpunan Mahasiswa Jurusan (HMJ) PAI UIN Walisongo yang diikuti oleh seluruh peserta.

Dilanjutkan sambutan pertama oleh Prof. Dr. H. Fatah Syukur, M. Ag., selaku Dekan Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan (FITK) UIN Walisongo Semarang, beliau menyampaikan rasa hormat dan harapannya sehingga senang dapat menyambut kedatangan para dosen dan mahasiswa dari Sekolah Tinggi Islam Kendal (STIK)

“Saya senang bisa menyambut kedatangan para tamu dari STIK yang berkunjung ke kampus kita, semoga  kedatangan kalian menjadi manfaat bagi kita semua,” ungkapnya.

Selanjutnya dilakukan penandatanganan MOU antara Progam Studi Pendidikan Agama Islam (PAI) UIN Walisongo Semarang dan Sekolah Tinggi Islam Kendal (STIK).

Selanjutnya sambutan kedua disampaikan oleh bapak Ahmad Munadirin, M. Pd.I, selaku Kepala Progam Studi Pendidikan Agama Islam (PAI) Sekolah Tinggi Islam Kendal (STIK), beliau menyampaikan rasa terimakasih atas sambutan hangat layaknya keluarga, serta menyampaikan maksud dari kunjungan Kuliah Kerja Lapangan (KKL) ke UIN Walisongo untuk bisa dijadikan laporan pembelajaran.

“Kami mengucapakan Terima kasih karena telah menerima kami layaknya keluarga sendiri, tujuan kami kesini tentunya untuk melaksanakan Kuliah Kerja Lapangan secara langsung, yg dimana kegiatan ini sudah dilaksanakan setiap tahunnya, untuk tahun ini kita memilih kunjungan ke UIN Walisongo, diharapkan semoga apa yang kita dapat bisa dijadikan pembelajaran,” ungkapnya.

Beliau juga berpesan kepada para peserta untuk bisa menyimak serangkaian acara dengan serius dan dapat disimak dengan baik.

“Apa yang dilihat dan didengar dari serangkaian acara nanti bisa dijadikan pelajaran, diharap untuk kalian bisa serius untuk mengikuti kegiatan yang akan dijadikan laporan, yang dimana hasil laporan kita nantinya bisa dijadikan pelajaran untuk maju kedepan,” lanjutnya.

Acara dilanjutkan dengan penyerahan cinderamata dan diakhiri dengan pembacaan doa oleh Pengurus Himpunan Mahasiswa Jurusan(HMJ) PAI UIN Walisongo Semarang.

Setelah rangkaian acara inti selesai, dilanjutkan dengan sesi diskusi dan berbagi pengalaman antara mahasiswa Pendidikan Agama Islam UIN Walisongo dan mahasiswa Pendidikan Agama Islam Sekolah Tinggi Islam Kendal.

Setelah rangkaian acara inti selesai, dilanjutkan dengan sesi diskusi dan berbagi pengalaman antara mahasiswa Pendidikan Agama Islam UIN Walisongo dan mahasiswa Pendidikan Agama Islam Sekolah Tinggi Islam Kendal.

Penulis: Lana Husnunnihayah (Kominfo HMJ PAI UIN Walisongo)

Kupas Teori Kepemimpinan, HMJ PAI Adakan Materi Leadership dalam Acara GAFMA PAI 2025

 Himpunan Mahasiswa Jurusan Pendidikan Agama Islam (HMJ PAI) Adakan Materi Kepemimpinan dalam acara GAFMA pada Sabtu (1/11/25) di Wisata Tirta Nusantara Kendal.

Kegiatan ini diadakan dalam acara GAFMA PAI 2025 yang diikuti oleh para Mahasiswa PAI 2025.

Kegiatan ini dipandu oleh Rasya sebagai moderator dan Faza Nasrullah sebagai narasumber.

Dalam pembukaan materi, Faza Nasrullah menyampaikan perbedaan pemimpin dan kepemimpinan bahwa seorang pemimpin harus mempunyai sifat kepemimpinan dan tidak semua pemimpin mempunyai sifat itu.

“Seorang pemimpin dan kepemimpinan itu berbeda, pemimpin harus mempunyai sifat kepemimpinan dan tidak semua pemimpin mempunyai sifat itu,” jelasnya.

Selanjutnya Faza Nasrullah menjelaskan bahwa pemimpin itu harus bisa menerima masukan, aspirasi, toleransi, dan pemaaf. karena dia menjadi panutan, maka harus bisa bisa menjadi harapan dan contoh yang baik bagi semua.

“Menjadi seorang pemimpin itu harus bisa menerima masukan, aspirasi, toleransi, empati, dan bisa menjadi pemaaf bagi sesama. Sebab pemimpin itu panutan, maka harus bisa menjadi harapan dan contoh yang baik bagi anggotanya,” ungkapnya.

Kemudian pungkasan pemaparannya, Faza Nasrulllah memberikan pesan untuk terus memberi manfaat walaupun sedikit serta tanamkan kejujuran, sebab itu yang dibutuhkan zaman sekarang.

“Dimanapun kalian berada, tetaplah menebar manfaat kepada sesama walaupun itu sedikit dan tanamkan kejujuran, sebab itu yang dibutuhkan pada zaman sekarang,” pungkasnya.

Lalu dilanjutkan dengan sesi tanya jawab dan ditutup dengan sesi foto bersama.

Penulis : Wildan Muhlisin

Perkuat Kebersamaan dan Kekeluargaan, HMJ PAI Selenggarakan GAFMA PAI

Himpunan Mahasiswa Jurusan Pendidikan Agama Islam (HMJ PAI) Selenggarakan Gathering Fun Mahasiswa (GAFMA) PAI 2025 pada Sabtu (1/11/25) di Wisata Tirta Nusantara Kendal.

GAFMA kali ini mengangkat tema “Stronger Together, Brighter Forever” yang dihadiri oleh seluruh pengurus HMJ PAI dan para mahasiswa PAI 2025.

Ketua Panitia, Himma Marwah Taher mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah mengsukseskan acara dan menyampaikan bahwa gafma bukan sekedar agenda tahunan, akan tetapi awal langkah bagi mahasiswa PAI.

“Saya ucapkan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah berkenan mengsukseskan acara ini. GAFMA bukanlah sekedar agenda tahunan, akan tetapi langkah perjalanan panjang bagi kalian dan momen bagi mahasiswa PAI,” ucapnya.

Ketua Umum HMJ PAI, Ahmad Shakib menyampaikan bahwa tujuan diadakan GAFMA ini untuk saling mengenal dan berbagi keindahan serta berharap semoga acara ini berjalan lancar dan diridhoi oleh Allah Swt.

“Kegiatan GAFMA ini bertujuan agar kita saling mengenal dan berbagi keindahan. Saya berharap semoga acara ini berjalan lancar dan diridhoi oleh Allah Swt,” tuturnya.

Selanjutnya acara ditutup dengan pembacaan doa.

Penulis : Wildan Muhlisin

Salurkan Kebaikan, HMJ PAI Bersama Komunitas Sahabat Peduli Adakan Bakti Sosial Di Panti Asuhan Safinatun Najah2

Himpunan Mahasiswa Jurusan Pendidikan Agama Islam (HMJ PAI) Universitas Islam Negeri (UIN) Walisongo Bersama Komunitas Sahabat Peduli Mengadakan acara Bakti Sosial pada Minggu (26/10) di Panti Asuhan Safinatun Najah Mijen, Semarang.

Naufal Zakia Mochtar, selaku ketua panitia mengucapkan terima kasih serta menyampaikan harapan diadakannya bakti sosial dapat membangun tali silaturrahmi antar mahasiswa dan masyarakat

“Saya sangat berterima kasih kepada bapak kepala panti yang telah mempersilakan kami untuk mengadakan acara bakti sosial kali ini. Harapan saya dengan diadakannya acara ini dapat membangun tali silaturrahmi antar mahasiswa dan Masyarakat,” ungkapnya.

Sambutan selanjutnya oleh Ketua Umum HMJ PAI yang diwakilkan oleh Wakil Ketua Umum, Nur Fahni. Ia berpesan bahwa sebaik-baik manusia adalah manusia yang bermanfaat untuk sesama.

“Saya teringat salah satu kutipan hadis yang artinya sebaik-baik manusia ialah manusia yang bermanfaat bagi manusia yang lain. Kami sebagai mahasiswa pun memerlukan recharge setelah Ujian Tengah Semester. Kami merasa dengan bertemu adik-adk semua dapat membangkitkan energi kami,” tuturnya.

Silvi Laelaturrohmah, Ketua Komunitas Sahabat Peduli menyampaikan harapannya agar acara ini dapat menjadi bekal belajar bersama.

“Dengan diadakannya acara ini, semoga kita dapat belajar bersama. Kita ambil baiknya dan buang buruknya,” ujarnya.

Bapak Kepala Panti Asuhan, Nur Ihsan, S.Pd. memberikan sambutan penutup sekaligus do’a agar segala hajat, keinginan dan cita-cita dapat dikabulkan olehNya.

Acara dilanjut dengan membuat ice cream bersama kemudian kajian oleh Anwar, salah satu pengurus HMJ PAI periode 2025. Dalam kajiannya, ia menceritakan kisah inspiratif sahabat pada masa nabi, Sya’ban yang istiqomah sholat Subuh berjamaah semasa hidupnya. Acara diakhiri dengan penyerahan donasi dan sesi foto Bersama.

Penulis: Shofa

Upayakan Kemajuan Jurusan, HMJ PAI Adakan Forum Aspirasi

Himpunan Mahasiswa Jurusan Pendidikan Agama Islam (HMJ PAI) Selenggarakan Forum Aspirasi Mahasiswa (FASMA) PAI pada Jumat (24/10/25) di Aula Dekanat Lantai 3 UIN Walisongo Semarang.

Acara kali ini mengangkat tema “Kuatkan Aspirasi, Suarakan Perubahan Untuk Kemajuan Jurusan PAI” yang dihadiri oleh seluruh pengurus HMJ, para delegasi Mahasiswa PAI, serta Ketua Jurusan.

Acara dibuka oleh moderator yaitu Firda Rahmatun Nuzula, salah satu anggota HMJ PAI UIN Walisongo, kemudian disambung dengan kegiatan inti yaitu penyampaian aspirasi oleh para mahasiswa yang hadir.

“Terkait Gedung K yang keadaannya semakin buruk bagi mahasiswa dan fasilitas yang kurang memadai itu bagaimana?,” tanya mahasiswa.

Ketua Jurusan PAI, Dr. Fihris M.Ag. menanggapi bahwa dengan kebijakan yang ada, Gedung K sedang tahap renovasi, dan jika ada fasilitas yang kurang lengkap, bisa mengajukan dengan surat permohonan.

“Dengan kebijakan yang ada, sekarang Gedung K dalam tahap renovasi, tinggal tunggu waktunya jadi saja. Jika ada fasilitas yang kurang lengkap bisa mengajukan surat permohonan perlengkapan fasilitas lewat Ketua HMJ,” jawabnya.

“Toleransi terkait batas keterlambatan bagi mahasiswa jika dibutuhkan perjalanan dari kampus 2 ke kampus 3, dan jika ada dosen yang terlambat itu bagaimana?,” ucap mahasiswa.

Ketua Jurusan, Dr. Fihris M.Ag. menanggapi jika memang dibutuhkan waktu perjalanan maka perlu adanya komunikasi dengan dosen, dan dosen tersebut salah bila terlambat tanpa adanya konfirmasi.

“Jika memang dibutuhkan waktu perjalanan, bisa dikomunikasikan kepada dosen terlebih dahulu, dan jika ada dosen yang terlambat tanpa mengonfirmasi, itu yang bersalah,” jawabnya.

Kemudian Dr. Fihris M.Ag. menyampaikan bahwasanya jika terdapat aspirasi dari para Mahasiswa PAI, dapat disampaikan dengan jelas dan konkrit.

“Kalau ada aspirasi dari para Mahasiswa PAI, langsung sampaikan ke saya saja, tetapi harus jelas, maksudnya harus dengan bukti, bukan “katanya” , pungkasnya.

Kemudian acara ditutup dengan dokumentasi bersama.

Penulis : Wildan Muhlisin

Internasional Guest Lecturer “Global Connect : International Lecture Series”

Semarang-Program Studi Pendidikan Agama Islam (PAI) UIN Walisongo Semarang menggelar Internasional Guest Lecturer dengan tema “Global Connect : International Lecture Series” pada Selasa (14/10/2025).
Kegiatan ini dilaksanakan secara online on site di Gedung C11 Kampus 1 UIN Walisongo Semarang yang diikuti oleh mahasiswa International Class Program (ICP) Program Studi PAI dan PBI serta online via zoom yang diikuti oleh para dosen.
Tujuan acara ini digelar untuk memberikan wawasan kepada mahasiswa mengenai Language Instructional Design (Desain Instruksi dalam Pengembangan Pembelajaran Bahasa).
“Tujuan diadakannya kegiatan International Guest Lecturer kali ini adalah untuk memperluas pemahaman mahasiswa fakultas ilmu tarbiyah dan keguruan terutama PAI terkait pengembangan desain pembelajaran bahasa untuk peserta didik agar lebih bervariatif dan terkonsep secara sistematis,” ujar Renza selaku ketua panitia.
Dr. Mazlin Binti Mohamed Mokhtar selaku Director International Language Academy Universiti Pendidikan Sultan Idris Malaysia turut hadir dalam acara ini sebagai narasumber. Beliau memaparkan bahwa pentingnya sistem instruksional dalam pengembangan pengajaran Bahasa karena memiliki beberapa fungsi.
“Sistem instruksional memiliki peran penting dalam pengembangan pengajaran bahasa, karena berfungsi untuk menyelaraskan pelajaran dengan kebutuhan dan tujuan peserta didik, meningkatkan keterlibatan serta interaksi, mendukung hasil yang efisien dan terukur, serta meningkatkan kualitas dan konsistensi bahan ajar,” kata Mazlin.
Mazlin Binti Mohamed Mokhtar mengemukakan beberapa model yang dapat diterapkan, dengan ADDIE Model sebagai rekomendasi utama.
“Instrumen ini yang paling umum digunakan para perancang instruksional. Model ini mengajarkan Langkah-langkah seluruh proses program pelatihan dan digunakan dalam kerangka kerja untuk menciptakan ide-ide baru,” ujarnya.
Ia juga menyampaikan ADDIE Model merupakan kerangka sistematis dalam pengembangan pembelajaran yang mencakup lima tahap utama, yaitu Analysis, Design, Development, Implementation, dan Evaluation. Setiap tahap saling berkaitan untuk memastikan efektivitas dan efisiensi proses pembelajaran.


“Model ADDIE adalah kerangka sistematis yang digunakan dalam pengembangan pembelajaran dan terdiri atas lima tahap utama, yaitu Analysis (Analisis), Design (Perancangan), Development (Pengembangan), Implementation (Implementasi), dan Evaluation (Evaluasi). Kelima tahap tersebut saling terkait guna menjamin efektivitas serta efisiensi dalam proses pembelajaran,” tambahnya.

Penulis : Dwi Khoiriyatun Nikmah dan Maurenza Nafidzul Haq Al Ghiffari

Mahasiswa PAI Turut Hadir dalam Workshop Penulisan Artikel Jurnal Berbasis AI

Program Studi Pendidikan Agama Islam (PAI) ikut serta dalam kegiatan Workshop Penulisan Artikel Jurnal Berbasis AI yang diselenggarakan oleh FITK UIN Walisongo Semarang yang dilaksanakan di Gedung N4, pada Selasa (14/10/2025).

Acara ini mengundang Dr. H. Taufikin, M.S.I., C.Ed., C.SM., dari UIN Sunan Kudus sebagai Narasumber.

Kegiatan workshop ini turut dihadiri oleh para pimpinan FITK, pimpinan Prodi PAI, dan jajaran dosen FITK, serta Mahasiswa S2 dan S1 PAI.n

Workshop ini dilaksanakan bertujuan untuk memberikan kesempatan bagi dosen dan mahasiswa, agar memahami standar penulisan jurnal internasional yang berkualitas, juga mengetahui etika penggunaan AI dalam menulis suatu karya ilmiah terutama artikel jurnal.

Dr. H. Taufikin, seorang penulis jurnal yang telah menerbitkan banyak artikel berstandar SINTA maupun Scopus, memaparkan berbagai tips dan trik penggunaan AI sesuai dengan etika akademik yang berlaku sehingga dapat diimplementasikan oleh dosen dan mahasiswa.

“AI dapat digunakan sebagai alat bantu yang memudahkan kita dalam menyusun artikel dengan baik, namun tetap memperhatikan etika akademik, dengan membantu memvisualisasikan data lapangan yang telah diteliti secara terstruktur, sehingga artikel tersebut dapat memenuhi standar nasional maupun internasional”, ucapnya.

Program penulisan jurnal internasional merupakan bagian dari upaya Prodi PAI sebagai wadah belajar dan berlatih bagi dosen dan mahasiswa tentang teknik penelitian yang modern dan terintegrasi dengan teknologi informasi.

Dekan FITK, Prof. Dr. H. Fatah Syukur, M.Ag., mengungkapkan bahwa workshop ini dapat dimanfaatkan secara optimal serta dapat dijadikan sumber motivasi ataupun inspirasi untuk mahasiswa dan dosen agar selalu terus berkarya dengan menulis.

“Saya berharap workshop ini dapat dimanfaatkan secara optimal oleh mahasiswa dan dosen, sekaligus menjadi sumber motivasi dan inspirasi bagi mereka untuk terus berkarya melalui tulisan”, ungkapnya.

Penulis: Dwi Khoiriyatun Nikmah

Koneksi Menuju PAI Bersinergi, HMJ PAI Selenggarakan Benchmarking Study PAI

Himpunan Mahasiswa Jurusan Pendidikan Agama Islam (HMJ PAI) Selenggarakan Benchmarking Study PAI Bersama HMPS PAI UIN Raden Mas Said Surakarta dan HMPS PAI UIN Sunan Kudus pada Rabu (8/10/25) di Teater Planetarium Kampus 3 UIN Walisongo Semarang.

Acara kali ini mengangkat tema “Membangun Koneksi dalam Organisasi, Menuju PAI yang Lebih Bersinergi untuk Negeri” yang dihadiri oleh seluruh pengurus masing-masing lembaga.

Ketua panitia, Abdul Wahab Musthofa Ilham menyampaikan rasa terima kasih dan harapannya agar PAI dapat menjadi lebih bermanfaat untuk kedepannya.

“Saya ucapkan terima kasih setinggi tingginya kepada para koordinator serta seluruh panitia yang telah mengsukseskan acara kali ini, saya berharap PAI menjadi lebih berkah dan manfaat kedepannya,” ungkapnya.

Disusul Ketua HMJ PAI UIN Walisongo, Ahmad Shakif mengutarakan tujuan dalam momen ini adalah untuk saling bertukar pikiran.

“Selamat datang di acara Benchmarking Study PAI serta rasa hormat saya sampaikan. Momen ini tidak hanya untuk datang-salaman-pulang, akan tetapi bertujuan saling bertukar pikiran,” jelasnya.

Dilanjut Ketua HMPS PAI UIN Raden Mas Said Surakarta, Adimas Rizqon Agung Mashuri menyampaikan sebuah hadis yang mengutarakan pentingnya mengambil manfaat.

“Bahwa termasuk bagusnya iman seseorang adalah meninggalkan sesuatu yang tidak bermanfaat, maka saya berharap kita bisa mengambil manfaat hasil maqsud pada acara kali ini,” tuturnya.

Ketua HMPS PAI UIN Sunan Kudus, Zulfa Fadlu juga menyampaikan pesan dalam sambutannya agar semua dapat bersungguh-sungguh dalam melaksanakan suatu hal untuk bisa menggapai manfaat.

“Saya berpesan pada diri sendiri dan kita semua bahwa sebuah kemuliaan itu berasal dari Allah yang mana tidak akan didapatkan tanpa bersungguh-sungguh, dengan demikian perbuatan kita sekecil apapun itu pasti ada balasannya kelak, semoga yang kita perbuat mendapat ridho Nya dan bermanfaat pada kita semua” pungkasnya.

Acara dilanjut dengan pemaparan program kerja masing-masing lembaga lalu ditutup dengan doa dan foto bersama.

Penulis : Wildan Muhlisin

Operator Program Studi PAI Ikutserta Dalam Workshop Literasi Digital Akademik Semarang

Program Studi Pendidikan Agama Islam (PAI) Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan (FITK) UIN Walisongo Semarang ikut serta dalam kegiatan Workshop Literasi Digital Akademik yang diselenggarakan oleh FITK UIN Walisongo Semarang.

Kegiatan ini berfokus pada peningkatan keterampilan Operator Prodi dalam mengelola teknologi pendukung penelitian, publikasi ilmiah, serta menigkatkan branding program studi melalui media sosial. Acara berlangsung sehari penuh pada hari selasa (30/9/2025) di Gedung N4 FITK dengan melibatkan pimpinan jurusan, serta operator dari seluruh prodi di FITK.

Workshop ini menghadirkan beberapa narasumber yang ahli di bidangnya, yakni Nasrul Fahmi Zaki Fuadi, M.Si. (pengelola Turnitin dan SINTA UIN Walisongo), Dr. Mahmud Yunus Mustofa, M.Pd.I. (Admin Instagram FITK), dan Dr. Hamdan Husein Batubara, M.Pd.I. (Admin Website FITK) Para pemateri membekali operator prodi dengan pengetahuan praktis yang langsung dapat diaplikasikan dalam aktivitas akademik maupun branding program studi.

Dalam sambutan pembukaannya, Dekan FITK, Prof. Dr. H. Fatah Syukur, M.Ag., menegaskan betapa krusialnya peran operator program studi dalam mendukung kinerja akademik. Menurutnya, pengelolaan data digital, pengelolaan media sosial, serta pemanfaatan aplikasi seperti Turnitin dan SINTA bukan sekadar tugas administratif, tetapi menjadi indikator langsung citra dan reputasi prodi yang berdampak pada pencapaian akreditasi.

Beliau optimis, pelatihan ini akan membawa hasil nyata dalam waktu dekat. Peningkatan kompetensi operator diharapkan mampu memperkuat mutu layanan fakultas, khususnya pada aspek pengelolaan publikasi, pencegahan praktik plagiasi, serta penyebaran informasi yang lebih efektif, sehingga mutu akademik dan kepercayaan masyarakat terhadap fakultas semakin terjamin.

Dalam paparannya, Nasrul Fahmi Zaki Fuadi, M.Si. mengulas pemanfaatan Turnitin sebagai alat deteksi plagiasi, teknik membaca hasil similarity report, serta identifikasi penggunaan artificial intelligence dalam penulisan. Ia juga menjelaskan alur verifikasi data di Google Scholar dan SINTA sebagai sarana membangun profil akademik mahasiswa yang kredibel.

Materi berikutnya disampaikan oleh Dr. Mahmud Yunus Mustofa, M.Pd.I. yang menitikberatkan pada pengelolaan media sosial untuk tujuan akademik. Ia mencontohkan strategi membuat konten edukasi yang menarik, penggunaan Canva untuk mendesain visual informatif, hingga tips menulis keterangan unggahan yang sesuai dengan etika keilmuan.

Kemudian, Dr. Hamdan Husein Batubara, M.Pd.I. mengajak operator berlatih menulis dan mempublikasikan berita di website. Peserta dibimbing menyusun naskah populer yang komunikatif, membuat halaman baru, serta mengelola menu informasi agar portal prodi lebih aktif dan bermanfaat bagi masyarakat.

Melalui pelatihan ini, Pimpinan FITK berharap operator mampu mengoptimalkan penggunaan Turnitin, mengelola akun Google Scholar dan SINTA secara mandiri, serta aktif menulis di website maupun media sosial. Dengan begitu, reputasi akademik seluruh prodi di FITK terkhusus Prodi PAI dapat semakin meningkat dan memberi manfaat nyata bagi pengembangan keilmuan Islam di era digital.

Penulis: Firda Rahmatun Nuzula (Mahasiswa PAI UIN Walisongo Semarang)

HMJ PAI Selenggarakan Pembukaan Puncak Semarak Harlah PAI Ke-55

Himpunan Mahasiswa Jurusan Pendidikan Agama Islam (HMJ PAI) Selenggarakan Puncak Semarak Hari Ulang Tahun (Harlah) PAI Ke-55 pada Kamis (25/09/2025) di Auditorium 2 Kampus 3 UIN Walisongo Semarang.

Acara kali ini mengangkat tema “Mengukir Jejak Prestasi, Tanpa Mengabaikan Ridho Ilahi” yang dihadiri oleh seluruh pengurus HMJ PAI, Wakil Dekan 3 FITK Prof. Dr. Muslih M.A, Sekretaris jurusan Aang Kunaepi M.Ag, Para tamu undangan, serta para mahasiswa.

Ketua Panitia, Sahila Afkar mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah mengsukseskan rangkaian acara dan menyampaikan bahwa mahasiswa pai harus berprestasi serta berakhlakul karimah.

“Saya ucapkan terima kasih sebesar-besarnya kepada seluruh pihak yang telah mengsukseskan rangkaian acara harlah mulai dari awal sampai puncak ini. Sebagai Mahasiswa PAI harus berprestasi, berakhakul karimah, dan yang terpenting mendapat ridho ilahi,” jelasnya.

Disusul sambutan oleh Ketua HMJ PAI, Ahmad Shakib yang menyampaikan harapannya agar mahasiswa PAI dapat menjadi teladan yang baik.

“Saya merasa sangat bangga melihat PAI kita yang sudah berumur 55 ini. Terimah kasih setinggi-tingginya kepada seluruh pihak, mulai birokrasi, staff pengurus, pihak sponsor, dan para mahasiswa PAI. Saya berharap mahasiswa PAI berakhlakul karimah dan menjadi contoh yang baik kepada yang lain,” ungkapnya.

Dilanjutkan oleh Sekretaris Jurusan PAI, Dr. Aang Kunaepi M.Ag menjelaskan bahwa PAI UIN Walisongo tidak muda lagi, banyak tantangan yang dilalui, dan telah mencetak banyak mahasiswa berprestasi serta alumni yang sukses.

“PAI UIN Walisongo pada usia 55 ini tentu tidak muda lagi, banyak tantangan yang dilalui, dan akan tambah banyak lagi tantangan-tantangan lain yang harus dihadapi. PAI kita telah mencetak banyak mahasiswa yang berprestasi dan banyak alumni yang sukses,” tuturnya.

Selanjutnya sambutan oleh Wakil Dekan 3 FITK, Prof. Dr. Muslih M.A mengucapkan selamat kepada PAI atas harlah yang telah dilaksanakan serta berharap PAI lebih sukses sehingga tetap menjadi jurusan yang paling banyak diminati.

“Saya ucapkan selamat kepada PAI UIN Walisongo atas harlah ke 55 ini, dan selamat kepada HMJ PAI yang telah menyelenggarakan berbagai rangkaian acara semarak harlah PAI. Semoga PAI lebih sukses dan tetap menjadi jurusan yang paling banyak diminati di Indonesia,” ungkapnya.

Acara dilanjutkan dengan pemotongan nasi tumpeng oleh Wakil Dekan 3 FITK, lalu penampilan berbagai tarian dan nasyed, penyerahan hadiah, kemudian ditutup dengan pembacaan doa dan sesi foto bersama.

Penulis : Wildan Muhlisin (Kominfo HMJ PAI UIN Walisongo)

Ukir Jejak Prestasi Tanpa Abaikan Ridho Ilahi, HMJ PAI Selenggarakan Talkshow Inspiratif Mahasiswa Pada Harlah ke-55

Himpunan Mahasiswa Jurusan Pendidikan Agama Islam (HMJ PAI) Selenggarakan Talkshow Inspiratif Mahasiswa sebagai rangkaian acara Puncak Hari Lahir (Harlah) PAI Ke-55 pada Kamis (25/09/25) di Auditorium 2 Kampus 3 UIN Walisongo Semarang.

Acara dimulai dengan deklarasi pelantikan Pengurus perdana Keluarga Alumni Pendidikan Agama Islam (KALAM PAI) UIN Walisongo oleh Dekan FITK, Prof. Dr. Fatah Syukur M.Ag, lalu dilanjut dengan sambutan-sambutan.

Ketua Kalam PAI, Maula Sultan Ajilla, M. Pd. mengucapkan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah berkontribusi dalam acara ini, serta memberi selamat atas Harlah PAI.

“Saya ucapkan terima kasih kepada Pak Dekan dan Bu Kajur yang telah merestui pembentukan Kalam PAI, serta para pengurus yang berkenan untuk khidmah untuk Kalam PAI. Selamat kepada PAI atas terselenggaranya acara Harlah Ke-55 ini, semoga PAI menjadi semakin kuat dan berjaya,” ungkapnya.

Disusul sambutan oleh Dekan FITK, Prof. Dr. Fatah Syukur M.Ag mengucapkan selamat atas Harlah PAI Ke-55 dan dilantiknya Pengurus Kalam PAI, serta menyampaikan bahwa alumni PAI tidak hanya menjadi guru, akan tetapi kemampuan bersosial itu yang terpenting.

“Saya ucapkan selamat atas Harlah PAI Ke-55 dan selamat atas dilantiknya Pengurus Kalam PAI. Alumni PAI tidak hanya menjadi guru, akan tetapi kemampuan berkolaborasi atau bersosial dengan masyarakat itu yang terpenting dan dibutuhkan,” jelasnya.

Kemudian acara dilanjut dengan Seminar Talkshow Inspiratif Mahasiswa yang dimoderatori oleh Nazih Sahdatul Kahfi S.Pd. dan Gus Maulana Miftahur Ridho Al Arif sebagai pemateri.

Gus Maulana Al Arif menerangkan tentang keistimewaan dan keunggulan Rasulullah Muhammad Saw mulai dari fisik hingga perilakunya.

“Rasulullah Saw itu lebih unggul dan istimewa dibanding manusia biasa, fisiknya yang sempurna, adil keputusannya, hingga lembut tingkah lakunya, sehingga manusia lain terkagum melihatnya,” jelasnya.

Lalu beliau juga menjelaskan tentang beberapa jasa Rasulullah Saw kepada kita seperti hukum syariat norma-norma dalam pernikahan.

“Rasulullah Saw sangat berjasa bagi kita sampai sekarang, seperti hukum syariat telah ditetapkan dalam pernikahan dengan peraturan dan norma-norma tertentu yang bermanfaat dalam menjalani kehidupan,” ungkapnya.

Sebagai pungkasan, Gus Maulana menjelaskan tentang orang pertama yang memberi pujian dan memperingati kepada Rasulullah Saw keterkaitannya dengan maulid nabi.

“Orang pertama yang memberi pujian kepada Rasulullah adalah Rasulullah sendiri. Beliau puasa hari Senin itu untuk memperingati hari kelahirannya, sehingga sudah semestinya kita sebagai umatnya memberikan pujian serta memperingati kepada Rasulullah seperti maulid nabi yang biasa kita lakukan,” pungkasnya.

Kemudian acara ditutup dengan pembacaan doa.

Penulis : Wildan Muhlisin (Kominfo HMJ PAI UIN Walisongo)

PEMBUKAAN HARLAH KE-55 PROGRAM STUDI PENDIDIKAN AGAMA ISLAM (PAI)UIN WALISONGO SEMARANG

Pada hari Senin(15/9), Program Studi Pendidikan Agama Islam (PAI) UIN Walisongo Semarang menyelenggarakan acara Pembukaan Harlah ke-55 PAI yang bertempat di Auditorium Lantai 2 Kampus 1 UIN Walisongo Semarang.

Acara pembukaan ini dihadiri oleh Wakil Dekan III FITK, Prof. Dr. H. Muslih, M.A, serta Ketua Jurusan PAI, Dr. Hj. Fihris, M.Ag.

Tema yang diangkat dalam Harlah ke-55 PAI tahun ini adalah. 

“Menyemai Cahaya Iman, Membuka Pintu Kreativitas Menuju Generasi Berprestasi dan Berakhlak Mulia.”

Rangkaian acara dimulai dengan pembacaan ayat suci Al-Qur’an dan dilanjutkan dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya yang dipimpin oleh panitia.

Selanjutnya, acara diteruskan dengan sambutan dari Ketua Pelaksana. Dalam sambutannya beliau menyampaikan misal punya ketuplak, Afkar selaku ketua pelaksana menyampaikan harapannya terhadap mahasiswa PAI agar senantiasa meningkatkan prestasi, iman dan kreativitas.

“Dari tema yang diambil diharapkan mahasiswa PAI mampu meningkatkan prestasi, iman, dan kreativitasnya. Di era digitalisasi ini banyak mahasiswa yang berprestasi tetapi melupakan akhlaknya. Maka, melalui acara ini, kami berharap prestasi dan akhlak dapat berjalan beriringan. Harlah ke-55 ini bukan sekadar angka, melainkan bukti bahwa Jurusan PAI UIN Walisongo Semarang telah banyak mencetak generasi unggul, alumni yang berprestasi, ada yang menjadi menteri, dosen, dan tokoh masyarakat yang bermanfaat. Semoga kita semua senantiasa mendapat ridho serta keberkahan dari Allah SWT,” ungkapnya.

Sambutan berikutnya disampaikan oleh Ketua Jurusan PAI, Dr. Hj. Fihris, M.Ag. Beliau menegaskan bahwa tema Harlah tahun ini sangat istimewa serta memberikan pesan kepada mahasiswa. 

“Dalam perayaan Harlah PAI ke-55 ini, warnailah Prodi PAI dengan peningkatan kompetensi dan prestasi, baik akademik maupun non-akademik. Dari sisi karakter, karakternya harus dipercantik dan diperbaiki agar bisa menjadi teladan bagi yang lain. Selain itu, pergaulan mahasiswa harus dijaga dengan baik, hindarilah hal-hal yang tidak bermanfaat, terutama kegiatan malam yang kurang mendukung perkembangan akademik,” ungkapnya.

Kemudian, Wakil Dekan III FITK, Prof. Dr. H. Muslih, M.A, juga menyampaikan harapan singkat dalam sambutannya. 

“Saya berharap acara Harlah ke-55 ini dapat berjalan dengan lancar dan sebaik-baiknya. Semoga serangkaian kegiatan Harlah ini mampu membawa PAI berkembang lebih baik lagi,” ungkapnya.

Sebagai simbolis pembukaan acara, dilakukan pemukulan gong oleh Wakil Dekan III FITK.

Setelah acara pembukaan, rangkaian kegiatan Semarak Harlah PAI ke-55 dilanjutkan dengan Lomba Pemilihan Duta dan Duti PAI. Lomba ini diikuti oleh 16 peserta yang berhasil lolos hingga babak semifinal. Dalam perlombaan tersebut terdapat beberapa sesi seleksi untuk menentukan finalis terbaik. Setelah melalui tahap penilaian, dipilihlah tiga besar dari Duta dan Duti PAI.

Selain itu, acara juga menampilkan penilaian suporter terbaik dari setiap kelas, yang menjadi salah satu bentuk apresiasi atas semangat dan kebersamaan mahasiswa.

Rangkaian acara ditutup dengan pengumuman pemenang, sesi penutup, dan dokumentasi bersama.

Dengan demikian, acara Pembukaan sekaligus rangkaian kegiatan Semarak Harlah ke-55 Program Studi Pendidikan Agama Islam (PAI) UIN Walisongo Semarang telah terlaksana dengan baik, lancar, dan penuh semangat.

Penulis: Lana Husnunnihayah