From Organization to Impact, DEMA FTIK Adakan Talkshow Dalam Acara Pelantikan Ormawa

Dewan Eksekutif Mahasiswa Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan (DEMA FTIK) Adakan Talkshow dalam acara Pelantikan Ormawa pada Rabu (28/01/26) di Auditorium II Kampus 3 UIN Walisongo Semarang.

Kegiatan ini diadakan dalam acara Pelantikan Ormawa yang dipandu oleh Sahrul Himawan S.Pd sebagai moderator dan Faris Balya S.Sos sebagai narasumber. Pembukaan materinya, Faris menjelaskan alasan minat organisasi bagi mahasiswa sekarang itu menurun dan cara mengatasinya.

“Output di organisasi yang tidak jelas itu menjadi salah satu alasan minat berorganisasi sekarang menurun. Oleh karena itu, organisasi masa sekarang harus dibenahi, output di organisasi harus diperjelas, lebih kreatif, dan lebih linier dengan kehidupan kita,” ungkapnya.

Selanjutnya Faris menyampaikan bahwa di organisasi dan di dunia kerja saling berkaitan, kemampuan dan skill yang telah dijalani di organisasi itu sangat berguna di dunia kerja.

“Skill mahasiswa di organisasi itu sangat berguna saat nantinya berada di dunia kerja. Sebab dalam dunia kerja, kemampuan berbicara dan kemampuan leadership adalah salah satu yang terpenting, yang mana keduanya telah dijalani saat berada di organisasi,” jelasnya.

Kemudian Faris mengatakan bahwa fenomena pengangguran lulusan akademis sangat banyak itu bukan salah negara terhadap kita, melainkan kita sendiri yang enggan menghadapi dan lari dari realita.

“Fenomena pengangguran lulusan akademis menjadi sangat banyak di negara kita itu bukan salah negara terhadap kita, melainkan kita sendiri yang enggan menghadapi dan memilih lari dari realita yang ada,” tuturnya.

Pungkasan pemaparannya, Faris memberikan pesan untuk berorganisasi secara profesional, bukan secara kekeluargaaan. Ia serta menjelaskan alasannya.

“Berorganisasilah secara profesional, bukan secara kekeluargaan. Karena dalam keluarga, mencakup kepala keluarga hingga beban keluarga. Maka dari itu, bagi masing-masing anggota organisasi diharuskan bertanggung jawab serta profesional dengan kerjanya,” pungkasnya.

Lalu dilanjutkan sesi tanya jawab dan ditutup dengan foto bersama.

Penulis: Wildan Muhlisin

Kembalikan Marwah Organisasi Tarbiyah, DEMA FTIK Selenggarakan Pelantikan ORMAWA FTIK 2026

Dewan Eksekutif Mahasiswa Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan (DEMA FTIK) Selenggarakan Pelantikan Organisasi Mahasiswa (ORMAWA) pada Rabu (28/01/26) di Auditorium II Kampus 3 UIN Walisongo Semarang. 

 Acara ini mengangkat tema “Organisasi Mahasiswa di Persimpangan Jalan: Antara Kehilangan Diskursus dan Pudarnya Minat Berorganisasi”, yang dihadiri oleh Dekan, Wakil Dekan, Jajaran Dosen FTIK, serta seluruh anggota ORMAWA FTIK yang meliputi Dewan Eksekutif Mahasiswa (DEMA), Senat Mahasiswa (SEMA), dan Himpunan Mahasiswa Jurusan (HMJ). 

Memasuki prosesi pembaiatan, Prof. Dr. Fatah Syukur M.Ag selaku Dekan FTIK telah mengukuhkan dan mengesahkan seluruh pengurus ORMAWA FTIK dengan pembacaan ikrar dan kesiapan dalam menjalankan amanah. Ketua DEMA FTIK, Gilang Dzaky Mubarak menyampaikan telah terjadi pergeseran paradigma organisasi yang dipahami sebatas pengembangan kemampuan, Ia mengajak seluruh ORMAWA FTIK untuk kembalikan marwah Fakultas Tarbiyah yang bereorentasi sebagai Fakultas Pendidikan. 

 “Organisasi mahasiswa saat ini telah terjadi pergeseran paradigma, kini berorganisasi hanya dipahami sebatas pengembangan kemampuan belaka. Oleh karena itu, saya mengajak seluruh Ormawa FTIK untuk kembalikan marwah Fakultas Tarbiyah yang beriorentasi sebagai fakultas pendidikan, intelektualitas, dan nilai-nilai keilmuan,” ungkapnya. 

 Ketua SEMA FTIK, Alauddin Nabil An-Nabhan menyampaikan tantangan organisasi mahasiswa saat ini bukan hanya program kerja, tetapi keberanian menjaga nilai, jujur saat salah, berani terbuka saat dikritik, serta berani bertindak kepada mahasiswa meski tidak membuat kita nyaman. 

 “Tantangan organisasi mahasiswa kali ini bukan hanya perihal program kerja, akan tetapi keberanian menjaga nilai, berani jujur saat salah, berani terbuka saat dikritik, dan berani bertindak sesuai hukum kepada mahasiswa meski itu tidak selalu membuat kita nyaman” ucapnya. 

Selanjutnya Dekan FTIK, Prof. Dr. Fatah Syukur, M.Ag telah mengutip hadist Nabi untuk menekankan pentingnya bagi seluruh ORMAWA yang telah dilantik senantiasa belajar kepemimpinan hingga manajemen waktu yang baik. 

“Kehidupan ini, kata Rasulullah, كُلُّكُمْ رَاعٍ وَكُلُّكُمْ مَسْئُولٌ عَنْ رَعِيَّتِهِ. Kalian semua ini adalah pemimpin di level masing-masing, dan setiap pemimpin akan dimintai pertanggungjawaban. Kata kunci seorang pemimpin adalah ketika dia bisa memengaruhi orang lain dalam hal kebaikan,” jelasnya. 

Beliau juga menegaskan bahwa kepemimpinan dalam organisasi mahasiswa tidak hanya diukur dari jabatan, tetapi dari kemampuan mengelola diri, mengambil keputusan, serta memberikan dampak positif bagi lingkungan sekitar. 

 “Kepemimpinan dalam organisasi mahasiswa tidak hanya diukur dari jabatan, namun dari kemampuan mengelola diri, mengambil keputusan, serta memberikan dampak positif bagi lingkungan sekitar,” tuturnya.

Di akhir sambutan, beliau menyampaikan pesan tentang pentingnya ideologi dan akidah sebagai fondasi utama bagi seorang aktivis.

“ Menjadi teladan ideologi dan akidah, aktivis tidak hanya pintar ngomong, aktivis jangan hanya pintar action, tetapi juga perhatikan shalatnya,” pungkasnya.

Kemudian acara ditutup dengan pembacaan doa.

Penulis: Tiara Okta Fitriani

Sekolah Tinggi Islam Kendal (STIK) Laksanakan Kunjungan Kuliah Kerja Lapangan (KKL) di Prodi PAI UIN Walisongo Semarang

Sekolah Tinggi Islam Kendal (STIK) Laksanakan Kunjungan Kuliah Kerja Lapangan (KKL) di Prodi PAI UIN Walisongo Semarang

Rabu 3/12, bertempat di Gedung Dekanat lantai 3 Universitas Islam Negeri (UIN) Walisongo Semarang, telah diadakan acara kunjungan Kuliah Kerja Lapangan (KKL) dari Sekolah Tinggi Islam Kendal (STIK) di Progam Studi Pendidikan Agama Islam UIN Walisongo Semarang. Acara ini bertujuan untuk menjalin komunikasi, berbagi pengalaman, dan dijadikan sebagai bahan laporan hasil studi untuk meningkatkan kolaborasi antar institusi pendidikan.

Acara dimulai dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya yang dipimpin oleh Pengurus Himpunan Mahasiswa Jurusan (HMJ) PAI UIN Walisongo yang diikuti oleh seluruh peserta.

Dilanjutkan sambutan pertama oleh Prof. Dr. H. Fatah Syukur, M. Ag., selaku Dekan Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan (FITK) UIN Walisongo Semarang, beliau menyampaikan rasa hormat dan harapannya sehingga senang dapat menyambut kedatangan para dosen dan mahasiswa dari Sekolah Tinggi Islam Kendal (STIK)

“Saya senang bisa menyambut kedatangan para tamu dari STIK yang berkunjung ke kampus kita, semoga  kedatangan kalian menjadi manfaat bagi kita semua,” ungkapnya.

Selanjutnya dilakukan penandatanganan MOU antara Progam Studi Pendidikan Agama Islam (PAI) UIN Walisongo Semarang dan Sekolah Tinggi Islam Kendal (STIK).

Selanjutnya sambutan kedua disampaikan oleh bapak Ahmad Munadirin, M. Pd.I, selaku Kepala Progam Studi Pendidikan Agama Islam (PAI) Sekolah Tinggi Islam Kendal (STIK), beliau menyampaikan rasa terimakasih atas sambutan hangat layaknya keluarga, serta menyampaikan maksud dari kunjungan Kuliah Kerja Lapangan (KKL) ke UIN Walisongo untuk bisa dijadikan laporan pembelajaran.

“Kami mengucapakan Terima kasih karena telah menerima kami layaknya keluarga sendiri, tujuan kami kesini tentunya untuk melaksanakan Kuliah Kerja Lapangan secara langsung, yg dimana kegiatan ini sudah dilaksanakan setiap tahunnya, untuk tahun ini kita memilih kunjungan ke UIN Walisongo, diharapkan semoga apa yang kita dapat bisa dijadikan pembelajaran,” ungkapnya.

Beliau juga berpesan kepada para peserta untuk bisa menyimak serangkaian acara dengan serius dan dapat disimak dengan baik.

“Apa yang dilihat dan didengar dari serangkaian acara nanti bisa dijadikan pelajaran, diharap untuk kalian bisa serius untuk mengikuti kegiatan yang akan dijadikan laporan, yang dimana hasil laporan kita nantinya bisa dijadikan pelajaran untuk maju kedepan,” lanjutnya.

Acara dilanjutkan dengan penyerahan cinderamata dan diakhiri dengan pembacaan doa oleh Pengurus Himpunan Mahasiswa Jurusan(HMJ) PAI UIN Walisongo Semarang.

Setelah rangkaian acara inti selesai, dilanjutkan dengan sesi diskusi dan berbagi pengalaman antara mahasiswa Pendidikan Agama Islam UIN Walisongo dan mahasiswa Pendidikan Agama Islam Sekolah Tinggi Islam Kendal.

Setelah rangkaian acara inti selesai, dilanjutkan dengan sesi diskusi dan berbagi pengalaman antara mahasiswa Pendidikan Agama Islam UIN Walisongo dan mahasiswa Pendidikan Agama Islam Sekolah Tinggi Islam Kendal.

Penulis: Lana Husnunnihayah (Kominfo HMJ PAI UIN Walisongo)

Kupas Teori Kepemimpinan, HMJ PAI Adakan Materi Leadership dalam Acara GAFMA PAI 2025

 Himpunan Mahasiswa Jurusan Pendidikan Agama Islam (HMJ PAI) Adakan Materi Kepemimpinan dalam acara GAFMA pada Sabtu (1/11/25) di Wisata Tirta Nusantara Kendal.

Kegiatan ini diadakan dalam acara GAFMA PAI 2025 yang diikuti oleh para Mahasiswa PAI 2025.

Kegiatan ini dipandu oleh Rasya sebagai moderator dan Faza Nasrullah sebagai narasumber.

Dalam pembukaan materi, Faza Nasrullah menyampaikan perbedaan pemimpin dan kepemimpinan bahwa seorang pemimpin harus mempunyai sifat kepemimpinan dan tidak semua pemimpin mempunyai sifat itu.

“Seorang pemimpin dan kepemimpinan itu berbeda, pemimpin harus mempunyai sifat kepemimpinan dan tidak semua pemimpin mempunyai sifat itu,” jelasnya.

Selanjutnya Faza Nasrullah menjelaskan bahwa pemimpin itu harus bisa menerima masukan, aspirasi, toleransi, dan pemaaf. karena dia menjadi panutan, maka harus bisa bisa menjadi harapan dan contoh yang baik bagi semua.

“Menjadi seorang pemimpin itu harus bisa menerima masukan, aspirasi, toleransi, empati, dan bisa menjadi pemaaf bagi sesama. Sebab pemimpin itu panutan, maka harus bisa menjadi harapan dan contoh yang baik bagi anggotanya,” ungkapnya.

Kemudian pungkasan pemaparannya, Faza Nasrulllah memberikan pesan untuk terus memberi manfaat walaupun sedikit serta tanamkan kejujuran, sebab itu yang dibutuhkan zaman sekarang.

“Dimanapun kalian berada, tetaplah menebar manfaat kepada sesama walaupun itu sedikit dan tanamkan kejujuran, sebab itu yang dibutuhkan pada zaman sekarang,” pungkasnya.

Lalu dilanjutkan dengan sesi tanya jawab dan ditutup dengan sesi foto bersama.

Penulis : Wildan Muhlisin

Perkuat Kebersamaan dan Kekeluargaan, HMJ PAI Selenggarakan GAFMA PAI

Himpunan Mahasiswa Jurusan Pendidikan Agama Islam (HMJ PAI) Selenggarakan Gathering Fun Mahasiswa (GAFMA) PAI 2025 pada Sabtu (1/11/25) di Wisata Tirta Nusantara Kendal.

GAFMA kali ini mengangkat tema “Stronger Together, Brighter Forever” yang dihadiri oleh seluruh pengurus HMJ PAI dan para mahasiswa PAI 2025.

Ketua Panitia, Himma Marwah Taher mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah mengsukseskan acara dan menyampaikan bahwa gafma bukan sekedar agenda tahunan, akan tetapi awal langkah bagi mahasiswa PAI.

“Saya ucapkan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah berkenan mengsukseskan acara ini. GAFMA bukanlah sekedar agenda tahunan, akan tetapi langkah perjalanan panjang bagi kalian dan momen bagi mahasiswa PAI,” ucapnya.

Ketua Umum HMJ PAI, Ahmad Shakib menyampaikan bahwa tujuan diadakan GAFMA ini untuk saling mengenal dan berbagi keindahan serta berharap semoga acara ini berjalan lancar dan diridhoi oleh Allah Swt.

“Kegiatan GAFMA ini bertujuan agar kita saling mengenal dan berbagi keindahan. Saya berharap semoga acara ini berjalan lancar dan diridhoi oleh Allah Swt,” tuturnya.

Selanjutnya acara ditutup dengan pembacaan doa.

Penulis : Wildan Muhlisin

Salurkan Kebaikan, HMJ PAI Bersama Komunitas Sahabat Peduli Adakan Bakti Sosial Di Panti Asuhan Safinatun Najah2

Himpunan Mahasiswa Jurusan Pendidikan Agama Islam (HMJ PAI) Universitas Islam Negeri (UIN) Walisongo Bersama Komunitas Sahabat Peduli Mengadakan acara Bakti Sosial pada Minggu (26/10) di Panti Asuhan Safinatun Najah Mijen, Semarang.

Naufal Zakia Mochtar, selaku ketua panitia mengucapkan terima kasih serta menyampaikan harapan diadakannya bakti sosial dapat membangun tali silaturrahmi antar mahasiswa dan masyarakat

“Saya sangat berterima kasih kepada bapak kepala panti yang telah mempersilakan kami untuk mengadakan acara bakti sosial kali ini. Harapan saya dengan diadakannya acara ini dapat membangun tali silaturrahmi antar mahasiswa dan Masyarakat,” ungkapnya.

Sambutan selanjutnya oleh Ketua Umum HMJ PAI yang diwakilkan oleh Wakil Ketua Umum, Nur Fahni. Ia berpesan bahwa sebaik-baik manusia adalah manusia yang bermanfaat untuk sesama.

“Saya teringat salah satu kutipan hadis yang artinya sebaik-baik manusia ialah manusia yang bermanfaat bagi manusia yang lain. Kami sebagai mahasiswa pun memerlukan recharge setelah Ujian Tengah Semester. Kami merasa dengan bertemu adik-adk semua dapat membangkitkan energi kami,” tuturnya.

Silvi Laelaturrohmah, Ketua Komunitas Sahabat Peduli menyampaikan harapannya agar acara ini dapat menjadi bekal belajar bersama.

“Dengan diadakannya acara ini, semoga kita dapat belajar bersama. Kita ambil baiknya dan buang buruknya,” ujarnya.

Bapak Kepala Panti Asuhan, Nur Ihsan, S.Pd. memberikan sambutan penutup sekaligus do’a agar segala hajat, keinginan dan cita-cita dapat dikabulkan olehNya.

Acara dilanjut dengan membuat ice cream bersama kemudian kajian oleh Anwar, salah satu pengurus HMJ PAI periode 2025. Dalam kajiannya, ia menceritakan kisah inspiratif sahabat pada masa nabi, Sya’ban yang istiqomah sholat Subuh berjamaah semasa hidupnya. Acara diakhiri dengan penyerahan donasi dan sesi foto Bersama.

Penulis: Shofa

Upayakan Kemajuan Jurusan, HMJ PAI Adakan Forum Aspirasi

Himpunan Mahasiswa Jurusan Pendidikan Agama Islam (HMJ PAI) Selenggarakan Forum Aspirasi Mahasiswa (FASMA) PAI pada Jumat (24/10/25) di Aula Dekanat Lantai 3 UIN Walisongo Semarang.

Acara kali ini mengangkat tema “Kuatkan Aspirasi, Suarakan Perubahan Untuk Kemajuan Jurusan PAI” yang dihadiri oleh seluruh pengurus HMJ, para delegasi Mahasiswa PAI, serta Ketua Jurusan.

Acara dibuka oleh moderator yaitu Firda Rahmatun Nuzula, salah satu anggota HMJ PAI UIN Walisongo, kemudian disambung dengan kegiatan inti yaitu penyampaian aspirasi oleh para mahasiswa yang hadir.

Terkait Gedung K yang keadaannya semakin buruk bagi mahasiswa dan fasilitas yang kurang memadai itu bagaimana?,” tanya mahasiswa.

Ketua Jurusan PAI, Dr. Fihris M.Ag. menanggapi bahwa dengan kebijakan yang ada, Gedung K sedang tahap renovasi, dan jika ada fasilitas yang kurang lengkap, bisa mengajukan dengan surat permohonan.

“Dengan kebijakan yang ada, sekarang Gedung K dalam tahap renovasi, tinggal tunggu waktunya jadi saja. Jika ada fasilitas yang kurang lengkap bisa mengajukan surat permohonan perlengkapan fasilitas lewat Ketua HMJ,” jawabnya.

Toleransi terkait batas keterlambatan bagi mahasiswa jika dibutuhkan perjalanan dari kampus 2 ke kampus 3, dan jika ada dosen yang terlambat itu bagaimana?,” ucap mahasiswa.

Ketua Jurusan, Dr. Fihris M.Ag. menanggapi jika memang dibutuhkan waktu perjalanan maka perlu adanya komunikasi dengan dosen, dan dosen tersebut salah bila terlambat tanpa adanya konfirmasi.

Jika memang dibutuhkan waktu perjalanan, bisa dikomunikasikan kepada dosen terlebih dahulu, dan jika ada dosen yang terlambat tanpa mengonfirmasi, itu yang bersalah,” jawabnya.

Kemudian Dr. Fihris M.Ag. menyampaikan bahwasanya jika terdapat aspirasi dari para Mahasiswa PAI, dapat disampaikan dengan jelas dan konkrit.

Kalau ada aspirasi dari para Mahasiswa PAI, langsung sampaikan ke saya saja, tetapi harus jelas, maksudnya harus dengan bukti, bukan “katanya” , pungkasnya.

Kemudian acara ditutup dengan dokumentasi bersama.

Penulis : Wildan Muhlisin

Internasional Guest Lecturer “Global Connect : International Lecture Series”

Semarang-Program Studi Pendidikan Agama Islam (PAI) UIN Walisongo Semarang menggelar Internasional Guest Lecturer dengan tema “Global Connect : International Lecture Series” pada Selasa (14/10/2025).
Kegiatan ini dilaksanakan secara online on site di Gedung C11 Kampus 1 UIN Walisongo Semarang yang diikuti oleh mahasiswa International Class Program (ICP) Program Studi PAI dan PBI serta online via zoom yang diikuti oleh para dosen.
Tujuan acara ini digelar untuk memberikan wawasan kepada mahasiswa mengenai Language Instructional Design (Desain Instruksi dalam Pengembangan Pembelajaran Bahasa).
Tujuan diadakannya kegiatan International Guest Lecturer kali ini adalah untuk memperluas pemahaman mahasiswa fakultas ilmu tarbiyah dan keguruan terutama PAI terkait pengembangan desain pembelajaran bahasa untuk peserta didik agar lebih bervariatif dan terkonsep secara sistematis,” ujar Renza selaku ketua panitia.
Dr. Mazlin Binti Mohamed Mokhtar selaku Director International Language Academy Universiti Pendidikan Sultan Idris Malaysia turut hadir dalam acara ini sebagai narasumber. Beliau memaparkan bahwa pentingnya sistem instruksional dalam pengembangan pengajaran Bahasa karena memiliki beberapa fungsi.
“Sistem instruksional memiliki peran penting dalam pengembangan pengajaran bahasa, karena berfungsi untuk menyelaraskan pelajaran dengan kebutuhan dan tujuan peserta didik, meningkatkan keterlibatan serta interaksi, mendukung hasil yang efisien dan terukur, serta meningkatkan kualitas dan konsistensi bahan ajar,” kata Mazlin.
Mazlin Binti Mohamed Mokhtar mengemukakan beberapa model yang dapat diterapkan, dengan ADDIE Model sebagai rekomendasi utama.
Instrumen ini yang paling umum digunakan para perancang instruksional. Model ini mengajarkan Langkah-langkah seluruh proses program pelatihan dan digunakan dalam kerangka kerja untuk menciptakan ide-ide baru,” ujarnya.
Ia juga menyampaikan ADDIE Model merupakan kerangka sistematis dalam pengembangan pembelajaran yang mencakup lima tahap utama, yaitu Analysis, Design, Development, Implementation, dan Evaluation. Setiap tahap saling berkaitan untuk memastikan efektivitas dan efisiensi proses pembelajaran.


“Model ADDIE adalah kerangka sistematis yang digunakan dalam pengembangan pembelajaran dan terdiri atas lima tahap utama, yaitu Analysis (Analisis), Design (Perancangan), Development (Pengembangan), Implementation (Implementasi), dan Evaluation (Evaluasi). Kelima tahap tersebut saling terkait guna menjamin efektivitas serta efisiensi dalam proses pembelajaran,” tambahnya.

Penulis : Dwi Khoiriyatun Nikmah dan Maurenza Nafidzul Haq Al Ghiffari

Mahasiswa PAI Turut Hadir dalam Workshop Penulisan Artikel Jurnal Berbasis AI

Program Studi Pendidikan Agama Islam (PAI) ikut serta dalam kegiatan Workshop Penulisan Artikel Jurnal Berbasis AI yang diselenggarakan oleh FITK UIN Walisongo Semarang yang dilaksanakan di Gedung N4, pada Selasa (14/10/2025).

Acara ini mengundang Dr. H. Taufikin, M.S.I., C.Ed., C.SM., dari UIN Sunan Kudus sebagai Narasumber.

Kegiatan workshop ini turut dihadiri oleh para pimpinan FITK, pimpinan Prodi PAI, dan jajaran dosen FITK, serta Mahasiswa S2 dan S1 PAI.n

Workshop ini dilaksanakan bertujuan untuk memberikan kesempatan bagi dosen dan mahasiswa, agar memahami standar penulisan jurnal internasional yang berkualitas, juga mengetahui etika penggunaan AI dalam menulis suatu karya ilmiah terutama artikel jurnal.

Dr. H. Taufikin, seorang penulis jurnal yang telah menerbitkan banyak artikel berstandar SINTA maupun Scopus, memaparkan berbagai tips dan trik penggunaan AI sesuai dengan etika akademik yang berlaku sehingga dapat diimplementasikan oleh dosen dan mahasiswa.

“AI dapat digunakan sebagai alat bantu yang memudahkan kita dalam menyusun artikel dengan baik, namun tetap memperhatikan etika akademik, dengan membantu memvisualisasikan data lapangan yang telah diteliti secara terstruktur, sehingga artikel tersebut dapat memenuhi standar nasional maupun internasional”, ucapnya.

Program penulisan jurnal internasional merupakan bagian dari upaya Prodi PAI sebagai wadah belajar dan berlatih bagi dosen dan mahasiswa tentang teknik penelitian yang modern dan terintegrasi dengan teknologi informasi.

Dekan FITK, Prof. Dr. H. Fatah Syukur, M.Ag., mengungkapkan bahwa workshop ini dapat dimanfaatkan secara optimal serta dapat dijadikan sumber motivasi ataupun inspirasi untuk mahasiswa dan dosen agar selalu terus berkarya dengan menulis.

“Saya berharap workshop ini dapat dimanfaatkan secara optimal oleh mahasiswa dan dosen, sekaligus menjadi sumber motivasi dan inspirasi bagi mereka untuk terus berkarya melalui tulisan”, ungkapnya.

Penulis: Dwi Khoiriyatun Nikmah

Koneksi Menuju PAI Bersinergi, HMJ PAI Selenggarakan Benchmarking Study PAI

Himpunan Mahasiswa Jurusan Pendidikan Agama Islam (HMJ PAI) Selenggarakan Benchmarking Study PAI Bersama HMPS PAI UIN Raden Mas Said Surakarta dan HMPS PAI UIN Sunan Kudus pada Rabu (8/10/25) di Teater Planetarium Kampus 3 UIN Walisongo Semarang.

Acara kali ini mengangkat tema “Membangun Koneksi dalam Organisasi, Menuju PAI yang Lebih Bersinergi untuk Negeri” yang dihadiri oleh seluruh pengurus masing-masing lembaga.

Ketua panitia, Abdul Wahab Musthofa Ilham menyampaikan rasa terima kasih dan harapannya agar PAI dapat menjadi lebih bermanfaat untuk kedepannya.

“Saya ucapkan terima kasih setinggi tingginya kepada para koordinator serta seluruh panitia yang telah mengsukseskan acara kali ini, saya berharap PAI menjadi lebih berkah dan manfaat kedepannya,” ungkapnya.

Disusul Ketua HMJ PAI UIN Walisongo, Ahmad Shakif mengutarakan tujuan dalam momen ini adalah untuk saling bertukar pikiran.

“Selamat datang di acara Benchmarking Study PAI serta rasa hormat saya sampaikan. Momen ini tidak hanya untuk datang-salaman-pulang, akan tetapi bertujuan saling bertukar pikiran,” jelasnya.

Dilanjut Ketua HMPS PAI UIN Raden Mas Said Surakarta, Adimas Rizqon Agung Mashuri menyampaikan sebuah hadis yang mengutarakan pentingnya mengambil manfaat.

“Bahwa termasuk bagusnya iman seseorang adalah meninggalkan sesuatu yang tidak bermanfaat, maka saya berharap kita bisa mengambil manfaat hasil maqsud pada acara kali ini,” tuturnya.

Ketua HMPS PAI UIN Sunan Kudus, Zulfa Fadlu juga menyampaikan pesan dalam sambutannya agar semua dapat bersungguh-sungguh dalam melaksanakan suatu hal untuk bisa menggapai manfaat.

“Saya berpesan pada diri sendiri dan kita semua bahwa sebuah kemuliaan itu berasal dari Allah yang mana tidak akan didapatkan tanpa bersungguh-sungguh, dengan demikian perbuatan kita sekecil apapun itu pasti ada balasannya kelak, semoga yang kita perbuat mendapat ridho Nya dan bermanfaat pada kita semua” pungkasnya.

Acara dilanjut dengan pemaparan program kerja masing-masing lembaga lalu ditutup dengan doa dan foto bersama.

Penulis : Wildan Muhlisin

Operator Program Studi PAI Ikutserta Dalam Workshop Literasi Digital Akademik Semarang

Program Studi Pendidikan Agama Islam (PAI) Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan (FITK) UIN Walisongo Semarang ikut serta dalam kegiatan Workshop Literasi Digital Akademik yang diselenggarakan oleh FITK UIN Walisongo Semarang.

Kegiatan ini berfokus pada peningkatan keterampilan Operator Prodi dalam mengelola teknologi pendukung penelitian, publikasi ilmiah, serta menigkatkan branding program studi melalui media sosial. Acara berlangsung sehari penuh pada hari selasa (30/9/2025) di Gedung N4 FITK dengan melibatkan pimpinan jurusan, serta operator dari seluruh prodi di FITK.

Workshop ini menghadirkan beberapa narasumber yang ahli di bidangnya, yakni Nasrul Fahmi Zaki Fuadi, M.Si. (pengelola Turnitin dan SINTA UIN Walisongo), Dr. Mahmud Yunus Mustofa, M.Pd.I. (Admin Instagram FITK), dan Dr. Hamdan Husein Batubara, M.Pd.I. (Admin Website FITK) Para pemateri membekali operator prodi dengan pengetahuan praktis yang langsung dapat diaplikasikan dalam aktivitas akademik maupun branding program studi.

Dalam sambutan pembukaannya, Dekan FITK, Prof. Dr. H. Fatah Syukur, M.Ag., menegaskan betapa krusialnya peran operator program studi dalam mendukung kinerja akademik. Menurutnya, pengelolaan data digital, pengelolaan media sosial, serta pemanfaatan aplikasi seperti Turnitin dan SINTA bukan sekadar tugas administratif, tetapi menjadi indikator langsung citra dan reputasi prodi yang berdampak pada pencapaian akreditasi.

Beliau optimis, pelatihan ini akan membawa hasil nyata dalam waktu dekat. Peningkatan kompetensi operator diharapkan mampu memperkuat mutu layanan fakultas, khususnya pada aspek pengelolaan publikasi, pencegahan praktik plagiasi, serta penyebaran informasi yang lebih efektif, sehingga mutu akademik dan kepercayaan masyarakat terhadap fakultas semakin terjamin.

Dalam paparannya, Nasrul Fahmi Zaki Fuadi, M.Si. mengulas pemanfaatan Turnitin sebagai alat deteksi plagiasi, teknik membaca hasil similarity report, serta identifikasi penggunaan artificial intelligence dalam penulisan. Ia juga menjelaskan alur verifikasi data di Google Scholar dan SINTA sebagai sarana membangun profil akademik mahasiswa yang kredibel.

Materi berikutnya disampaikan oleh Dr. Mahmud Yunus Mustofa, M.Pd.I. yang menitikberatkan pada pengelolaan media sosial untuk tujuan akademik. Ia mencontohkan strategi membuat konten edukasi yang menarik, penggunaan Canva untuk mendesain visual informatif, hingga tips menulis keterangan unggahan yang sesuai dengan etika keilmuan.

Kemudian, Dr. Hamdan Husein Batubara, M.Pd.I. mengajak operator berlatih menulis dan mempublikasikan berita di website. Peserta dibimbing menyusun naskah populer yang komunikatif, membuat halaman baru, serta mengelola menu informasi agar portal prodi lebih aktif dan bermanfaat bagi masyarakat.

Melalui pelatihan ini, Pimpinan FITK berharap operator mampu mengoptimalkan penggunaan Turnitin, mengelola akun Google Scholar dan SINTA secara mandiri, serta aktif menulis di website maupun media sosial. Dengan begitu, reputasi akademik seluruh prodi di FITK terkhusus Prodi PAI dapat semakin meningkat dan memberi manfaat nyata bagi pengembangan keilmuan Islam di era digital.

Penulis: Firda Rahmatun Nuzula (Mahasiswa PAI UIN Walisongo Semarang)

HMJ PAI Selenggarakan Pembukaan Puncak Semarak Harlah PAI Ke-55

Himpunan Mahasiswa Jurusan Pendidikan Agama Islam (HMJ PAI) Selenggarakan Puncak Semarak Hari Ulang Tahun (Harlah) PAI Ke-55 pada Kamis (25/09/2025) di Auditorium 2 Kampus 3 UIN Walisongo Semarang.

Acara kali ini mengangkat tema “Mengukir Jejak Prestasi, Tanpa Mengabaikan Ridho Ilahi” yang dihadiri oleh seluruh pengurus HMJ PAI, Wakil Dekan 3 FITK Prof. Dr. Muslih M.A, Sekretaris jurusan Aang Kunaepi M.Ag, Para tamu undangan, serta para mahasiswa.

Ketua Panitia, Sahila Afkar mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah mengsukseskan rangkaian acara dan menyampaikan bahwa mahasiswa pai harus berprestasi serta berakhlakul karimah.

“Saya ucapkan terima kasih sebesar-besarnya kepada seluruh pihak yang telah mengsukseskan rangkaian acara harlah mulai dari awal sampai puncak ini. Sebagai Mahasiswa PAI harus berprestasi, berakhakul karimah, dan yang terpenting mendapat ridho ilahi,” jelasnya.

Disusul sambutan oleh Ketua HMJ PAI, Ahmad Shakib yang menyampaikan harapannya agar mahasiswa PAI dapat menjadi teladan yang baik.

“Saya merasa sangat bangga melihat PAI kita yang sudah berumur 55 ini. Terimah kasih setinggi-tingginya kepada seluruh pihak, mulai birokrasi, staff pengurus, pihak sponsor, dan para mahasiswa PAI. Saya berharap mahasiswa PAI berakhlakul karimah dan menjadi contoh yang baik kepada yang lain,” ungkapnya.

Dilanjutkan oleh Sekretaris Jurusan PAI, Dr. Aang Kunaepi M.Ag menjelaskan bahwa PAI UIN Walisongo tidak muda lagi, banyak tantangan yang dilalui, dan telah mencetak banyak mahasiswa berprestasi serta alumni yang sukses.

“PAI UIN Walisongo pada usia 55 ini tentu tidak muda lagi, banyak tantangan yang dilalui, dan akan tambah banyak lagi tantangan-tantangan lain yang harus dihadapi. PAI kita telah mencetak banyak mahasiswa yang berprestasi dan banyak alumni yang sukses,” tuturnya.

Selanjutnya sambutan oleh Wakil Dekan 3 FITK, Prof. Dr. Muslih M.A mengucapkan selamat kepada PAI atas harlah yang telah dilaksanakan serta berharap PAI lebih sukses sehingga tetap menjadi jurusan yang paling banyak diminati.

“Saya ucapkan selamat kepada PAI UIN Walisongo atas harlah ke 55 ini, dan selamat kepada HMJ PAI yang telah menyelenggarakan berbagai rangkaian acara semarak harlah PAI. Semoga PAI lebih sukses dan tetap menjadi jurusan yang paling banyak diminati di Indonesia,” ungkapnya.

Acara dilanjutkan dengan pemotongan nasi tumpeng oleh Wakil Dekan 3 FITK, lalu penampilan berbagai tarian dan nasyed, penyerahan hadiah, kemudian ditutup dengan pembacaan doa dan sesi foto bersama.

Penulis : Wildan Muhlisin (Kominfo HMJ PAI UIN Walisongo)

Ukir Jejak Prestasi Tanpa Abaikan Ridho Ilahi, HMJ PAI Selenggarakan Talkshow Inspiratif Mahasiswa Pada Harlah ke-55

Himpunan Mahasiswa Jurusan Pendidikan Agama Islam (HMJ PAI) Selenggarakan Talkshow Inspiratif Mahasiswa sebagai rangkaian acara Puncak Hari Lahir (Harlah) PAI Ke-55 pada Kamis (25/09/25) di Auditorium 2 Kampus 3 UIN Walisongo Semarang.

Acara dimulai dengan deklarasi pelantikan Pengurus perdana Keluarga Alumni Pendidikan Agama Islam (KALAM PAI) UIN Walisongo oleh Dekan FITK, Prof. Dr. Fatah Syukur M.Ag, lalu dilanjut dengan sambutan-sambutan.

Ketua Kalam PAI, Maula Sultan Ajilla, M. Pd. mengucapkan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah berkontribusi dalam acara ini, serta memberi selamat atas Harlah PAI.

“Saya ucapkan terima kasih kepada Pak Dekan dan Bu Kajur yang telah merestui pembentukan Kalam PAI, serta para pengurus yang berkenan untuk khidmah untuk Kalam PAI. Selamat kepada PAI atas terselenggaranya acara Harlah Ke-55 ini, semoga PAI menjadi semakin kuat dan berjaya,” ungkapnya.

Disusul sambutan oleh Dekan FITK, Prof. Dr. Fatah Syukur M.Ag mengucapkan selamat atas Harlah PAI Ke-55 dan dilantiknya Pengurus Kalam PAI, serta menyampaikan bahwa alumni PAI tidak hanya menjadi guru, akan tetapi kemampuan bersosial itu yang terpenting.

“Saya ucapkan selamat atas Harlah PAI Ke-55 dan selamat atas dilantiknya Pengurus Kalam PAI. Alumni PAI tidak hanya menjadi guru, akan tetapi kemampuan berkolaborasi atau bersosial dengan masyarakat itu yang terpenting dan dibutuhkan,” jelasnya.

Kemudian acara dilanjut dengan Seminar Talkshow Inspiratif Mahasiswa yang dimoderatori oleh Nazih Sahdatul Kahfi S.Pd. dan Gus Maulana Miftahur Ridho Al Arif sebagai pemateri.

Gus Maulana Al Arif menerangkan tentang keistimewaan dan keunggulan Rasulullah Muhammad Saw mulai dari fisik hingga perilakunya.

“Rasulullah Saw itu lebih unggul dan istimewa dibanding manusia biasa, fisiknya yang sempurna, adil keputusannya, hingga lembut tingkah lakunya, sehingga manusia lain terkagum melihatnya,” jelasnya.

Lalu beliau juga menjelaskan tentang beberapa jasa Rasulullah Saw kepada kita seperti hukum syariat norma-norma dalam pernikahan.

“Rasulullah Saw sangat berjasa bagi kita sampai sekarang, seperti hukum syariat telah ditetapkan dalam pernikahan dengan peraturan dan norma-norma tertentu yang bermanfaat dalam menjalani kehidupan,” ungkapnya.

Sebagai pungkasan, Gus Maulana menjelaskan tentang orang pertama yang memberi pujian dan memperingati kepada Rasulullah Saw keterkaitannya dengan maulid nabi.

“Orang pertama yang memberi pujian kepada Rasulullah adalah Rasulullah sendiri. Beliau puasa hari Senin itu untuk memperingati hari kelahirannya, sehingga sudah semestinya kita sebagai umatnya memberikan pujian serta memperingati kepada Rasulullah seperti maulid nabi yang biasa kita lakukan,” pungkasnya.

Kemudian acara ditutup dengan pembacaan doa.

Penulis : Wildan Muhlisin (Kominfo HMJ PAI UIN Walisongo)

PEMBUKAAN HARLAH KE-55 PROGRAM STUDI PENDIDIKAN AGAMA ISLAM (PAI)UIN WALISONGO SEMARANG

Pada hari Senin(15/9), Program Studi Pendidikan Agama Islam (PAI) UIN Walisongo Semarang menyelenggarakan acara Pembukaan Harlah ke-55 PAI yang bertempat di Auditorium Lantai 2 Kampus 1 UIN Walisongo Semarang.

Acara pembukaan ini dihadiri oleh Wakil Dekan III FITK, Prof. Dr. H. Muslih, M.A, serta Ketua Jurusan PAI, Dr. Hj. Fihris, M.Ag.

Tema yang diangkat dalam Harlah ke-55 PAI tahun ini adalah. 

“Menyemai Cahaya Iman, Membuka Pintu Kreativitas Menuju Generasi Berprestasi dan Berakhlak Mulia.”

Rangkaian acara dimulai dengan pembacaan ayat suci Al-Qur’an dan dilanjutkan dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya yang dipimpin oleh panitia.

Selanjutnya, acara diteruskan dengan sambutan dari Ketua Pelaksana. Dalam sambutannya beliau menyampaikan misal punya ketuplak, Afkar selaku ketua pelaksana menyampaikan harapannya terhadap mahasiswa PAI agar senantiasa meningkatkan prestasi, iman dan kreativitas.

“Dari tema yang diambil diharapkan mahasiswa PAI mampu meningkatkan prestasi, iman, dan kreativitasnya. Di era digitalisasi ini banyak mahasiswa yang berprestasi tetapi melupakan akhlaknya. Maka, melalui acara ini, kami berharap prestasi dan akhlak dapat berjalan beriringan. Harlah ke-55 ini bukan sekadar angka, melainkan bukti bahwa Jurusan PAI UIN Walisongo Semarang telah banyak mencetak generasi unggul, alumni yang berprestasi, ada yang menjadi menteri, dosen, dan tokoh masyarakat yang bermanfaat. Semoga kita semua senantiasa mendapat ridho serta keberkahan dari Allah SWT,” ungkapnya.

Sambutan berikutnya disampaikan oleh Ketua Jurusan PAI, Dr. Hj. Fihris, M.Ag. Beliau menegaskan bahwa tema Harlah tahun ini sangat istimewa serta memberikan pesan kepada mahasiswa. 

“Dalam perayaan Harlah PAI ke-55 ini, warnailah Prodi PAI dengan peningkatan kompetensi dan prestasi, baik akademik maupun non-akademik. Dari sisi karakter, karakternya harus dipercantik dan diperbaiki agar bisa menjadi teladan bagi yang lain. Selain itu, pergaulan mahasiswa harus dijaga dengan baik, hindarilah hal-hal yang tidak bermanfaat, terutama kegiatan malam yang kurang mendukung perkembangan akademik,” ungkapnya.

Kemudian, Wakil Dekan III FITK, Prof. Dr. H. Muslih, M.A, juga menyampaikan harapan singkat dalam sambutannya. 

“Saya berharap acara Harlah ke-55 ini dapat berjalan dengan lancar dan sebaik-baiknya. Semoga serangkaian kegiatan Harlah ini mampu membawa PAI berkembang lebih baik lagi,” ungkapnya.

Sebagai simbolis pembukaan acara, dilakukan pemukulan gong oleh Wakil Dekan III FITK.

Setelah acara pembukaan, rangkaian kegiatan Semarak Harlah PAI ke-55 dilanjutkan dengan Lomba Pemilihan Duta dan Duti PAI. Lomba ini diikuti oleh 16 peserta yang berhasil lolos hingga babak semifinal. Dalam perlombaan tersebut terdapat beberapa sesi seleksi untuk menentukan finalis terbaik. Setelah melalui tahap penilaian, dipilihlah tiga besar dari Duta dan Duti PAI.

Selain itu, acara juga menampilkan penilaian suporter terbaik dari setiap kelas, yang menjadi salah satu bentuk apresiasi atas semangat dan kebersamaan mahasiswa.

Rangkaian acara ditutup dengan pengumuman pemenang, sesi penutup, dan dokumentasi bersama.

Dengan demikian, acara Pembukaan sekaligus rangkaian kegiatan Semarak Harlah ke-55 Program Studi Pendidikan Agama Islam (PAI) UIN Walisongo Semarang telah terlaksana dengan baik, lancar, dan penuh semangat.

Penulis: Lana Husnunnihayah

Mahasiswa S1 PAI UIN Walisongo Semarang Berbagi Pengetahuan Budaya dan Akhlak di Sekolah Al Furqon Malaysia: Integrasi Sains dan Agama dalam Pembelajaran

Selangor, Malaysia – Mahasiswa S1 PAI UIN Walisongo Semarang berkesempatan untuk mengajar di Sekolah Rendah Integrasi Al Furqon, Malaysia pada hari Kamis (11/9/2025) melalui program kolaborasi pendidikan yang berfokus pada penguatan integrasi antara sains, budaya dan agama. Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan pengalaman belajar yang lebih holistik bagi siswa, serta menanamkan nilai spiritual di balik pengetahuan ilmiah.

Dalam sesi pembelajaran, para mahasiswa tidak hanya menyampaikan konsep-konsep ilmiah seperti toleransi, budaya, dan pengetahuan umum tetapi juga menghubungkannya dengan ayat-ayat Al-Qur’an dan nilai-nilai keislaman. Misalnya, ketika membahas tentang perbedaan sebagai keberagaman dan kebanggaan bangsa mereka mengaitkan dengan firman Allah dalam Al-Qur’an yang menyebutkan bahwa perbedaan adalah rahmat dan menjadi bagian penyempurna bagi kehidupan. Dengan demikian, siswa tidak hanya memahami ilmu pengetahuan secara rasional, tetapi juga menyadari tanda-tanda kebesaran Tuhan di baliknya.

Pihak Sekolah Al Furqon menyambut baik kontribusi mahasiswa tersebut. Kepala sekolah, Cik Latif menyampaikan apresiasinya dalam kegiatan ini, Selain itu beliau menyampaikan harapannya agar kolaborasi dan kerjasama ini bisa berlanjut pada implementasi berbagai kegiatan di masa mendatang.

Hal ini selaras dengan yang disampaikan Cik Syarani, bahwa pendekatan integratif ini sejalan dengan visi sekolah untuk melahirkan generasi muslim yang unggul dalam ilmu pengetahuan sekaligus berakhlak mulia.
“Guru adalah hal yang utama dalam pendidikan untuk menciptakan karakter terpuji bagi semua siswa. Dan disekolah al furqon ini menerapkan integrasi antara sains dan nilai keislaman-akidah,” ujarnya.

Prof. Dr. Fatah Syukur selalu dekan FITK turut menegaskan terkait integrasi Ilmu sains dan keagamaan.
“Di UIN Walisongo kami juga menerapkan hal serupa yang dikenal dengan istilah Unity of Science karena kami yakin semua ilmu itu berasal dari Allah yang mana ilmu utama adalah pengetahuan alam dan Dalil quran.”

Sementara itu, Firda Rahma salah satu mahasiswa PAI UIN Walisongo Semarang mengaku mendapatkan pengalaman berharga. Mereka belajar bagaimana menyampaikan materi dengan metode kreatif agar mudah dipahami siswa, serta meneguhkan keyakinan bahwa agama dan sains bukanlah hal yang bertentangan, melainkan saling melengkapi.

“Program ini memberikan banyak wawasan dan pengalaman bagi saya terkhusus dalam konsep pengajaran dengan menerapkan integrasi pengetahuan atau unity of science,” jelasnya.

Melalui kegiatan ini, diharapkan terjalin hubungan akademik yang lebih erat antara FITK UIN Walisongo Semarang dan Sekolah Rendah Integrasi Al Furqon Malaysia, khususnya dalam bidang pendidikan Islam yang progresif dan adaptif. Lebih dari itu, program ini menjadi bukti nyata bahwa integrasi sains dan agama dapat memperkaya proses belajar-mengajar, sekaligus membekali generasi muda dengan pemahaman komprehensif untuk menghadapi tantangan zaman.

Penulis: Firda Rahmatun Nuzula (Mahasiswa PAI UIN Walisongo)

Internasionalisasi Pendidikan! Mahasiswa PAI UIN Walisongo Adakan Program Student Mobility ke UPSI Malaysia

Program Studi Pendidikan Agama Islam (PAI) Universitas Islam Negeri (UIN) Walisongo Semarang menggelar program Student Mobility ke Universiti Pendidikan Sultan Idris (UPSI), Malaysia, Selasa (9/9/2025).

Sebanyak empat mahasiswa S1 PAI turut serta dalam program ini, didampingi Ketua Jurusan S1 PAI Dr. Hj. Fihris, M.Ag., Dekan FITK Prof. Dr. Fatah Syukur, M.Ag., Wakil Dekan I Prof. Dr. H. Mahfud Junaedi, M.Ag., serta sejumlah delegasi dari Prodi S1 PBI dan S2 PAI.

Kehadiran rombongan UIN Walisongo disambut hangat oleh pimpinan akademik dan mahasiswa UPSI. Dalam sambutannya, Dekan profesor Madya Dr. Chanjarit Kaur a/p Swaran Singh menyampaikan bahwa kegiatan ini bertujuan mempererat kerja sama kedua kampus, khususnya dalam bidang bahasa dan pendidikan, melalui penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU).

“Lawatan ini diharapkan menjadi langkah awal memperkukuh kerja sama yang dapat diimplementasikan melalui berbagai kegiatan akademik di masa depan,” ungkap Dekan profesor Madya Dr. Chanjarit Kaur a/p Swaran Singh.

doc. culture performance di UPSI

Dekan FITK UIN Walisongo, Prof. Dr. Fatah Syukur, M.Ag., juga menyampaikan apresiasinya atas penyambutan hangat dari UPSI. Ia menekankan pentingnya keberlanjutan kerja sama lintas negara, tidak hanya di bidang pendidikan tetapi juga penelitian dan pengabdian kepada masyarakat (PkM)

“Semoga kegiatan ini bisa meluas ke berbagai bidang, khususnya riset dan pengabdian. Kami sangat berterima kasih atas sambutan ramah yang diberikan sejak awal kedatangan,” ujarnya.

Setelah sesi penyambutan, rombongan melanjutkan agenda dengan mengunjungi Museum UPSI serta mengikuti sejumlah kegiatan akademik dan budaya, seperti seminar internasional, poster presentation, dan cultural performance. Rangkaian kegiatan ini diharapkan memperkaya wawasan mahasiswa sekaligus menjadi ruang tukar informasi terkait pendidikan, bahasa, dan budaya antara Indonesia dan Malaysia.

Penulis : Firda Rahma Nuzula

Mahasiswa Pendidikan Agama Islam (PAI) UIN Walisongo Semarang Tampil di Universiti Pendidikan Sultan Idris (UPSI) Malaysia dengan Presentasi Poster dan Culture Performance Tari Dolanan Jawa.

Tanjong Malim Malaysia, Mahasiswa S1 Program Studi Pendidikan Agama Islam (PAI) Universitas Islam Negeri (UIN) Walisongo Semarang berhasil mencuri perhatian dalam kegiatan akademik internasional yang diselenggarakan di Universiti Pendidikan Sultan Idris (UPSI), Malaysia. Pada hari Selasa (9/9/2025). Selain mempresentasikan poster bertema Inclusive Education, mereka juga menampilkan culture performance berupa tari dolanan anak Jawa Tengah yang sangat kental nilai budaya dan kebersamaannya.

Dalam sesi akademik, mahasiswa S1 Program Studi Pendidikan Agama Islam (PAI) menampilkan poster mengenai urgensi pendidikan inklusif dengan judul “Inclusive Education for A Brighter Tomorrow. Mereka menekankan pentingnya akses pendidikan setara bagi seluruh peserta didik, termasuk mereka yang memiliki kebutuhan khusus. Melalui presentasi ini, mahasiswa tidak hanya menampilkan gagasan kreatif dalam desain poster, tetapi juga menyampaikan solusi nyata untuk mewujudkan pendidikan yang lebih adil, ramah, dan berkelanjutan. Gagasan poster ini disambut baik oleh audiens dari kalangan mahasiswa maupun pihak UPSI.

Tak hanya berhenti di ranah akademik, acara semakin semarak ketika mahasiswa UIN mempersembahkan tari dolanan Jawa pada sesi pertunjukan budaya. Tarian yang terinspirasi dari permainan tradisional anak Jawa ini membawa suasana hangat, riang, dan penuh nilai edukatif. Melodi gamelan yang mengiringi tarian menambah nuansa autentik, sehingga penonton dapat menikmati kekayaan budaya Indonesia secara langsung. Dalam penampilan culture performance ini mahasiswa S1 Pendidikan Agama Islam (PAI) berkolaborasi dengan mahasiswa S1 Pendidikan Bahasa Inggris (PBI).

Dr. Hj. Fihris, M.Ag., dosen pendamping kegiatan, menegaskan bahwa keikutsertaan mahasiswa dalam program internasional ini bukan hanya memperluas pengalaman akademik, tetapi juga memperkuat diplomasi budaya.

“Mahasiswa tidak hanya belajar dan berbagi gagasan tentang pendidikan inklusif, tetapi juga memperkenalkan budaya lokal Indonesia ke panggung internasional. Inilah wujud nyata soft diplomacy melalui pendidikan dan kesenian,” jelasnya.

Kegiatan presentasi poster dan culture performance di UPSI ini diharapkan dapat menjadi jembatan untuk memperkuat jejaring akademik antara dua pihak Perguruan Tinggi, sekaligus menginspirasi mahasiswa untuk terus berkontribusi dalam pengembangan budaya dan pendidikan inklusif di tanah air maupun kancah internasional.

Penulis: Firda Rahmatun Nuzula (Mahasiswa PAI UIN Walisongo)

Future-Proof Your Research Skills, HMJ PAI Adakan Workshop Strategi Penyusunan Makalah Berbasis Mendeley

Himpunan Mahasiswa Jurusan Pendidikan Agama Islam (HMJ PAI) Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan (FITK) menggelar kegiatan Workshop Penyusunan Makalah dengan tema “Future-Proof Your Research Skills: Praktik Penulisan Makalah dengan Mendeley” yang ditujukan khusus bagi mahasiswa baru Jurusan PAI angkatan 2025. Acara ini diselenggarakan di Auditorium 2 Kampus 3 dengan tujuan membekali mahasiswa baru keterampilan dasar dalam menulis makalah secara baik, sistematis, dan sesuai kaidah akademik.

Acara diawali dengan pembacaan ayat suci Al-Qur’an oleh Aufa Ni’matil Wafa, kemudian dilanjutkan dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya serta Mars PAI yang dipimpin oleh panitia.

Selanjutnya acara dibuka dengan sambutan Ketua Panitia, Hasna Nabilah, yang menyampaikan ucapan selamat datang kepada peserta serta penjelasan mengenai pentingnya menulis makalah di bangku perkuliahan.

“Kegiatan ini kami selenggarakan dengan tujuan membekali teman-teman mahasiswa baru dengan keterampilan dasar dalam menulis makalah secara baik, sistematis, dan sesuai kaidah akademik. Seperti yang sudah kita semua ketahui, menulis makalah adalah salah satu kemampuan penting yang akan sangat dibutuhkan sepanjang perjalanan studi di perguruan tinggi.”

Dilanjutkan dengan sambutan Ketua HMJ PAI, Ahmad Syakif, yang menyampaikan apresiasi dan harapannya untuk kegiatan workshop kali ini.

“Saya mengucapkan apresiasi istimewa kepada mahasiswa baru PAI 2025. Semoga workshop ini bisa menjadi pemicu semangat kawan-kawan semua dalam menulis dan menjadikan kegiatan akademik sebagai kebiasaan kita bersama,” ungkapnya.

Sambutan berikutnya disampaikan oleh Ketua Jurusan PAI, Dr. H. Fihris, M.Pd., yang menekankan pentingnya keterampilan penulisan makalah bagi mahasiswa.

“Kenapa susunan paper ini menjadi sangat penting? Karena tugas di perkuliahan tinggi tidak seperti di sekolah. Tugas yang diberikan dosen nantinya adalah menyusun makalah, baik individu maupun kelompok. Jika tidak memiliki pengetahuan dan pengalaman, tentu akan sulit. Maka kesempatan hari ini mohon dimanfaatkan sebaik-baiknya: simak, catat, dan jangan ragu bertanya. Bertanya bukan berarti bodoh, justru menunjukkan antusiasme,”

Dalam penutup sambutannya, beliau juga menyampaikan harapan setelah diadakannya workshop kali ini mahasiswa dapat memperkaya wawasan dengan perbanyak membaca dan tekun dalam belajar.

“Harapan saya, setelah sesi ini mahasiswa lebih mandiri belajar, rajin membaca, serta memperkaya wawasan akademik. Minimal satu kali dalam seminggu, sempatkan datang ke perpustakaan,” sambungnya. 

Setelah sambutan-sambutan, acara dilanjutkan dengan sesi inti berupa penyampaian materi oleh Bapak Bakti Fatwa Anbiya, M.Pd., serta pendampingan teknis penulisan makalah dengan Mendeley oleh pengurus HMJ PAI di sesi siang hari.

Penulis: Lana Husnunnihayah

BERAKHIR TERTIB DAN LANCAR, LP2M UIN WALISONGO ADAKAN APEL PAGI PENYERAHAN KULIAH KERJA NYATA MODERASI BERAGAMA KECAMATAN GEMUH

Dok. Apel Pagi

Kamis (17/07/2025) di kantor Kecamatan Gemuh Kabupaten Kendal, Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LP2M) Universitas Islam Negeri (UIN) Walisongo Semarang mengadakan apel penyerahan mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Moderasi Beragama yang tersebar di 16 desa dalam lingkup Kecamatan Gemuh.

Para peserta diterima langsung oleh Ibu Kartini, S. STP, MM. selaku camat Gemuh beserta jajarannya.

Dok. Mahasiswa KKN Bersama Camat Gemuh dan Jajarannya

Dalam sambutannya, Kartini berpesan agar para peserta dapat menghargai dan beradaptasi dengan kebudayaan sekitar serta menjunjung tinggi peraturan wilayah desa yang ditempati.

“Jangan lupa dengan pepatah dimana bumi dipijak disitu langit di junjung, maka hargai peraturan desa masing-masing,” ucapnya.

Apel penyerahan peserta KKN Moderasi Beragama ditandai dengan penyematan atribut KKN oleh Ibu camat Gemuh secara simbolis kepada perwakilan mahasiswa sebagai tabda resmi diterimanya para peserta KKN Moderasi Beragama di Kecamatan Gemuh.

Penulis: Amelia Novianti

Mahasiswa PAI Laksanakan Service Learning di Pantai Maron: Wujud Nyata Peduli Lingkungan

Mahasiswa Pendidikan Agama Islam (PAI) 2E dan International Class Program (ICP) semester 6 UIN Walisongo Semarang selenggarakan Service Learning dengan tema “Save the Sand, Save the Sea: Dari Tangan Kita untuk Bumi” untuk menyesaikan Ujian Akhir Semester (UAS) mata kuliah Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan (PPKn), Dosen mata kuliah Bakti Fatwa Anbiya, M.Pd., pada Kamis (29/5/2025) di Pantai Maron, Kecamatan Tugu, Kota Semarang. Kegiatan ini merupakan bagian dari program pengabdian masyarakat yang bertujuan untuk mengasah kepedulian sosial dan lingkungan mahasiswa melalui aksi nyata di lapangan.

Dalam kegiatan tersebut, para mahasiswa PAI 2E dan ICP semester 6 UIN Walisongo Semarang bersama dosen mata kuliah PPKn melakukan bersih-bersih pantai sebagai langkah awal menjaga kelestarian kawasan pesisir. Sampah-sampah yang berserakan di sepanjang garis pantai dikumpulkan agar tidak mencemari laut.

Doc. Peserta service learning membersihkan Pantai.

Tidak hanya melakukan aksi bersih pantai, para mahasiswa PAI 2E dan ICP semester 6 UIN Walisongo Semarang juga berinisiatif membuat papan edukasi yang berisi pesan-pesan ajakan untuk menjaga kebersihan lingkungan. Papan-papan tersebut dipasang di beberapa titik strategis sekitar pantai agar dapat terbaca oleh pengunjung dan warga sekitar.

Doc. Peserta service learning memasang papan edukasi di titik-titik tertentu.

Sebagai bentuk inovasi dalam pengelolaan sampah, mahasiswa juga membangun pagar sampah sederhana dari bambu. Pagar ini berfungsi sebagai pembatas sampah agar tidak melebar kemana-mana serta menjadi simbol komitmen menjaga lingkungan pesisir tetap bersih. Kegiatan yang berlangsung dari pagi hingga siang hari ini mendapat respon positif dari warga sekitar. Selain menumbuhkan kesadaran akan pentingnya pelestarian lingkungan, kegiatan ini juga mempererat hubungan antar mahasiswa melalui kerja sama langsung di lapangan.

Doc. Peserta service learning memasang pagar sampah sederhana.

Salah satu peserta menyampaikan bahwa kegiatan ini memberikan pengalaman yang menyenangkan dan ia berharap generasi muda dapat lebih peduli terhadap kelestarian lingkungan melalui tindakan sederhana, seperti membuang sampah pada tempatnya.

“Kesannya disini tuh kita seneng banget. Aku harap semua orang terutama anak muda bisa melestarikan lingkungan dengan cara membuang sampah pada tempatnya, terus bisa sadar kalau kalian tidak bisa menyadarkan orang lain mungkin bisa dari diri sendiri,” ungkapnya.

Dengan semangat kolaboratif dan nilai pengabdian yang tinggi, kegiatan Service Learning di Pantai Maron ini diharapkan dapat menjadi contoh praktik baik yang berkelanjutan dalam menjaga kelestarian lingkungan pesisir.

Penulis: Ahmad Rafi’udin Afif (Kominfo HMJ PAI)