Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan (FITK), UIN Walisongo Selenggarakan Workshop Persiapan Penyusunan Borang Akreditasi 9 Standard

Dok. PAI

Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan (FITK), UIN Walisongo Semarang menyelenggarakan Workshop Persiapan Penyusunan Borang Akreditasi 9 Standard. Acara berlangsung secara daring pada Rabu, 25 September 2020 dan diikuti oleh seluruh dosen dan pegawai di FITK UIN Walisongo. Dalam kegiatan workshop ini dihadirkan dua narasumber, yaitu Dr. Agung Yulianto, M.Si., Ketua LPM Universitas Negeri Semarang. Kegiatan ini bertujuan agar FITK UIN Walisongo siap menyambut akreditasi.

Dalam Sambutanya, Dekan Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan, Dr. Lift Anis Ma’shumah menyampaikan bahwa tiap institusi penyelenggara pendidikan tinggi, wajib memberikan jaminan mutu pendidikan tinggi berdasarkan standar nasional pendidikan tinggi (Permendikbud Nomor 49 Tahun 2014 tentang Standar Nasional Pendidikan Tinggi/SNPT). Standar Nasional Pendidikan merupakan kriteria minimal tentang pembelajaran pada jenjang pendidikan tinggi di perguruan tinggi di seluruh wilayah hukum Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Dr. Lift Anis Ma’shumah juga menegaskan dalam rangka pemenuhan SNPT, diperlukan sistem penjaminan mutu untuk meningkatkan mutu pendidikan tinggi secara berencana dan berkelanjutan, sesuai Permendikbud Nomor 50 Tahun 2014 tentang Sistem Penjaminan Mutu Pendidikan Tinggi. Secara internal, sistem penjaminan mutu internal (SPMI) dilakukan oleh UIN Walisongo sendiri. Secara eksternal, Sistem Penjaminan Mutu Eksternal (SPME) dilakukan Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN-PT).

Sistem penjaminan mutu internal penyelenggaraan sebuah program studi perlu diturunkan dari semangat sistem akreditasi program studi sebagai salah satu platform penilaian pelaksanaan sistem penjaminan mutu.

Narasumber pertama, Dr. Agung Yulianto, M.Si., menyampaikan bahwa, Penyusunan borang terdiri atas dua bagian utama, yaitu Laporan Kinerja Program Studi (LKPS) dan Laporan Evaluasi Diri (LED). Dr. Agung juga menekankan pentingnya Sistem Penjaminan Mutu Internal (SPMI), karena jika SPMI sudah baik maka (Sistem Penjaminan Mutu Eksternal) SPME akan mengikuti dengan menerapkan Proses Perencanaan, Pelaksanaan, Evaluasi, Pengendalian, Peningkatan (PPEPP).

Perkuat Wawasan KeIslaman, PAI UIN Walisongo Adakan Pembekalan Wawasan KeIslaman

Dok. PAI

Pada hari ini, sabtu, 22 Agustus 2020 dilaksanakan Pembekalan Wawasan keislaman Pendidikan Agama Islam (PAI) UIN Walisongo via Zoom Meeting dengan Narasumber Ali Muchtar, Lc, Ma. (Pengasuh Pondok Usyaqul Qur’an). Acara dibuka langsung oleh Ketua Jurusan Pendidikan Agama Islam (PAI) UIN Walisongo. Acara dihadiri oleh seluruh mahasiswa baru Pendidikan Agama Islam (PAI) UIN Walisongo.

Lingkungan kampus sebagai sarana pendidikan merupakan tempat bagi mahasiswa untuk mempelajari ilmu pengetahuan yang memiliki orientasi pada pembinaan intelektual. Pembinaan intelektual mahasiswa di lingkungan kampus nantinya sangat di harapkan dapat berperan aktif dalam perkembangan ilmu pengetahuan.

Selain itu dalam pergaulan di masyarakat, mahasiswa sebagai makhluk sosial juga dituntut untuk dapat bersosialisasi dan berinteraksi terhadap masalah-masalah yang timbul sehingga dengan demikian mahasiswa dapat menjadi agents of change di tengah masyarakat. Dengan ilmu pengetahuan yang dimilikinya sangat dimungkinkan peran mahasiswa dalam masyarakat dan sebagai makhluk sosial tersebut akan dapat terealisasi.

Oleh karena itu kegiatan Pembekalan ini hadir sebagai sarana penguatan wawasan keislaman, pengembangan, dan pembinaan aktivitas keagamaan di Pendidikan Agama Islam (PAI) UIN Walisongo. Kegiatan Pembekalan ini dapat memberikan suatu nuansa yang berbeda dalam proses transfer dan sharing  nilai dan informasi. Materi yang di sampaikan dalam kegiatan Pembekalan ini adalah materi yang sangat mendasar dan urgen namun mahasiswa masih lemah dalam memahaminya.

Satu hal yang menjadi kesadaran dan keyakinan kita bersama bahwa kebangkitan Islam ini akan menjadi kenyataan yang dekat, ketika barisan insan menisbatkan hidupnya untuk kemajuan Islam selalu bertambah seiring perjalanan waktu satu diantaranya dengan mengoptimalkan program Pembekalan ini.

Dibekali dengan Kewirausahaan, Mahasiswa PAI UIN Walisongo Kunjungi Suara Merdeka.

Dok. PAI

SEMARANG – 30 mahasiswa Jurusan Pendidikan Agama Islam (PAI) UIN Walisongo Semarang, berkunjung ke Kantor Redaksi Suara Merdeka di JI Pandanaran II No10 Semarang pada (3/3/20).

Di Suara Merdeka itu, mereka tidak hanya melihat proses pencetakan koran tetapi juga bagaimana sebuah grup bisnis dijalankan.

Ketua Penyelenggara Acara, Aris Puji Purwatiningsih, menga takan para calon guru Agama Islam perlu dibekali dengan pola pikir berbisnis, sebelum mereka benar-benar terjun dalam dunia kerja. Dengan kemampuan berbis nis, mereka dapat memiliki penghasilan tambahan

Lebih lanjut, Aris yang mengajar mata kuliah Kewirausahaan mengatakan bahwa ke depan pembekalan kewirausahaan bagi mahasiswa cukup penting. Sebab, jika nantinya tidak menjadi guru, mereka bisa terjun ke bidang kewirausahaan dengan bekal yang cukup selama kuliah.

Kunjungan di Kantor Redaksi tersebut diterima Sekretaris Redaksi Eko Hari Mudjiharto. Selama kunjungan para mahasiswa menerima penjelasan mengenai perkembangan Suara Merdeka dan grup bisnisnya dari masa ke masa hingga menjadi salah satu perusahaan besar di Jawa Tengah.

Beberapa hal ditanyakan sejumlah mahasiswa selama diskusi di Kantor Redaksi.

Hal itu antara lain bagaimana Suara Merdeka menghadapi tantangan di era media online dan bagaimana menjaga hubungan baik dengan para stakeholder. Eko menga takan, Suara Merdeka tidak menjadikan media online sebagai kom petitor. Tetapi justru menjadikan mereka sebagai partner dalam bidang pemberitaan.

“Bahkan jauh sebelum bermunculan pemberitaan-pemberi taan melalui media online, Suara Merdeka perusahaan pertama di Indonesia yang mendirikan perusa haan berita online dengan nama suaramerdeka.com,” tutur Eko.

Mahasiswa Pendidikan Agama Islam (PAI) UIN Walisongo Dibekali dengan Kewirausahaan

Dok. PAI

SEMARANG – Sebanyak 25 mahasiswa Jurusan Pendidikan Agama Islam (PAI) UIN Walisongo Semarang, Jumat lalu (8/11/19) berkunjung ke Kantor Redaksi Suara Merdeka di JI Pandanaran II No10 Semarang.

Di Suara Merdeka itu, mereka tidak hanya melihat proses pencetakan koran tetapi juga bagai mana sebuah grup bisnis dijalankan.

“Meskipun para mahasiswa ini disiapkan menjadi guru di lingkungan t madrasah ibtidaiyah, tetapi mereka juga harus memiliki pengetahuan kewirausahaan. Oleh karena itu, mereka kami ajak ke sini untuk melihat bagaimana sebuah perusahaan besar dijalankan,” ujar Aris Puji Purwatiningsih, dosen yang mendampingi para mahasiswa tersebut.

Lebih lanjut, Aris yang mengampu mata kuliah Kewirausahaan itu mengatakan, ke depan bekal kewirausahaan bagi para mahasiswa itu cukup penting. Karena, jika nanti mereka tidak menjadi guru bisa terjun di bidang wirausaha dengan bekal yang cukup selama masa kuliah.

Kunjungan di Kantor Redaksi tersebut diterima Sekretaris Redaksi Eko Hari Mudjiharto. Selama kunjungan para mahasiswa menerima penjelasan mengenai perkembangan Suara Merdeka dan grup bisnisnya dari masa ke masa hingga menjadi salah satu perusahaan besar di Jawa Tengah.

Beberapa hal ditanyakan sejumlah mahasiswa selama diskusi di Kantor Redaksi.

Hal itu antara lain bagaimana Suara Merdeka menghadapi tantangan di era media online dan bagaimana menjaga hubungan baik dengan para stakeholder. Eko menga takan, Suara Merdeka tidak menjadikan media online sebagai kom petitor. Tetapi justru menjadikan mereka sebagai partner dalam bidang pemberitaan.

“Bahkan jauh sebelum bermunculan pemberitaan-pemberi taan melalui media online, Suara Merdeka perusahaan pertama di Indonesia yang mendirikan perusa haan berita online dengan nama suaramerdeka.com,” tutur Eko.

Sementara itu, mengenai hubun gan baik dengan stakeholder, dikatakan, itu yang harus dijaga baik baik. Karena Suara Merdeka hidup dari dan untuk pembaca. Kunjungan di Kantor Redaksi tersebut kemudian diakhiri dengan melihat proses editing di news room.

Mahasiswa Pendidikan Agama Islam (PAI) Dibekali dengan Literasi Mendongeng sebagai Media Pembelajaran

Bulan Maret 2019 menjadi bulan istimewa bagi Jurusan Pendidikan Agama Islam (PAI) FITK UIN Walisongo, karena diadakannya pembekalan literasi mendongeng pada Mahasiswa PAI UIN Walisongo pada (2/03/19) bertempat di Aula FITK UIN Walisongo.

Dalam kegiatan tersebut, PAI UIN Walisongo mengundang pembicara Kak Kempo, yang akan memberikan materi terkait tentang literasi mendongeng sebagai media pembelajaran.

Melansir Metrosemarang.com (25/05/2015), aktivitas mendongeng yang dilakukan Kak Kempo ini telah dilakoninya sejak 2002. Saat itu dia masih mengajar di sanggar seni. Baru pada 2008 dia mulai menggunakan media gambar.

Dengan mendongeng komunikasi pendidik dengan peserta didik akan terjalin lebih intensif dua arah. Pendidik bisa menanamkan ajaran moral dan budi pekerti, serta agama secara langsung dari kisah yang didongengkan.

Teknik mendongeng harus dikreasikan dengan sedemikian rupa agar diminati anak-anak dan tidak membosankan. “Pendongeng akan dinyatakan berhasil apabila disukai anak-anak. Mereka akan menyimak cerita yang dibawakan pendongeng dan akan selalu diingat,” tutur Kempo.

Pelatihan ini menggunakan metode belajar orang dewasa (andragogy). Pengetahuan dan pengalaman peserta merupakan sumber potensi yang harus digali dan dikembangkan dengan cara :Presentasi dan tanya-jawab, Brainstorming/curah pendapat, dan kegiatan pun diakhiri dengan Praktek Mendongeng.